Jokowi Gagas Partai Super Tbk, Analis: Mustahil Ada Produknya yang Terbuka

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 06 Maret 2025 | 20:05 WIB
Jokowi Gagas Partai Super Tbk, Analis: Mustahil Ada Produknya yang Terbuka
Presiden ketujuh Indonesia Joko Widodo atau Jokowi. [Suara.com]

Suara.com - Gagasan Presiden ketujuh Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi yang ingin membentuk partai politik super terbuka atau Tbk dinilai hanya gimmik belaka. Sebab, semua yang dihasilkan Jokowi dianggap tak pernah ada yang terbuka.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Infonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah terkait dengan gagasan Jokowi mengenai partai super Tbk yang disampaikannya kepada media.

"Istilah super terbuka hanya gimmik, semua parpol secara umum juga terbuka, tidak ada yang tertutup, bukti semua parpol terbuka adalah dengan adanya proses regenerasi," kata Dedi kepada Suara.com, Kamis (6/3/2025).

Dedi mengemukakan, dalam praktiknya tetap saja partai politik tetap dikuasai lingkaran kecil di dalamnya.

"Hanya soal dalam praktiknya, siapa yang menguasai tetap saja di lingkaran yang kecil. Begitu halnya dengan Jokowi, ia bukan tipe tokoh yang terbuka, mustahil ada produk politik Jokowi yang terbuka,"

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Jokowi bisa saja mendirikan partai politik. Namun diyakini, partai tersebut tidak akan terbuka seperti gagasannya.

"Dengan kapasitas Jokowi saat ini, sangat mungkin partai tersebut terwujud. Tentu sekedar parpol biasa sebagaimana parpol yang ada, bukan parpol terbuka," ujarnya.

Menurutnya, peluang Jokowi membangun partai cukup besar. Selain punya basis massa di Projo, kata dia, juga dukungan elite yang saat ini masih besar.

"Tidak jarang menteri masih menghadap Jokowi meskipun bukan lagi presiden, bahkan Presiden Prabowo sekalipun masih terlihat intens menemui Jokowi."

baca juga

Dedi berkesimpulan bahwa Jokowi merupakan simbol kekuatan yang nyata saat ini.

"Jokowi adalah simbol kekuasaan saat ini, apapun yang ia lakukan akan mudah diwujudkan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menerapkan atau mengubah konsep menjadi PSI Perorangan.

Bendera PSI Perorangan. [Akun IG psi_id]
Bendera PSI Perorangan. [Akun IG psi_id]

Dengan menambah kata perorangan, maka PSI menjadi partai yang terbuka tidak dimiliki segelintir orang atau keluarga.

Banyak yang menganggap rencana itu mengikuti konsep yang disampaikan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tentang partai perorangan.

Jokowi pun mengomentari perubahan PSI menjadi PSI Perorangan. Jokowi mengatakan memang ada ide gagasan untuk membuat partai super Tbk

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Golkar Ogah Pusing Jokowi Mau Bikin Partai Super Tbk: Sah-sah Aja, Asal...

Golkar Ogah Pusing Jokowi Mau Bikin Partai Super Tbk: Sah-sah Aja, Asal...

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:54 WIB

Jokowi Gagas Partai Super Tbk, PKB: Parpol Bukan Perusahaan!

Jokowi Gagas Partai Super Tbk, PKB: Parpol Bukan Perusahaan!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:42 WIB

PSI Perorangan Apa Itu? Benderanya Muncul di Jalanan Jakarta

PSI Perorangan Apa Itu? Benderanya Muncul di Jalanan Jakarta

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 20:02 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×