PSI Perorangan Apa Itu? Benderanya Muncul di Jalanan Jakarta

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 27 Februari 2025 | 20:02 WIB
PSI Perorangan Apa Itu? Benderanya Muncul di Jalanan Jakarta
PSI Perorangan (instagram/psi_id)

Suara.com - PSI Perorangan” sedang ramai jadi perbincangan publik. Lantas muncul pertanyaan, PSI Perorangan apa itu? Masih ada sejumlah orang yang belum mengetahuinya, oleh karena itu mari simak berikut ini penjelasannya.

Sebelumnya ramai diberitakan, banner dan bendera “PSI Perorangan” terpampang di sejumlah wilayah, terutama Jakarta dan Solo. Banner dan bendera tersebut pun langsung mencuri perhatian publik.

Masih ada beberapa yang belum mengetahui PSI Peorangan. Kira-kira PSI Perorangan apa itu? Nah untuk lebih jelasnya, yuk simak berikut ini ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Apa Itu PSI Perorangan?

Diketahui bahwa PSI Peorangan merupakan partai yang dipimpin  Kaesang Pangarep, putra bungsu mantan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. Nama PSI resmi diganti menjadi PSI Perorang sejak Sabtu (22/2/2025).

Mengenai perubahan nama tersebut telah diunggah juga melalui akun Instagram resmi @/psi_id. Dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa PSI adalah partai yang kini dapat dimiliki oleh perorangan setiap anggotanya.

“Partai Perorangan adalah partai dimiliki oleh semua anggota secara perorangan, bukan milik keluarga, atau segelintir elite partai. Partai dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Wujud konkretnya adalah seluruh anggota punya hak memilih ketua umum,” ucap Andy Budiman selaku Wakil Ketua Umum DPP PSI dalam unggahan akun @/psi_id pada Minggu (23/2/2025). 

Dalam unggahan tersebut, Andy juga menyampaikan bahwa PSI akan terus beradaptasi sesuai perkembangan zaman. Andy kembali menambhakan, PSI ini jadi partai pertama di Tanah Air yang menerapkan sistem one man one vote dalam pemilihan ketua umum.

“PSI menjadi partai pertama di Indonesia yang menjalankan sistem one man one vote dalam memilih ketua umum,” tuturnya. 

Sebelumnya, mantan Presiden Jokowi juga sudah pernah membahas mengenai konsep partai perorangan atau partai Super Tbk usai dirinya dipecat dari PDIP bersama putra sulungnya sekaligus Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming.

"Ya berarti partainya perorangan," ucap Jokowi

Jokowi juga sempat menyebutkan istilah Partai Super Tbk. Saat sesi wawancaranya dengan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa. Dalam wawancara tersebut, Jokowi menyampaikan tentang pentingnya memiliki partai perorangan di Indonesia.

Namun Jokowi tidak membeberkan secara mendetai mengenai maksud dan tujuan partai tersebut. Menurutnya, partai tersebut masih dalam proses pemasakan. Dia juga belum mengetahui apakah nantinya partai tersebut akan dirilis atau tidak.

Demikian penjelasan mengenai PSI Peorangan apa itu, bandera partai yang baru-baru ini mencuri perhatian publik usai terpampang di sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Partai Super Tbk? Mengenal Parpol yang Diinisiasi Jokowi dan Budi Arie

Apa Itu Partai Super Tbk? Mengenal Parpol yang Diinisiasi Jokowi dan Budi Arie

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 18:16 WIB

Tanggapi Meme Jokowi Masuk Gorong-Gorong, Politisi PSI: Awal Kehancuran PDIP?

Tanggapi Meme Jokowi Masuk Gorong-Gorong, Politisi PSI: Awal Kehancuran PDIP?

Tekno | Minggu, 23 Februari 2025 | 17:30 WIB

PSI: Program Kerakyatan Prabowo Butuh Efisiensi Anggaran Rp 750 Triliun

PSI: Program Kerakyatan Prabowo Butuh Efisiensi Anggaran Rp 750 Triliun

News | Sabtu, 22 Februari 2025 | 19:29 WIB

Budi Arie Ungkap Isi Pertemuan dengan Jokowi, Bahas Partai Super Tbk

Budi Arie Ungkap Isi Pertemuan dengan Jokowi, Bahas Partai Super Tbk

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB