Riau Jadi Provinsi Kedua Tertinggi Terjadi PHK

Suhardiman

Senin, 07 April 2025 | 13:32 WIB
Riau Jadi Provinsi Kedua Tertinggi Terjadi PHK
Ilustrasi PHK (freepik.com/freepik)

Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 18 ribu lebih pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) per Februari 2025.

Jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaannya meningkat tajam sekitar 15.285 orang jika dibandingkan Januari 2025 sekitar 3.325 orang.

"Pada periode Januari sampai Februari tahun 2025 terdapat 18.610 orang tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan," tulis Kementerian Ketenagakerjaan dalam data di situs Satu Data Kemnaker, dilihat Senin (7/4/2025).

Dalam data tersebut, Jawa Tengah (Jateng) menjadi provinsi terbesar penyumbang PHK, dan posisi kedua diikuti Riau.

Pada Januari 2025, di Provinsi Riau terdapat 323 orang yang terkena PHK. Namun, pada Februari 2025, jumlahnya orang yang terkena PHK bertamba hingga mencapai 3.530 orang.

Berikut daftar pekerja yang terkena PHK di sejumlah provinsi:

  • Sumatera Utara 2 orang
  • Sumatera Barat 2 orang
  • Riau 3.530 orang
  • Sumatera Selatan 25 orang
  • Bangka Belitung 3 orang
  • Kepulauan Riau 67 orang
  • Jakarta 2.650 orang
  • Jawa Barat 23 orang
  • Jawa Tengah 10.677 orang
  • Jawa Timur 978 orang
  • Banten 411 orang
  • Bali 87 orang
  • Kalimantan Tengah 72 orang
  • Sulawesi Selatan 77 orang
  • Sulawesi Tenggara 6 orang

Data Lapangan 60 Ribu

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat ada 60 ribu buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang dua bulan pertama 2025.

Data berdasarkan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KSPI dan Partai Buruh berbeda dari data yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, 60 ribu korban PHK tersebut masuk ke dalam setidaknya 50 perusahaan. Sedangkan dari 50 perusahaan itu, Said mengatakan 15 perusahaan di antaranya dinyatakan pailit.

"Tercatat lebih dari 60 ribu orang ter-PHK, termasuk di dalamnya adalah PT Sritex, tapi tidak termasuk anak perusahaannya," kata Said, dalam konfrensi pers beberapa waktu lalu.

Temuan KSPI dan Partai Buruh mencatat sejumlah perusahaan yang dinyatakan pailit dan memutus hubungan kerja terhadap ratusan hingga ribuan pekerjanya.

Said menilai, fenomena ini merupakan hal yang harus ditangani dengan serius oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Dengan pemerintah yang mau turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini, diharapkan badai PHK bisa dicegah dan diatasi pada sisa tahun 2025.

"Kami meminta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker, Yassierli) untuk turun tangan dengan membentuk Satgas PHK. Karena dalam catatan KSPI dan litbang Partai Buruh, PHK sudah menembus angka 60 ribu sepanjang dua bulan pertama 2025," kata Said.

6 Perusahaan Dunia Putuskan PHK di Bulan Maret

Berikut 6 perusahaan yang terus memastikan melakukan PHK pada karyawan di bulan Maret:

1. Google

Google memutuskan untuk memutus hubungan kerja dengan karyawannya. Keputusan ini dilakukan sebagai bagian dari reorganisasi internal.
Perusahaan akan menawarkan program keluar sukarela kepada karyawan penuh waktu yang berbasis di AS di Operasi SDM, divisi hubungan manusia Google, mulai awal Maret.

Kepala keuangan Anat Ashkenazi mengatakan salah satu prioritas utamanya adalah mendorong lebih banyak pemotongan biaya saat Google memperluas pengeluarannya untuk infrastruktur AI pada tahun 2025.

Karyawan yang berada di level 4 dan level 5 dapat menerima pesangon selama 14 minggu gaji dan satu minggu tambahan untuk setiap tahun penuh layanan.

2. HSBC

HSBC mengambil langkah drastis dengan mengumumkan rencana penghematan biaya sebesar USD1,5 miliar atau setara Rp23 triliun hingga akhir tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Namun, di balik upaya penghematan besar-besaran ini, bayang-bayang pengurangan karyawan menghantui. Langkah efisiensi yang diambil HSBC diperkirakan akan berdampak pada ribuan karyawan di berbagai divisi dan lokasi.

Grup tersebut mengatakan akan berupaya mengurangi biaya staf hingga karyawan globalnya. Adapun pengurangan karyawan ini mencapai 8 persen. Beberapa jabatan manajer senior yang berada di divisi korporat dan institusional grosir akan menjadi sasaran untuk di PHK.

