Novel Baswedan Ungkap Percakapan Rahasia dengan Hasto Soal Pelemahan KPK

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Selasa, 11 Maret 2025 | 10:26 WIB
Novel Baswedan Ungkap Percakapan Rahasia dengan Hasto Soal Pelemahan KPK
Tangkap Layar Youtube Bambang Widjojanto

Suara.com - Rumor dilemahkan hingga dibubarkannya lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terdengar langsung di telinga Eks Penyidik KPK Periode 2007-2021, Novel Baswedan.

Dalam perbincangannya di podcast Eks Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Novel mengaku bahwa banyak mendengar informasi soal siapa yang akan melemahkan KPK.

Novel mengatakan bahwa dirinya banyak mendengar nama Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang menjadi dalang di balik melemahnya KPK.

Informasi-informasi yang diterima Novel tersebut membuatnya terus bertanya dalam hati, apa alasan terbesar Hasto dan rekan-rekannya di PDIP.

“Ketika KPK dilemahkan, saya yakin itu disengaja dilemahkan bahkan mau dihilangkan di tengah kondisi negara yang praktik korupsi itu banyak, inikan membingungkan,” ujar Novel, dikutip dari youtube Bambang Widjojanto, Senin (10/3/25).

Momen pertemuan Novel dengan Hasto di sebuah acara menjadi kesempatan yang luar biasa untuk Novel.

Tanpa basa-basi, Novel memanfaatkan posisi duduknya yang berdekatan dengan Hasto untuk memperoleh informasi.

“Saya banyak informasi yang masuk bahwa Pak Hasto adalah salah satu orang yang ikut dalam upaya itu, dan juga bisa jadi beberapa rekannya di PDIP,” ujar Novel.

“Maka ketika bertemu saya bertanya, kenapa sih KPK kok direncanakan akan dibubarkan atau dibelenggu dan dilemahkan seperti sekarang, terus kalau mau dibubarkan punya rencana apa ke depan? Apakah korupsi itu memang tidak ingin diberantas?,” sambungnya.

Pertanyaan Novel tersebut justru langsung dibantah oleh Hasto. Dalam percakapannya, Hasto mengatakan bahwa bukan dirinya dalang di balik itu semua.

Novel sontak semakin terkejut lagi ketika Hasto menyebutkan nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Waktu itu dijawab, ‘bukan, bukan saya, ini pak Jokowi bukan saya, kami itu cuman ketempuan aja,’ gitulah kurang lebih,” cerita Novel.

Sementara itu Novel menyebut soal klarifikasi dari Hasto. Menurut fakta yang diketahui Novel, usulan tersebut adalah murni dari DPR dan Fraksi PDIP.

“Tapi kalau melihat dari faktanya kan usulannya dari DPR, dan katanya DPR nya pun dari fraksi PDIP, tapi kan hal itu mesti ditelusuri,” Ujarnya.

Soal dilemahkan bahkan hingga dibubarkan menurut Novel sebagai Eks Penyidik KPK bukanlah masalah yang besar. Asalkan, Lembaga untuk memberantas korupsi tersebut bisa digantikan dengan yang lain, sehingga pemberantasan korupsi di Indonesia tetap berjalan.

“Tapi bagi saya yang harus ditekankan kalau memang mau dilemahkan, kedepannya punya rencana apa untuk memberantas korupsi? Memberantas korupsi itu mestinya menjadi domain kepentingan negara,” sebutnya.

Rekam Jejak Novel Baswedan

Novel Baswedan adalah mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikenal karena rekam jejaknya dalam menangani kasus-kasus korupsi besar di Indonesia.

Novel Baswedan bergabung dengan KPK pada tahun 2007 sebagai penyidik yang ditugaskan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia pun sempat terlibat dalam penanganan berbagai kasus korupsi penting, termasuk kasus korupsi simulator SIM yang melibatkan pejabat kepolisian.

Namun pria yang dikenal sebagai penyidik yang tegas dan berani dalam mengungkap kasus-kasus korupsi menjadi korban penyiraman air keras yang menyebabkan kerusakan parah pada matanya.

Serangan ini diduga terkait dengan pekerjaannya sebagai penyidik KPK. Kasus ini mendapat perhatian luas dari publik dan menimbulkan kontroversi terkait penanganan dan pengungkapan pelakunya.

Keluar dari KPK

Setelah tidak lagi bertugas di KPK, Novel Baswedan tetap aktif dalam upaya pemberantasan korupsi dengan bergabung dengan Satgasus Pencegahan Korupsi Polri.

Dalam perannya ia juga sering memberikan pandangan dan kritiknya terhadap perkembangan pemberantasan korupsi di Indonesia termasuk soal perkembangan KPK, termasuk dalam hal seleksi pimpinan KPK.

Ia kerap menekankan pentingnya independensi dan integritas KPK dalam menjalankan tugasnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Digeledah KPK, Begini Koleksi Kendaraan Ridwan Kamil

Rumah Digeledah KPK, Begini Koleksi Kendaraan Ridwan Kamil

Otomotif | Selasa, 11 Maret 2025 | 10:17 WIB

KPK Tetapkan 5 Tersangka, Kasus Bank BJB Terkait Pengadaan Iklan

KPK Tetapkan 5 Tersangka, Kasus Bank BJB Terkait Pengadaan Iklan

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 10:15 WIB

Pemilihan Pimpinan DPD Dilaporkan ke KPK, Yorrys Raweyai Tantang Pelapor: Jangan Bicara Saja, Buktikan!

Pemilihan Pimpinan DPD Dilaporkan ke KPK, Yorrys Raweyai Tantang Pelapor: Jangan Bicara Saja, Buktikan!

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 07:28 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB