Ukraina Usulkan Gencatan Senjata Udara dan Laut dalam Pembicaraan dengan AS di Arab Saudi

Bella

Senin, 10 Maret 2025 | 23:02 WIB
Ukraina Usulkan Gencatan Senjata Udara dan Laut dalam Pembicaraan dengan AS di Arab Saudi
Ilustrasi bendera Ukraina.[unsplash]

Suara.com - Kyiv akan mengusulkan gencatan senjata di udara dan laut dengan Rusia dalam pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi pada Selasa (12/3).

Usulan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghentikan invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, demikian disampaikan seorang pejabat Ukraina pada Senin (11/3).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy disebut sebagai pihak yang menggagas usulan ini sebagai cara untuk memulai dialog perdamaian.

Seorang pejabat Ukraina mengatakan bahwa gencatan senjata udara dan laut merupakan opsi yang lebih mudah diterapkan serta diawasi, sehingga memungkinkan langkah awal menuju perundingan lebih lanjut.

"Kami memang memiliki usulan untuk gencatan senjata di udara dan gencatan senjata di laut karena ini adalah opsi gencatan senjata yang mudah diterapkan dan dipantau, serta memungkinkan untuk memulainya," kata pejabat tersebut.

Usulan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di antara Kyiv dan Washington setelah pertemuan Zelenskyy dengan Presiden AS Donald Trump yang dinilai membawa dampak negatif bagi Ukraina.

Trump baru-baru ini memperbarui komunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mengkritik Zelenskyy, menimbulkan kekhawatiran di Kyiv dan di antara sekutu Eropa bahwa AS mungkin akan mendorong Ukraina untuk menerima penyelesaian yang lebih menguntungkan Rusia.

Selain itu, Trump juga telah menghentikan bantuan militer AS kepada Ukraina serta menghentikan pembagian intelijen antara Washington dan Kyiv.

Langkah ini disebut pejabat Ukraina sebagai faktor yang bisa memberikan keuntungan bagi Rusia di medan perang, terutama jika penghentian pembagian intelijen berlangsung lama.

"Yang terpenting adalah berapa lama itu akan berlangsung. Jika berlangsung lama, itu akan memberi Rusia keuntungan yang signifikan," ujar sumber tersebut.

Menurut sumber yang sama, penghentian pembagian intelijen AS diduga telah menghambat kemampuan Ukraina dalam menghadapi serangan balasan dari pasukan Rusia di wilayah Kursk, Rusia barat.

Ukraina sebelumnya berharap bahwa keberadaannya di wilayah Kursk dapat memberikan leverage dalam negosiasi dengan Moskow. Namun, pasukan Ukraina mulai kehilangan wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir akibat serangan intensif Rusia.

Laporan juga menyebut bahwa AS telah membatasi akses Ukraina terhadap intelijen yang memungkinkan serangan khusus ke wilayah Rusia.

Pejabat Ukraina tersebut menilai bahwa terdapat kemungkinan hubungan langsung antara penghentian pembagian intelijen dengan keberhasilan Rusia dalam meraih kemajuan di medan perang.

Usulan gencatan senjata yang diajukan Ukraina dalam pertemuan dengan AS di Arab Saudi ini dinilai sebagai langkah penting dalam upaya meredakan eskalasi konflik, meskipun respons dari pihak Rusia dan AS masih belum dapat dipastikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Optimis Pertemuan antara Pejabat AS dan Ukraina yang Akan Digelar di Arab Saudi Berbuah Positif

Donald Trump Optimis Pertemuan antara Pejabat AS dan Ukraina yang Akan Digelar di Arab Saudi Berbuah Positif

News | Senin, 10 Maret 2025 | 21:55 WIB

Rusia Usir 2 Diplomat Inggris atas Tuduhan Spionase, Hubungan Diplomatik Kian Memburuk

Rusia Usir 2 Diplomat Inggris atas Tuduhan Spionase, Hubungan Diplomatik Kian Memburuk

News | Senin, 10 Maret 2025 | 18:02 WIB

Mantan Pejabat NATO Ungkap Negara-Negara yang Jadi Target Rusia Setelah Ukraina

Mantan Pejabat NATO Ungkap Negara-Negara yang Jadi Target Rusia Setelah Ukraina

News | Senin, 10 Maret 2025 | 15:49 WIB

Serangan Gaya Ninja, Pasukan Rusia Sembunyi di Pipa Gas untuk Sergap Tentara Ukraina!

Serangan Gaya Ninja, Pasukan Rusia Sembunyi di Pipa Gas untuk Sergap Tentara Ukraina!

News | Senin, 10 Maret 2025 | 15:03 WIB

Zelenskyy Kunjungi Arab Saudi Jelang Negosiasi Penting dengan AS

Zelenskyy Kunjungi Arab Saudi Jelang Negosiasi Penting dengan AS

News | Senin, 10 Maret 2025 | 14:55 WIB

Prancis Gelontorkan Rp3,4 Triliun untuk Ukraina: Bunga Aset Rusia Jadi Sumbernya!

Prancis Gelontorkan Rp3,4 Triliun untuk Ukraina: Bunga Aset Rusia Jadi Sumbernya!

News | Senin, 10 Maret 2025 | 13:25 WIB

Prancis Kucurkan Bantuan Militer Rp3,4 Triliun untuk Ukraina dari Bunga Aset Rusia

Prancis Kucurkan Bantuan Militer Rp3,4 Triliun untuk Ukraina dari Bunga Aset Rusia

News | Senin, 10 Maret 2025 | 12:35 WIB

Tragedi di Ukraina, Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang Termasuk 5 Anak-Anak!

Tragedi di Ukraina, Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang Termasuk 5 Anak-Anak!

News | Sabtu, 08 Maret 2025 | 17:39 WIB

Timnas China Bertekad Gilas Arab Saudi, Indonesia Bisa Kena Imbasnya?

Timnas China Bertekad Gilas Arab Saudi, Indonesia Bisa Kena Imbasnya?

Your Say | Sabtu, 08 Maret 2025 | 16:10 WIB

Rusia Murka: Prancis dan Inggris Kirim "Pasukan Penjaga Perdamaian" ke Ukraina?

Rusia Murka: Prancis dan Inggris Kirim "Pasukan Penjaga Perdamaian" ke Ukraina?

News | Sabtu, 08 Maret 2025 | 15:48 WIB

Terkini

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:31 WIB

Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut

Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:26 WIB

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:16 WIB

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:01 WIB