HSBC pun memperingatkan bahwa kantor pusat di Inggris kemungkinan akan menanggung beban terbesar dari pemutusan hubungan kerja. Namun perusahaan menolak memberikan rincian tentang berapa banyak pekerjaan yang akan dipangkas, atau memberikan rincian berdasarkan negara.

3. Village Roadshow Entertainment Group

Village Roadshow Entertainment Group, perusahaan produksi film di balik waralaba seperti The Matrix, Joker, dan Ocean's telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS. Hal ini berdasarkan laporan pengajuan ke pengadilan Delaware. Perusahaan tersebut menyalahkan masalah keuangannya pada pertikaian hukum dengan mantan mitranya Warner Bros (WB).

Serta usaha yang gagal dan sering membuat produksi film ataupun serial mahal tapi tidak menguntungkan. Untuk itu mengurangi sebagian masalah keuangannya, Village Roadshow mengusulkan untuk menjual perpustakaan filmnya yang luas seharga USD365 juta.

4. Northvolt

Pembuat baterai Northvolt telah mengajukan kebangkrutan di Swedia. Hal ini menyusul kegagalan pembicaraan dengan investor mengenai paket penyelamatan potensial.

Northvolt adalah perusahaan rintisan dengan pendanaan terbaik di Eropa setelah didirikan pada tahun 2016. Adapun perusahaan itu berupaya mengurangi ketergantungan pada baterai Tiongkok untuk kendaraan listrik.

Pengajuan kebangkrutan menandai akhir yang menyedihkan bagi ambisi perusahaan. Dikabarkan 5.000 ribu karyawan akan mengalami PHK.

5. Nissan Motor

Nissan Motor Co akan menyederhanakan struktur manajemen puncaknya. Hal ini akan memangkas posisi sebanyak 20 persen. Pemangkasan karyawan ini  dikarenakan keputusan yang efisien sebagai bagian dari upaya pemulihannya.

6. Forever 21

Forever 21 segera menutup operasinya di AS setelah perusahaan operasi merek tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan. Perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa toko dan situs webnya di AS akan tetap buka saat memulai proses penutupan.

Perusahaan berencana untuk menghentikan operasinya di AS, yang berpotensi menyebabkan penutupan semua toko dan hilangnya banyak pekerjaan, termasuk PHK 358 karyawan di kantor pusatnya. Perusahaan berencana untuk menghentikan operasinya di AS, yang berpotensi menyebabkan penutupan semua toko dan hilangnya banyak pekerjaan, termasuk PHK 358 karyawan di kantor pusatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi

Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 19:33 WIB

Kemnaker Raih Terbaik II Anugerah Layanan Investasi 2026

Kemnaker Raih Terbaik II Anugerah Layanan Investasi 2026

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:38 WIB

Kasus ISPA Melonjak Akibat Karhutla, Bagaimana Pemerintah Seharusnya Bersikap?

Kasus ISPA Melonjak Akibat Karhutla, Bagaimana Pemerintah Seharusnya Bersikap?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:29 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 17:18 WIB

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Terkini

Prabowo Dorong Industri Tekstil Bangkit, Bea Cukai Diminta Tertibkan Impor yang Ganggu Produsen

Prabowo Dorong Industri Tekstil Bangkit, Bea Cukai Diminta Tertibkan Impor yang Ganggu Produsen

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:24 WIB

Banjir Bandang Solok, 1 Korban Ditemukan Meninggal-1Masih Dicari

Banjir Bandang Solok, 1 Korban Ditemukan Meninggal-1Masih Dicari

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 18:23 WIB

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:22 WIB

0819 Nomor Apa? Panduan Lengkap Mengenal Provider di Balik Awalan Ini

0819 Nomor Apa? Panduan Lengkap Mengenal Provider di Balik Awalan Ini

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 18:20 WIB

Setrika Cosmos Ada Model Apa Saja? Ini 11 Pilihan dengan Daya 400 Watt

Setrika Cosmos Ada Model Apa Saja? Ini 11 Pilihan dengan Daya 400 Watt

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:20 WIB

Pernah Buat Indonesia Tersingkir, Pelatih Singapura Tak Takut Hadapi Kevin Diks Cs di GBK

Pernah Buat Indonesia Tersingkir, Pelatih Singapura Tak Takut Hadapi Kevin Diks Cs di GBK

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 18:19 WIB

Surat Penetapan Eksekusi PN Padang Disobek, Pengadilan Lapor ke Polisi

Surat Penetapan Eksekusi PN Padang Disobek, Pengadilan Lapor ke Polisi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 18:16 WIB

Prabowo Minta Segera Tuntaskan IEU-CEPA

Prabowo Minta Segera Tuntaskan IEU-CEPA

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:14 WIB

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:13 WIB

Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi

Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi

Sulsel | Selasa, 22 September 2026 | 18:13 WIB

×