Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 14 Juli 2026 | 17:15 WIB
Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat
Foto sebagai ILUSTRASI: Sejumlah calon pekerja antre untuk memasuki ruangan Bursa Kerja 2023 di Mal Pesona Square, Depok, Jawa Barat, Senin (30/10/2023). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp]
baca 10 detik
  • Survei Bank Indonesia pada Juni 2026 mencatat penurunan indeks ekspektasi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja di Indonesia.
  • Persepsi negatif masyarakat dipicu oleh perlambatan aktivitas dunia usaha, meningkatnya angka PHK, serta ketidakpastian kondisi ekonomi global.
  • Pemerintah perlu menciptakan iklim usaha kondusif melalui regulasi yang konsisten untuk mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Suara.com - Optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja pada Juni 2026 melemah. Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan indeks ekspektasi lapangan kerja mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, meski masih bertahan di zona optimistis.

Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Imamudin Yuliadi, menilai hasil survei tersebut lebih mencerminkan persepsi publik terhadap kondisi ekonomi daripada gambaran riil pasar tenaga kerja.

Menurutnya, persepsi negatif itu muncul karena masyarakat melihat semakin banyak sinyal perlambatan aktivitas ekonomi.

"Masyarakat melihat ada sektor usaha yang mengalami perlambatan, bahkan penutupan. Di sisi lain, lapangan kerja formal belum mampu mengimbangi jumlah pencari kerja yang terus bertambah," kata Imam, dikutip, Selasa (14/7/2026).

Dipaparkan Imam, persepsi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.

Mulai dari melambatnya aktivitas dunia usaha, meningkatnya kasus PHK di berbagai sektor, hingga dinamika politik yang ikut menekan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap prospek ekonomi.

Ia menyebut masyarakat masih memandang lapangan kerja dari sisi sektor formal. Sementara itu, kemampuan sektor formal dalam menyerap tenaga kerja dinilai belum mampu mengejar laju pertumbuhan jumlah pencari kerja.

Menurut Imam, ekspektasi masyarakat pun kian tertekan oleh berbagai perkembangan global dan nasional.

Konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak, tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga dinamika politik dalam negeri dinilai memperburuk psikologis masyarakat dalam memandang peluang kerja.

baca juga

Gelombang PHK yang terjadi di sejumlah perusahaan semakin memperkuat kekhawatiran tersebut.

Kondisi itu memunculkan keraguan apakah dunia usaha masih memiliki kapasitas untuk membuka lapangan pekerjaan baru di tengah tekanan ekonomi.

"Kalau perusahaan yang sudah berjalan saja harus melakukan PHK, tentu masyarakat akan bertanya bagaimana peluang rekrutmen bagi pencari kerja baru," ujarnya.

Meski demikian, Imam menilai peluang penciptaan lapangan kerja di Indonesia masih terbuka lebar apabila pemerintah mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Kepastian regulasi dinilai menjadi faktor penting untuk mendorong investasi dan ekspansi dunia usaha.

Ia menyebut sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai program strategis pemerintah masih berpotensi menjadi motor penyerapan tenaga kerja.

Namun, potensi tersebut hanya akan terealisasi apabila diiringi kebijakan yang konsisten dan tata kelola yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

"Yang diperlukan adalah regulasi yang mampu memberikan kepastian dan optimisme kepada pelaku usaha. Jika program strategis dijalankan secara konsisten dengan tata kelola yang baik, lapangan kerja baru akan semakin banyak tercipta," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:15 WIB

Raksasa Mobil Ini Mau PHK 100 Ribu Pekerja: Kami Mau Lebi Efisien dan Kurangi Biaya

Raksasa Mobil Ini Mau PHK 100 Ribu Pekerja: Kami Mau Lebi Efisien dan Kurangi Biaya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:21 WIB

Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK

Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 12:31 WIB

Makan Bergizi Gratis: Program Gizi atau Program Pencipta Lapangan Kerja?

Makan Bergizi Gratis: Program Gizi atau Program Pencipta Lapangan Kerja?

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:57 WIB

TikTok - Tokopedia Bantah Isu PHK Massal Pegawai Usai Bertemu DPR dan Menaker

TikTok - Tokopedia Bantah Isu PHK Massal Pegawai Usai Bertemu DPR dan Menaker

Video | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:03 WIB

Isu PHK 1.250 Karyawan Mereda, Said Iqbal Batalkan Demo ke Kantor ByteDance Indonesia

Isu PHK 1.250 Karyawan Mereda, Said Iqbal Batalkan Demo ke Kantor ByteDance Indonesia

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×