Profil Lengkap dan Kisah Hidup Paus Fransiskus yang Wafat di Vatikan Hari Ini

Bella

Senin, 21 April 2025 | 15:51 WIB
Profil Lengkap dan Kisah Hidup Paus Fransiskus yang Wafat di Vatikan Hari Ini
Paus Fransiskus. (Vatikan Media)

Suara.com - Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik sedunia, wafat pada Senin pagi, 21 April 2025, di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan.

Pengumuman resmi disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell, yang menyatakan bahwa Paus menghembuskan napas terakhir pada pukul 07.35 waktu setempat.

Sebelumnya, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli sejak 14 Februari akibat bronkitis yang berkembang menjadi pneumonia bilateral.

Setelah 38 hari, ia kembali ke Vatikan untuk pemulihan, namun kondisi kesehatannya terus memburuk.

Sejak muda, Paus telah mengalami masalah pernapasan serius, termasuk operasi paru-paru pada usia 20-an. Ia juga pernah membatalkan kunjungan ke UEA pada 2023 karena sakit.

Sebagai persiapan akhir hidupnya, Paus Fransiskus telah menyetujui edisi baru liturgi pemakaman Paus pada April 2024, yang menekankan kesederhanaan dan iman, bukan kemegahan duniawi.

Dikenal karena kerendahan hati dan pembelaan terhadap kaum miskin, Paus Fransiskus dikenang sebagai gembala sejati yang memperjuangkan kasih, keadilan, dan perdamaian di dunia.

Paus Fransiskus: Gembala Sederhana dari Buenos Aires yang Mengubah Wajah Gereja

Jorge Mario Bergoglio lahir pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina, dari keluarga imigran Italia kelas pekerja.

Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan rendah hati.

baca juga

Sebelum menempuh jalan imamat, Bergoglio sempat menempuh pendidikan sebagai teknisi kimia.

Namun panggilan hidupnya membawanya bergabung dengan Serikat Yesus—tarekat religius yang dikenal dengan semangat pengabdian, pendidikan, dan pembelaan terhadap keadilan sosial.

Pada 1969, ia ditahbiskan menjadi imam. Karier gerejawinya menanjak dengan cepat.

Ia pernah menjabat sebagai Provinsial Serikat Yesus di Argentina, lalu sebagai Uskup Auksilier, dan kemudian diangkat sebagai Uskup Agung Buenos Aires pada 1998.

Dalam jabatan ini, Bergoglio dikenal sebagai "Uskup rakyat" karena kedekatannya dengan kaum miskin dan kebiasaannya berjalan kaki atau naik bus umum untuk menjangkau umatnya di pelosok kota.

Tahun 2001, ia diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II. Namun meski menjabat posisi tinggi dalam Gereja, gaya hidupnya tetap sederhana.

Ia menolak tinggal di istana keuskupan dan lebih memilih hidup di sebuah apartemen kecil, memasak makanannya sendiri, dan selalu menjaga jarak dari kemewahan.

Paus Pertama dari Amerika Latin dan Yesuit Pertama di Takhta Santo Petrus

Paus Fransiskus memberkati dunia dengan Sakramen Mahakudus pada tanggal 27 Maret 2020. (Media Vatikan)
Paus Fransiskus memberkati dunia dengan Sakramen Mahakudus pada tanggal 27 Maret 2020. (Media Vatikan)

Pada 13 Maret 2013, dalam sebuah Konklaf bersejarah, Jorge Mario Bergoglio terpilih sebagai Paus ke-266, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.

Ia membuat sejarah sebagai Paus pertama dari benua Amerika, Paus pertama dari ordo Yesuit, dan Paus pertama yang mengambil nama Fransiskus, merujuk pada Santo Fransiskus dari Assisi, simbol kerendahan hati, kemiskinan, dan cinta kasih terhadap ciptaan.

Pemilihan nama "Fransiskus" menjadi pertanda arah kepemimpinannya—Gereja yang dekat dengan rakyat, yang melayani bukan menghakimi, dan yang berpihak kepada mereka yang tertindas.

Sejak awal kepausannya, Paus Fransiskus menolak tinggal di Istana Apostolik dan memilih menetap di Casa Santa Marta, sebuah rumah tamu sederhana di dalam Vatikan.

Ia dikenal lebih sering naik mobil kecil Fiat atau Ford Focus daripada kendaraan mewah Kepausan.

Reformator, Pembela Kaum Kecil, dan Suara Moral Dunia

Paus Fransiskus dikenal luas sebagai pemimpin yang membawa angin segar dalam Gereja Katolik.

Ia mendorong transparansi keuangan Vatikan, menertibkan lembaga keuangan gereja, dan mengambil sikap tegas terhadap skandal pelecehan seksual yang melukai Gereja.

