Dalam dunia hukum bisnis, Bono Daru Adji pernah menjadi penasihat utama dalam berbagai transaksi besar, termasuk IPO GoTo, merger Gojek-Tokopedia, dan akuisisi TikTok-Tokopedia senilai 1,5 miliar dolar AS.
Ia juga masuk dalam Hall of Fame The Legal 500, dinobatkan sebagai Elite Practitioner oleh AsiaLaw, dan meraih penghargaan Managing Partner of the Year dari ALB pada tahun 2018 dan 2021.
Stefanus Ade Hadiwidjaja memiliki keahlian di bidang pengelolaan aset dan strategi investasi di berbagai sektor.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Universitas Pelita Harapan (2002) sebelum memperoleh gelar Master of Business Administration dari The Wharton School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat (2010).
Saat ini, Stefanus Ade Hadiwidjaja menjabat sebagai Chief Investment Officer di Indonesia Investment Authority (INA) sejak 2021.
![Stefanus Ade Hadiwidjaja. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/24/22657-stefanus-ade-hadiwidjaja.jpg)
Sebelumnya, ia pernah menjadi Managing Director, Head of Indonesia & Singapore di Creador (2013–2021) dan Acting CEO di Simba Indosnack (2016–2020). Kariernya juga mencakup pengalaman di Boston Consulting Group, Arghajata, Skha Consulting, IBM, dan Federal International Finance.
Sepanjang perjalanan kariernya, Stefanus Ade Hadiwidjaja telah memimpin investasi lebih dari 3 miliar dolar AS dalam kurun waktu 2,5 tahun.
Ia bekerja sama dengan berbagai mitra strategis global, termasuk ADIA dan GIC, serta memiliki fokus utama pada investasi di sektor kesehatan, infrastruktur, dan pasar menengah regional.
Struktur Kepengurusan Danantara
Struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi diumumkan. Nama-nama besar seperti Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masuk dalam jajaran Dewan Pengarah Danantara, yang dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani sebagai Kepala BPI Danantara.
Dalam konferensi pers di Financial Hall Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (24/3/2025), Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa pemilihan pengurus dilakukan melalui seleksi ketat. Ia bersama Direktur Operasional Dony Oskaria dan Direktur Investasi Pandu Patria Sjahrir mengakui bahwa proses ini tidak mudah.
"Ternyata untuk mendapatkan orang-orang yang baik, terpilih, memiliki kompetensi, serta rekam jejak yang bersih tidaklah mudah," ujar Rosan.
Untuk memastikan kualitas kepengurusan, Rosan menyebut bahwa timnya dibantu oleh perusahaan perekrutan profesional dari dalam dan luar negeri.
Seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap pengurus memiliki keahlian dan visi yang sama dalam memajukan BPI Danantara.
"Kami melakukan wawancara satu per satu untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya memiliki keahlian di bidangnya, tetapi juga memiliki dedikasi dalam mengabdi kepada negara," lanjutnya.
Berikut susunan kepengurusan BPI Danantara:
Kepala BPI Danantara/CEO:
- Rosan Perkasa Roeslani
Direktur Holding Operasional/COO:
- Dony Oskaria
Direktur Holding Investasi/CIO:
- Pandu Patria Sjahrir
Dewan Pengawas:
- Erick Thohir
- Muliaman D Hadad
- Para Menteri Koordinator
- Prasetyo Hadi
- Sri Mulyani Indrawati
Dewan Pengarah:
- Joko Widodo (Jokowi)
- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
- Mantan Wakil Presiden
- Ray Dalio
- Helman Sitohang
- Jeffrey Sachs
- F Chapman Taylor
- Thaksin Shinawatra
Komite Pengawasan dan Akuntabilitas:
- Ketua PPATK
- Ketua KPK
- Ketua BPK
- Ketua BPKP
- Kapolri
- Jaksa Agung
Managing Director:
- Managing Director Legal: Robertus Bilitea
- Managing Director Risk and Sustainability: Lieng Seng Wee
- Managing Director Finance: Arief Budiman
- Managing Director Treasury: Ali Setiawan
- Managing Director Global Relation and Governance: Mohammad Al Arief
- Managing Director Stakeholder Management: Rohan Hafas
- Managing Director Internal Audit: Ahmad Hidayat
- Managing Director Human Resource: Sanjay Bharwani
- Managing Director/Chief Economist: Reza Siregar
- Managing Director Head of Office: Ivy Santoso
- Risk Committee: John Prasetio
- Investment and Portfolio Committee: Yup Kim
Kehadiran Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam struktur Dewan Pengarah Danantara menjadi perhatian publik. Menurut Rosan, keputusan ini telah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kami meminta dan Alhamdulillah saat ini sudah disetujui, ada Bapak Joko Widodo (Jokowi) dan juga Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Dewan Pengarah," ujar Rosan.
Ia menambahkan, pengalaman keduanya selama masing-masing 10 tahun memimpin Indonesia akan memberikan kontribusi positif bagi BPI Danantara.
"Dengan pengalaman mereka memimpin negara selama satu dekade, tentunya akan memberikan kontribusi besar terhadap arah pengelolaan investasi di BPI Danantara ke depannya," katanya.