Harga Emas Meroket 39,4 Persen dalam Setahun, Tapi Cadangan BI Stagnan Selama 7 Tahun

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 25 Maret 2025 | 12:35 WIB
Harga Emas Meroket 39,4 Persen dalam Setahun, Tapi Cadangan BI Stagnan Selama 7 Tahun
Ilustrasi Emas batangan. (Unsplash)

Suara.com - Harga emas terus mengalami kenaikan drastis selama 54 tahun terakhir, dengan peningkatan hampir 100 kali lipat.

Terkait itu, Ekonom dari INDEF Abdul Hakam Naja menyebutkan kalau kenaikan emas makin terasa dalam setahun terakhir, dengan lonjakan mencapai 39,40 persen dari Maret 2024 hingga Maret 2025.

"Kenaikan ini terjadi karena kondisi ekonomi global yang tidak stabil dan ketegangan geopolitik di berbagai negara," kata Abdul dalam keterangannya, dikutip Selasa (25/3/2025).

Namun dalam industri emas global, Abdul menyebutkan kalau bisnis itu dikuasai oleh dua kelompok besar. Yakni, World Gold Council (WGC) yang beranggotakan perusahaan-perusahaan tambang emas.

Serta London Bullion Market Association (LBMA) yang berisi lembaga perbankan yang berperan dalam pasar emas terbesar di dunia.

Sementara itu pembelian emas global sepanjang tahun 2024 kata dia, mencapai 337 ton, dengan Polandia sebagai pembeli terbesar sebanyak 90 ton. Lebih besar dari total cadangan emas Bank Indonesia yang tetap 78,5 ton selama tujuh tahun terakhir.

Ilustrasi emas. (Istimewa)
Ilustrasi emas batangan global. (Istimewa)

Abdul menjelaskan bahwa emas memiliki peran strategis dalam ekonomi, termasuk meningkatkan tabungan masyarakat, mengurangi defisit perdagangan luar negeri, serta memperkuat likuiditas sistem keuangan.

"Bank emas dapat menjalankan berbagai kegiatan usaha seperti penyimpanan emas terstandarisasi, pembiayaan berbasis emas, perdagangan, serta penitipan dengan skema imbal jasa," tuturnya.

Namun, dia juga mengingatkan kalau risiko manipulasi pasar juga menjadi perhatian serius. Contohnya adalah kasus JP Morgan, yang terbukti melakukan manipulasi harga emas dan perak dengan cara spoofing pada 2008–2016. Praktik ini menimbulkan kerugian besar di pasar global.

baca juga

"Oleh karena itu, pengawasan ketat dan berlapis terhadap bank emas sangat diperlukan agar dapat beroperasi dengan baik serta terhindar dari penyimpangan dan fraud," sarannya.

Emas Antam Turun

Sementara itu, harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat hari ini, Selasa (25/3) tercatat turun cukup dalam setelah selama sepekan terus mengalami kenaikan.

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Selasa ini penurunan Rp6.000 dari semula Rp1.765.000 menjadi Rp1.759.000 per gram.

Emas Antam. (Foto: Antaranews.com)
Emas Antam. (Foto: Antaranews.com)

Adapun harga jual kembali atau buyback emas batangan turut turun menjadi Rp1.610.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Kemudian untuk penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp929.500.
  • Harga emas 1 gram: Rp1.759.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp3.458.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp5.162.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp8.570.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp17.085.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp42.587.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp85.095.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp170.112.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp425.015.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp849.820.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.699.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Tiba-tiba Tergelincir Jadi Rp1.759.000/Gram

Harga Emas Antam Tiba-tiba Tergelincir Jadi Rp1.759.000/Gram

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2025 | 09:12 WIB

Asing "Mudik" Duluan, Gondol Uang Triliunan dari RI

Asing "Mudik" Duluan, Gondol Uang Triliunan dari RI

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 14:31 WIB

Jangan Sampai Kehabisan! Cara Tukar Uang Baru di PINTAR BI untuk Lebaran 2025

Jangan Sampai Kehabisan! Cara Tukar Uang Baru di PINTAR BI untuk Lebaran 2025

Lifestyle | Senin, 24 Maret 2025 | 14:00 WIB

Seminggu Jelang Lebaran, Harga Emas Antam Masih Meroket

Seminggu Jelang Lebaran, Harga Emas Antam Masih Meroket

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 09:49 WIB

Terkini

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

×