Mengapa Ketupat Identik dengan Idul Fitri? Ini Makna dan Asal Mula Tradisinya

Eliza Gusmeri

Rabu, 12 Maret 2025 | 18:08 WIB
Mengapa Ketupat Identik dengan Idul Fitri? Ini Makna dan Asal Mula Tradisinya
Ilustrasi ketupat, hidangan yang identik dengan Idul Fitri [ilustrasi]

Suara.com - Setiap kali perayaan Idul Fitri atau Lebaran, ketupat selalu menjadi sajian khas yang hampir tak pernah absen di meja makan masyarakat Indonesia.

Hidangan lebaran ini terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda atau janur ini bukan hanya sekadar pelengkap bagi opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati, tetapi juga menyimpan filosofi yang mendalam yang telah mengakar kuat dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Namun, apa sebenarnya yang membuat ketupat begitu identik dengan perayaan Lebaran?

Untuk memahami fenomena ini, kita perlu menelusuri sejarah, simbolisme, dan alasan praktis mengapa ketupat menjadi makanan wajib saat Idulfitri.

Sejarah dan Tradisi: Dari Sunan Kalijaga hingga Tradisi Agraris

Secara historis, ketupat dipercaya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15.

Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media dakwah yang dikaitkan dengan ajaran Islam.

Ketupat dianggap sebagai simbol dari "Ngaku Lepat" yang dalam bahasa Jawa berarti mengakui kesalahan, sesuai dengan semangat Lebaran sebagai momen saling memaafkan dan memperbaiki diri.

Namun, ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa tradisi ketupat sudah ada sebelum masuknya Islam.

baca juga

Pada masa itu, ketupat dianggap sebagai simbol kesuburan dan keberlimpahan dalam tradisi masyarakat agraris yang mensyukuri hasil panen.

Setelah Islam menyebar di Indonesia, makna ketupat kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Islam tanpa menghilangkan unsur-unsur lokal yang sudah ada.

Simbolisme dan Filosofi Ketupat

Ketupat, hidangan lebaran [pinterest]
Ketupat, hidangan lebaran [pinterest]


Ketupat bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga sebuah simbol yang mengandung berbagai filosofi mendalam.

Berikut beberapa simbolisme dari ketupat yang membuatnya identik dengan Lebaran:

Anyaman Janur yang Rumit: Proses menganyam daun kelapa muda menjadi ketupat melambangkan kompleksitas kehidupan manusia yang penuh dengan kesalahan dan kekurangan.

Namun, setelah ketupat dibuka, akan tampak isi nasi yang putih bersih, yang melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah menjalani puasa Ramadhan.

Proses Memasak yang Lama: Ketupat dimasak dengan cara direbus dalam waktu yang cukup lama. Hal ini mengajarkan kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi segala cobaan selama bulan puasa.

Bentuk yang Simetris: Bentuk ketupat yang sempurna dan simetris menggambarkan keseimbangan dan kesempurnaan dalam menjalani ibadah serta kehidupan sehari-hari.

Ungkapan "Ngaku Lepat": Dalam tradisi Jawa, ketupat dikaitkan dengan ungkapan "Ngaku Lepat" yang berarti mengakui kesalahan.

Hidangan ini menjadi simbol permohonan maaf di Hari Raya, sejalan dengan esensi Lebaran itu sendiri.

Alasan yang Mendukung Popularitas Ketupat
Selain nilai filosofi yang mendalam, ketupat juga disukai karena alasan praktis.

Ketupat dapat bertahan cukup lama sehingga cocok dibawa ketika bersilaturahmi dari satu rumah ke rumah lain.

Selain itu, rasa ketupat yang netral membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai jenis lauk khas Lebaran, seperti opor ayam, rendang, gulai, dan sambal goreng ati.

Ketupat juga menjadi simbol kebersamaan dan kesederhanaan.

Proses membuat ketupat yang melibatkan seluruh anggota keluarga memperkuat nilai gotong-royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Ketupat menjadi identik dengan Lebaran bukan hanya karena kelezatannya sebagai makanan, tetapi juga karena ia mengandung nilai-nilai budaya, religius, dan sosial yang sangat dalam.

Mulai dari simbolisme "Ngaku Lepat" hingga proses pembuatannya yang melambangkan kesabaran, ketupat adalah bagian penting dari tradisi Lebaran yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keutamaan Membaca Takbir Saat Idul Fitri 2025

Keutamaan Membaca Takbir Saat Idul Fitri 2025

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 17:51 WIB

Orang yang Tidak Puasa Bolehkah Ikut Lebaran? Ini Penjelasannya

Orang yang Tidak Puasa Bolehkah Ikut Lebaran? Ini Penjelasannya

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 17:33 WIB

Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri 2025, Begini Cara Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah

Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri 2025, Begini Cara Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 17:28 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×