Siapa Pengganti Paus Fransiskus? Simak 5 Daftar Calon Kardinal Kuat yang Jadi Penerus Berikutnya

Denada S Putri

Selasa, 22 April 2025 | 19:48 WIB
Siapa Pengganti Paus Fransiskus? Simak 5 Daftar Calon Kardinal Kuat yang Jadi Penerus Berikutnya
Paus Fransiskus (Jorge Mario Bergoglio). [Ist]

Suara.com - Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik di dunia, akhirnya meninggal dunia pada Senin (21/4/2025) pagi setelah berjuang melawan sakit pneumonia ganda dalam beberapa bulan terakhir.

Paus pertama asal Amrika Latin yang meninggal di usia 88 tahun ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 07.35 Waktu setempat.

Dikutip dari Legit, salah satu paus tertua dalam sejarah Gereja Katolik Roma ini membuat Vatikan dan dunia mengalami masa berkabung besar-besaran.

Kendati demikian, sosok yang bakal menggantikan atau menjadi paus berikutnya pun tak kalah ramai dibicarakan.

Di masa berkabung ini, Vatikan akan segera mengadakan konklaf kepausan atau sebuah tradisi turun temurun untuk memilih paus baru sejak abad ke-13, dengan 138 elektor yang berhak memberikan suara.

Paus Fransiskus (Jorge Mario Bergoglio). [Ist]
Paus Fransiskus (Jorge Mario Bergoglio). [Ist]

Hingga Januari 2025, terdapat 138 elektor dari 252 kardinal, dan hanya mereka yang berusia di bawah 80 tahun yang diizinkan untuk memberikan suara.

Sidang dengar pendapat umumnya melibatkan beberapa putaran pemungutan suara dan dibutuhkan mayoritas dua pertiga agar seorang kandidat dapat terpilih.

Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hingga 20 hari. Lantas, siapa saja tokoh-tokoh kuat yang potensial menjadi paus berikutnya? simak daftar 4 kardinal-kardinal utama yang bisa menggantikan Paus Fransiskus:

1. Kardinal Pietro Parolin

baca juga

Di usianya yang ke-70, Kardinal Parolin adalah Sekretaris Negara Vatikan saat ini dan memegang jabatan tertinggi di antara para kardinal yang berhak memberikan suara.

Ia dikenal sebagai tokoh moderat, Parolin telah mendapatkan kehormatan atas ketajaman diplomatiknya dan pendekatan yang seimbang terhadap isu-isu politik dan teologis.

Ia baru-baru ini menyuarakan pendapatnya tentang diplomasi internasional, termasuk perlunya solusi damai untuk konflik global.

"Setiap orang dapat berkontribusi untuk perdamaian, tetapi solusinya tidak boleh ditempuh melalui pemaksaan sepihak yang berisiko menginjak-injak hak seluruh masyarakat," tegas Parolin.

2. Kardinal Peter Erdö

Kardinal Erdö, Uskup Agung Esztergom-Budapest, dikenal karena pandangannya yang konservatif dan telah menjadi pengkritik keras kebijakan gereja yang lebih progresif.

Di usianya yang ke-72, ia merupakan salah satu tokoh terkemuka gereja dalam hal nilai-nilai Katolik tradisional, khususnya mengenai isu-isu seperti perceraian dan pernikahan ulang.

"Kita tidak boleh membiarkan sakramen diperlakukan dengan tidak hormat. Pernikahan tidak dapat dipisahkan, dan gereja harus melindungi ajaran sucinya," kata Erdö.

3. Kardinal Luis Antonio Tagle

Di usianya yang ke-67, Kardinal Tagle dari Filipina dianggap sebagai tokoh progresif dalam Gereja.

Ia telah menganjurkan pendekatan yang lebih inklusif terhadap isu-isu LGBT dan mengkritik bahasa kasar yang secara historis digunakan terhadap komunitas-komunitas tertentu.

Sikapnya yang lebih inklusif sejalan dengan visi Paus Fransiskus, yang menjadikannya calon penerus dengan pendekatan yang sama terhadap keadilan sosial.

"Kata-kata kasar yang digunakan di masa lalu untuk merujuk pada kaum gay dan orang-orang yang bercerai dan berpisah... menyebabkan mereka terisolasi dari masyarakat luas," kata Tagle.

4. Kardinal Matteo Zuppi

Kardinal Zuppi, yang merupakan favorit Paus Fransiskus, berusia 69 tahun dan pernah menjabat sebagai presiden Konferensi Episkopal Italia.

Ia dikenal karena misi diplomatiknya, ia telah bekerja dalam negosiasi perdamaian, termasuk upaya di Ukraina.

Zuppi juga dikenal karena sikap progresifnya terhadap isu-isu LGBTQ dan seruannya bagi Gereja untuk mengadopsi pendekatan yang lebih pastoral.

"Kita perlu mendorong dialog dan pemahaman antara Gereja dan komunitas LGBT," tulis Zuppi pada tahun 2018.

5. Kardinal Raymond Leo Burke

Kardinal Burke, 74 tahun, dikenal karena pandangan tradisionalisnya dan sering mengkritik kebijakan Paus Fransiskus yang lebih liberal.

Sebagai mantan pejabat Vatikan, Burke secara terbuka menentang banyak perubahan yang diterapkan di bawah Paus Fransiskus, khususnya mengenai perlakuan terhadap umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi.

Pandangannya tentang isu-isu seperti kontrasepsi buatan dan pernikahan sesama jenis membuatnya menjadi tokoh yang memecah belah di Gereja.

"Politisi Katolik yang mendukung aborsi yang dilegalkan seharusnya tidak menerima Ekaristi," kata Burke.

Kontributor : Maliana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Paus Fransiskus Wafat: Siapa Kandidat Terkuat Penggantinya?

Setelah Paus Fransiskus Wafat: Siapa Kandidat Terkuat Penggantinya?

Video | Selasa, 22 April 2025 | 19:35 WIB

Kenang Paus Fransiskus, Anies Baswedan Sebut Sosok Bertutur Lembut yang Lantang Bela Palestina

Kenang Paus Fransiskus, Anies Baswedan Sebut Sosok Bertutur Lembut yang Lantang Bela Palestina

News | Selasa, 22 April 2025 | 19:29 WIB

PBNU Turut Berduka: Wafatnya Paus Fransiskus Adalah Kehilangan Bagi Dunia, Bukan Hanya Umat Katolik

PBNU Turut Berduka: Wafatnya Paus Fransiskus Adalah Kehilangan Bagi Dunia, Bukan Hanya Umat Katolik

News | Selasa, 22 April 2025 | 19:13 WIB

Terkini

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:02 WIB

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB

2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki

2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:55 WIB

Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman

Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:47 WIB

Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026

Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:44 WIB

Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang

Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:36 WIB

Bagaimana Cara Mengatasi Bedak yang Terlalu Putih? Akali dengan Produk Ini

Bagaimana Cara Mengatasi Bedak yang Terlalu Putih? Akali dengan Produk Ini

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:35 WIB

Review Film Smile: Drama Horor Psikologis dengan Kejutan Maut yang Nyata!

Review Film Smile: Drama Horor Psikologis dengan Kejutan Maut yang Nyata!

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:30 WIB

×