Tragis! Seorang Guru Yoga Dikubur Hidup-hidup Karena Selingkuh dengan Istri Orang

Bella

Rabu, 26 Maret 2025 | 09:08 WIB
Tragis! Seorang Guru Yoga Dikubur Hidup-hidup Karena Selingkuh dengan Istri Orang
Ilustrasi kuburan/makam. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria bernama Hardeep di Rohtak, Haryana, tega mengubur hidup-hidup penyewa rumahnya, Jagdeep, seorang guru yoga, setelah mengetahui bahwa Jagdeep berselingkuh dengan istrinya. 

Kejahatan mengerikan ini terungkap setelah polisi menemukan jasad korban pada Senin, 24 Maret 2025, menyusul penyelidikan panjang atas kasus hilangnya Jagdeep sejak Desember tahun lalu.

Menurut keterangan polisi, Hardeep merencanakan pembunuhan ini dengan cermat. Ia membayar beberapa temannya untuk menggali lubang sedalam 7 kaki di sebuah ladang di desa Pantavas, Charkhi Dadri. Ia dalih bahwa lubang tersebut akan digunakan sebagai sumur bor. 

Ilustrasi selingkuh (Pexels/Asad Maldives)
Ilustrasi selingkuh (Pexels/Asad Maldives)

Pada 24 Desember 2024, Hardeep bersama komplotannya menculik Jagdeep, yang berasal dari desa Mandothi, distrik Jhajjar, saat korban pulang dari tempat kerjanya di Universitas Baba Mastnath, Rohtak.

Jagdeep kemudian diikat tangan dan kakinya, dipukuli, dan dibawa ke lokasi lubang yang telah disiapkan. 

Di sana, mulutnya dilakban agar tak bisa berteriak, sebelum akhirnya dilempar ke dalam lubang dan ditimbun hidup-hidup dengan lumpur. Kebrutalan pembunuhan ini baru terkuak tiga bulan kemudian berkat kerja keras kepolisian setempat.


Penyelidikan dan Penemuan Jasad

Kasus ini bermula dari laporan orang hilang yang diajukan ke Polisi Shivaji Colony pada 3 Januari 2025. 

Awalnya, polisi kesulitan menemukan petunjuk, hingga mereka memeriksa catatan panggilan telepon Jagdeep. 

baca juga

Dari sana, polisi mendapatkan bukti yang mengarah pada Hardeep dan salah satu rekannya, Dharampal. Keduanya ditahan, dan setelah diinterogasi, mereka mengakui perbuatan mereka serta mengungkap lokasi penguburan jasad Jagdeep.

Jasad korban akhirnya ditemukan pada Senin, 24 Maret 2025, tepat tiga bulan setelah pembunuhan. 

Kepala Unit Badan Investigasi Kejahatan, Kuldeep Singh, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk menangkap tersangka lain yang terlibat. 
“Otopsi telah dilakukan, dan kami sedang menunggu hasil laporannya,” ujar Singh.

Kasus ini telah mengguncang masyarakat setempat, menyoroti dampak tragis dari konflik pribadi yang berujung pada tindakan keji. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga semua pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Berikut adalah beberapa kasus kriminal serupa di India yang melibatkan pembunuhan brutal dengan motif pribadi seperti perselingkuhan atau dendam, berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini:


Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Chhawla (2012)

Seorang wanita berusia 19 tahun dari Delhi diculik, diperkosa secara brutal, dan dibunuh di sebuah ladang di Haryana. 

Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, menunjukkan tingkat kekerasan yang ekstrem. 

Tiga pria awalnya dijatuhi hukuman mati pada 2014, tetapi pada 2022, Mahkamah Agung India membebaskan mereka karena kurangnya bukti yang meyakinkan. 

Kasus ini menimbulkan kontroversi besar dan sorotan terhadap sistem peradilan di India.


Pemerkosaan dan Pembunuhan Bus Delhi (2012)

Seorang mahasiswi fisioterapi berusia 23 tahun, yang kemudian dikenal sebagai "Nirbhaya," diperkosa secara beramai-ramai oleh enam pria di dalam bus yang bergerak di New Delhi. 

Korban disiksa dengan kejam, termasuk menggunakan benda tajam, sebelum dibuang di pinggir jalan. Ia meninggal dua minggu kemudian akibat luka parah. 

Kasus ini memicu protes nasional dan mendorong perubahan hukum terkait kekerasan seksual di India. Empat pelaku dieksekusi mati pada 2020.


Kasus Hyderabad (2019)

Seorang dokter hewan berusia 27 tahun diperkosa beramai-ramai dan dibakar hidup-hidup oleh empat pria di Hyderabad. 

Jasadnya ditemukan di bawah jembatan layang dalam kondisi hangus. Keempat tersangka kemudian ditembak mati oleh polisi dalam sebuah insiden yang diklaim sebagai "upaya pelarian," memicu debat tentang keadilan di luar hukum. 

Motifnya diduga berkaitan dengan kekerasan seksual oportunistik, namun kasus ini menunjukkan pola pembunuhan brutal.


Pembunuhan di Mewat, Haryana (2016)

Seorang wanita berusia 20 tahun dan sepupunya yang berusia 14 tahun diperkosa oleh empat pria di Haryana. 

Paman dan bibi mereka juga dibunuh karena tuduhan palsu bahwa keluarga tersebut mengonsumsi daging sapi, yang dianggap tabu di wilayah itu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Tersangka KPK, Eks Pejabat Kemenag Wisnu Haryana Ngaku Dicecar Penyidik soal Aliran Duit SYL

Jadi Tersangka KPK, Eks Pejabat Kemenag Wisnu Haryana Ngaku Dicecar Penyidik soal Aliran Duit SYL

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 20:23 WIB

Semakin Populer, Pengajar Ini Menyediakan Kelas Online bagi Pecinta Yoga

Semakin Populer, Pengajar Ini Menyediakan Kelas Online bagi Pecinta Yoga

Press Release | Senin, 10 Juli 2023 | 11:00 WIB

Om Prakash, Buronan Paling Dicari Polisi India  Pernah Bermain di 28 Film

Om Prakash, Buronan Paling Dicari Polisi India Pernah Bermain di 28 Film

News | Senin, 08 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Terkini

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

×