Lebih dari itu, ia tampil sebagai suara moral dunia yang vokal dalam isu-isu global: perubahan iklim, kemiskinan ekstrem, migrasi, konflik bersenjata, hingga ketidakadilan ekonomi.

Ia tidak segan berbicara tentang keserakahan dalam kapitalisme modern, memperingatkan bahaya ideologi eksklusif, dan terus mendorong Gereja untuk membuka diri terhadap mereka yang selama ini merasa tersingkir: kaum miskin, pengungsi, kaum LGBTQ, perempuan, dan korban kekerasan.

Kesehatan dan Akhir Hidup

Meski bersemangat dalam berkarya, Paus Fransiskus tidak lepas dari masalah kesehatan.

Pada usia muda, ia menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru akibat infeksi serius.

Di usia lanjut, ia semakin sering terserang masalah pernapasan.

Pada 14 Februari 2025, ia dirawat karena bronkitis yang kemudian berkembang menjadi pneumonia bilateral.

Setelah dirawat selama 38 hari di Rumah Sakit Gemelli, ia kembali ke Vatikan untuk masa pemulihan. Namun, kesehatannya tak kunjung membaik.

Pada 21 April 2025, pukul 07.35 pagi waktu setempat, Paus Fransiskus wafat di kediamannya di Casa Santa Marta.

Kabar wafatnya diumumkan secara resmi oleh Camerlengo, Kardinal Kevin Farrell.

Sebelum wafat, Paus telah menyetujui revisi liturgi pemakaman Paus, yang mencerminkan kesederhanaan dan spiritualitas mendalam—tanpa upacara yang berlebihan, dan lebih menekankan pada peran Paus sebagai gembala, bukan pemimpin duniawi.

Warisan Abadi

Paus Fransiskus akan dikenang sebagai figur yang membawa wajah baru bagi Gereja Katolik: lebih inklusif, rendah hati, dan terbuka terhadap zaman.

Ia adalah suara hati nurani dunia modern yang tak henti menyuarakan belas kasih dan keadilan sosial.

Melalui hidupnya, Paus Fransiskus menunjukkan bahwa kekuatan spiritual terbesar terletak bukan pada kekuasaan, tetapi pada keberanian untuk mengasihi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vatikan: Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Vatikan: Paus Fransiskus Meninggal Dunia

News | Senin, 21 April 2025 | 15:10 WIB

Jauh-jauh dari Tasikmalaya Demi Ikut Misa Paskah di Katedral Jakarta, Martin: Gpp Setahun Sekali

Jauh-jauh dari Tasikmalaya Demi Ikut Misa Paskah di Katedral Jakarta, Martin: Gpp Setahun Sekali

News | Jum'at, 18 April 2025 | 16:22 WIB

Peringatan Jumat Agung, Gereja Katedral Jakarta Gelar Visualisasi Jalan Salib

Peringatan Jumat Agung, Gereja Katedral Jakarta Gelar Visualisasi Jalan Salib

Foto | Jum'at, 18 April 2025 | 14:01 WIB

15 Ucapan Paskah Bahasa Jawa 2025: Menyentuh Hati & Penuh Berkah!

15 Ucapan Paskah Bahasa Jawa 2025: Menyentuh Hati & Penuh Berkah!

Lifestyle | Kamis, 17 April 2025 | 18:40 WIB

Semana Santa di Larantuka: Tradisi Trewa Awali Pekan Suci Paskah dengan Pembatasan Kegembiraan

Semana Santa di Larantuka: Tradisi Trewa Awali Pekan Suci Paskah dengan Pembatasan Kegembiraan

Video | Jum'at, 18 April 2025 | 11:19 WIB

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

News | Senin, 17 Maret 2025 | 13:19 WIB

Tragedi Klub Malam Makedonia: 59 Tewas, Kembang Api Diduga Jadi Pemicu

Tragedi Klub Malam Makedonia: 59 Tewas, Kembang Api Diduga Jadi Pemicu

News | Senin, 17 Maret 2025 | 03:35 WIB

Gereja Katolik Filipina Desak Duterte Buktikan Omongan Soal Hukum: Siap Hadapi Konsekuensi?

Gereja Katolik Filipina Desak Duterte Buktikan Omongan Soal Hukum: Siap Hadapi Konsekuensi?

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 06:56 WIB

Rabu Abu 2025: Makna Dan Aturan Puasa Pantangannya

Rabu Abu 2025: Makna Dan Aturan Puasa Pantangannya

Lifestyle | Rabu, 05 Maret 2025 | 14:07 WIB

Paus Fransiskus Alami Dua Insiden Gagal Pernapasan Akut

Paus Fransiskus Alami Dua Insiden Gagal Pernapasan Akut

News | Selasa, 04 Maret 2025 | 05:05 WIB

Terkini

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34 WIB

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:39 WIB