Siap Jadi Juara Di Dunia: Mengapa AI Melesat Sangat Pesat di China?

Bimo Aria Fundrika | BBC | Suara.com

Rabu, 12 Maret 2025 | 14:03 WIB
Siap Jadi Juara Di Dunia: Mengapa AI Melesat Sangat Pesat di China?
Ilustrasi Artificial Intelligence (Freepik/phonlamaistudio)

Suara.com - China ingin jadi raksasa AI pada 2030. Ambisi ini bukan tanpa tantangan. DeepSeek, chatbot buatan China yang mencuri perhatian dunia Januari lalu. Tapi itu hanyalah awal.

Pemerintah menggelontorkan dana besar untuk perusahaan AI. Saat ini, lebih dari 4.500 perusahaan berlomba mengembangkan teknologi ini.

Di Beijing, sekolah-sekolah mulai mengajarkan AI ke anak-anak. Universitas pun menambah kuota mahasiswa jurusan AI.

Ilustrasi DeepSeek. [Pexels]
Ilustrasi DeepSeek. [Pexels]

Sejak 2017, Partai Komunis menegaskan AI sebagai "kekuatan pendorong utama" kemajuan negara.

Presiden Xi Jinping bertaruh besar di bidang ini, terutama di tengah perlambatan ekonomi dan ketegangan dagang dengan AS.

Beijing mengalokasikan 10 triliun yuan (Rp16 kuadriliun) untuk AI dalam 15 tahun ke depan. Pendanaan ini semakin digenjot setelah AS memperketat kontrol ekspor chip canggih dan menambah daftar hitam perusahaan China.

Namun, perusahaan China menunjukkan ketangguhannya.

DeepSeek membuktikan bahwa mereka bisa bersaing, bahkan mengejutkan Silicon Valley. Salah satu perusahaan yang mencuri perhatian adalah SenseRobot, milik Tommy Tang. Robot catur buatannya bahkan berhasil mengalahkan Grand Master.

Tang bercerita, banyak pelanggan mengira perusahaannya berasal dari AS atau Eropa. Mereka terkejut saat tahu SenseRobot buatan China.

Kini, produknya sudah terjual lebih dari 100.000 unit dan masuk ke jaringan Costco di AS.

Di Balik Kesuksesan AI China?

Kesuksesan AI China tak lepas dari generasi mudanya. Pada 2020, lebih dari 3,5 juta mahasiswa lulus di bidang STEM—terbanyak di dunia. Beijing ingin memanfaatkan ini untuk memacu inovasi.

"Di era AI, kami punya banyak insinyur berbakat dan pekerja keras," kata Abbott Lyu, wakil presiden Whalesbot, perusahaan mainan AI di Shanghai.

Perusahaan ini mengembangkan mainan yang mengajarkan anak-anak belajar coding sejak usia tiga tahun.

Sementara itu, enam perusahaan AI terkemuka China kini dijuluki "Enam Naga Kecil," termasuk DeepSeek, Unitree Robotics, dan BrainCo.

Kekhawatiran Di Baliknya

Pameran AI di Shanghai baru-baru ini menjadi ajang unjuk gigi. Robot pencarian dan penyelamatan, hingga robot anjing yang bisa salto, tampil di sana. Bahkan, ada pertandingan sepak bola robot humanoid.

Namun, di balik euforia ini, ada kekhawatiran. AI butuh data, dan China punya keunggulan dengan satu miliar pengguna ponsel.

Negara-negara Barat khawatir data dari aplikasi China seperti DeepSeek dan TikTok bisa diakses pemerintah. Beberapa negara pun mulai melarang penggunaan aplikasi ini.

China menyadari tantangan ini. Meski begitu, perusahaan AI-nya tetap percaya diri. Mereka berfokus pada inovasi hemat biaya.

Presiden China Xi Jinping (Instagram)
Presiden China Xi Jinping (Instagram)

DeepSeek mengklaim bisa menyaingi ChatGPT dengan biaya lebih rendah—sebuah kejutan di industri AI.

Bagi Beijing, AI bukan sekadar teknologi. Ini adalah jalan menuju kemandirian.

Presiden Xi menekankan pentingnya "kemandirian teknologi," termasuk dalam produksi chip canggih. China tak ingin bergantung pada AS.

Namun, bagi China perjalanan ini masih panjang. Beijing Daily menegaskan, China belum jadi penguasa AI. Mereka masih dalam mode "mengejar ketertinggalan."

Xi Jinping tahu, ini bukan sprint. Ini maraton. Ia berharap bahwa kelak China akan menjadi juara. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teknologi Keamanan Kian Maju, HID Hadirkan Kredensial Seluler Biometrik dan AI

Teknologi Keamanan Kian Maju, HID Hadirkan Kredensial Seluler Biometrik dan AI

Tekno | Rabu, 12 Maret 2025 | 10:24 WIB

Terungkap Peluang dan Tantangan AI Bagi Pendorong Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Terungkap Peluang dan Tantangan AI Bagi Pendorong Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Tekno | Selasa, 11 Maret 2025 | 05:22 WIB

Percaya Nggak Sih, Kalau Kita Lebih Pintar dari AI?

Percaya Nggak Sih, Kalau Kita Lebih Pintar dari AI?

Your Say | Minggu, 09 Maret 2025 | 16:25 WIB

Terkini

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:30 WIB

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:25 WIB

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:23 WIB

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:21 WIB

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:14 WIB