Bencana Hidrometeorologi Mengintai Yogyakarta, Status Siaga Diperpanjang!

Muhammad Yunus | Suara.com

Senin, 07 April 2025 | 17:51 WIB
Bencana Hidrometeorologi Mengintai Yogyakarta, Status Siaga Diperpanjang!
Ilustrasi - Awan mendung di atas Kota Yogyakarta [Suara.com/ANTARA]

Suara.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 8 Mei 2025.

Karena masih ada potensi cuaca ekstrem, terutama saat memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad saat dikonfirmasi di Yogyakarta, menyebut status siaga darurat bencana sedianya berakhir pada 8 April 2025.

"Bulan ini memang sudah masuk pancaroba menuju ke musim kemarau, tapi untuk antisipasi kami ajukan perpanjangan," ujar dia, Senin 7 April 2025.

Ia menjelaskan, perpanjangan status siaga ini merujuk pada informasi dari BMKG Yogyakarta yang memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan April.

Karena itu, meski sudah memasuki masa pancaroba menuju kemarau, langkah antisipatif tetap diperlukan.

Menurut Noviar, intensitas hujan bulan ini diperkirakan tidak sebesar Maret lalu, saat bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di DIY. Namun, potensi hujan lebat tetap ada dalam beberapa hari ke depan.

"Bulan Mei itu perkiraannya sudah memasuki musim kemarau," ujarnya.

Data BPBD mencatat rangkaian bencana hidrometeorologi selama sebulan terakhir memuncak pada Jumat (28/3).

Seluruh wilayah DIY atau empat kabupaten dan satu kota terdampak bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

"Kabupaten Bantul sekitar 10 kapanewon (kecamatan) terdampak banjir, di antaranya tanah longsor dan sebagainya," kata Noviar.

Di Kabupaten Gunungkidul, banjir dan longsor terjadi di delapan kecamatan. Sementara di Kulon Progo, sekitar lima kecamatan terendam banjir dan belasan titik mengalami longsor. Kota Yogyakarta dan Sleman juga terdampak tanah longsor meski skalanya lebih kecil.

BPBD Kabupaten Gunungkidul juga memutuskan memperpanjang status siaga darurat hidrometeorologi di wilayahnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sumadi menyebut keputusan itu penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

"Ini dikarenakan mulai Mei di wilayah Gunungkidul (diperkirakan) sudah memasuki musim kemarau," ucapnya.

Sumadi menambahkan, status siaga darurat juga mendukung upaya mitigasi bencana di tengah masa peralihan musim.

Pihaknya aktif memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana yang mungkin muncul.

"Informasi dari BMKG, kondisi cuaca saat ini masih berpeluang terjadinya cuaca ekstrem sehingga perlu adanya kesiapsiagaan untuk menghadapi dampak bencana," tutur dia.

Hujan Lebat di Kalimantan Tengah

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya Lian Adriani meminta masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir selama sepekan ke depan.

"Berdasarkan analisis, diperkirakan selama sepekan ke depan wilayah Kalteng yang berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang," kata Lian di Palangka Raya.

Wilayah Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng, kata dia, juga agar waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut.

"Dampak tersebut antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang," kata Lian.

Sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir, lanjut dia, di langit akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB).

Lian menerangkan pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir.

"Untuk itu jika warga saat melihat fenomena tersebut agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon," katanya.

Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, lanjut dia, masyarakat juga harus segera mencari tempat berlindung yang aman, seperti di dalam rumah atau gedung.

Masyarakat, kata dia, juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir.

"Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," katanya.

Pihaknya secara berkala juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain.

Untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru agar seluruh pihak melakukan antisipasi bencana akibat perubahan cuaca.

Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai, Kenaikan Suhu Global Bakal Buat Ekonomi Dunia Merosot

Waspadai, Kenaikan Suhu Global Bakal Buat Ekonomi Dunia Merosot

Bisnis | Senin, 07 April 2025 | 14:27 WIB

Menjelajahi Desa Wisata Nglanggeran: Desa Wisata Terbaik Dunia

Menjelajahi Desa Wisata Nglanggeran: Desa Wisata Terbaik Dunia

Lifestyle | Senin, 07 April 2025 | 12:47 WIB

Puncak Arus Balik, 31 Ribu Orang Diberangkatkan dari Daop 6 Yogyakarta

Puncak Arus Balik, 31 Ribu Orang Diberangkatkan dari Daop 6 Yogyakarta

News | Minggu, 06 April 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:44 WIB

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:39 WIB

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:29 WIB

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:22 WIB

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:23 WIB

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:10 WIB

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:03 WIB

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:45 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:39 WIB