Dapat Ancaman Pembunuhan, Dedi Mulyadi Ungkap Kriteria Orang yang Tak Suka Dirinya

Eviera Paramita Sandi

Kamis, 24 April 2025 | 18:19 WIB
Dapat Ancaman Pembunuhan, Dedi Mulyadi Ungkap Kriteria Orang yang Tak Suka Dirinya
Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendapat berbagai ancaman dari luar.

Meskipun tak sepele ancamannya, seperti diculik hingga dibunuh, namun Dedi Mulyadi mengaku biasa saja.

Menurut Dedi Mulyadi, berbagai macam ancaman yang muncul tersebut adalah bagian dari risiko dirinya sebagai seorang pemimpin.

“Iya kalau saya sih sudah sejak jadi Bupati sudah terbiasa diancam dibunuh, diancam diculik, diancam apapun,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari youtubenya, Kamis (24/4/25).

“Itukan bagian dari dinamika risiko seorang pemimpin,” pria berjuluk Kang Dedi Mulyadi itu.

Bahkan, Dedi Mulyadi mengakui jika dirinya tidak membutuhkan pengamanan yang lebih ketat untuk menjaganya.

Dedi Mulyadi percaya diri bahwa warga Jawa Barat pasti akan membantu melindunginya.

“Enggak lah saya biasa aja, saya mempercayakan diri bahwa Rakyat Jawa Barat melindungi saya,” seru Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mempercayakan keselamatannya pada seluruh ajudan maupun tim pengamanan dari Polda Jawa Barat yang selama ini sudah menjaganya.

baca juga

“Saya mempercayakan diri juga ajudan, atau tim pengamanan dari Polda Jabar yang selama ini nempel disaya sudah relative cukup,” terangnya.

Menurut Dedi, ancaman-ancaman yang ada itu datang lantaran ada beberapa langkah dianggap merugikan.

Sehingga, orang yang tidak suka tentu akan bereaksi dengan mengeluarkan berbagai macam ancaman.

“Kalau pemimpinnya banyak melakukan langkah-langkah yang dianggap merugikan beberapa pihak ya pasti ada orang yang tidak suka,” sebutnya.

“Orang tidak suka itu bisa jadi ada 2, 1 serius yang 1 iseng,” tandasnya.

Sementara itu, untuk menindaklanjuti ancaman yang terus datang pada dirinya, Dedi Mulyadi mengaku akan mengkaji terlebih dahulu.

Pihaknya akan mempertimbangkan, apakah ancaman tersebut akan dibiarkan saja ataukah akan dilaporkan dengan pihak berwajib.

“Nanti saya mau kajilah apa yang harus saya lakukan terhadap ancaman-ancaman seperti ini. Apakah harus lapor, atau tidak dilaporkan, nanti saya pelajari dulu untung dan ruginya,” jelasnya.

Meski mendapatkan berbagai macam ancaman, Dedi mengaku jika ancaman tersebut tidak berpengaruh sama sekali dengan kinerjanya.

Ia bahkan tidak merasa terganggu ataupun takut, Dedi tetap enjoy menjalani aktifitasnya setiap hari turun ke lapangan melihat situasi yang ada.

“Saya itu nggak akan terpengaruh oleh ancaman-ancaman siapapun, saya akan terus tegak lurus bekerja, menurunkan atau bila perlu Jawa Barat anti premanisme,” tandasnya.

Ancaman Pembunuhan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebelumnya mendapatkan ancaman pembunuhan Ketika dirinya melakukan siaran langsung melalui akun youtubenya.

Ancaman pembunuhan itu disampaikan oleh salah seorang warganet dengan nama pengguna ‘Wowo dan Dedi Mulyadi orang sesat’.

Tulisan bernada ancaman ini disampaikan oleh akun tersebut melalui komentar live chat pada Senin (21/4/25).

Akun tersebut juga menuliskan kalimat ancaman, seperti akan melukai Dedi dan anaknya, sekaligus melakukan aksi pengeboman.

“Tunggu saja nanti dua bulan lagi saya bener-bener gak main-main, saya akan melakukan aksi teror kepada Anda dan sekarang saya lagi melakukan proses membuat bom rakitan yang saya isi dengan paku,” tulis akun itu.

Belum ada Laporan

Hingga kini, Dedi Mulyadi belum melaporkan dugaan ancaman pembunuhan yang diterimanya melalui sebuah akun di komentar Live Chat YouTube pada Senin (21/4/2025).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Hendra Rohmawan, mengungkapkan bahwa belum ada laporan resmi yang masuk, baik dari Dedi Mulyadi maupun pihak lainnya.

"Belum ada laporan resmi demikian juga dari khusus beliau," ujarnya dalam pesan singkat pada Selasa (22/4/2025).

Meskipun Dedi Mulyadi belum mengambil langkah hukum, Polda Jabar telah melakukan monitoring terkait dugaan ancaman tersebut.

"Polda Jabar melalui Direktorat Cyber telah melakukan koordinasi dan monitoring terhadap ancaman ini," kata Hendra.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Mobil Mewah Gubernur Dedi Mulyadi Nunggak Pajak Puluhan Juta, Begini Alasannya

Geger! Mobil Mewah Gubernur Dedi Mulyadi Nunggak Pajak Puluhan Juta, Begini Alasannya

News | Kamis, 24 April 2025 | 13:34 WIB

Mobil Rongsokan Bikin Macet, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Auto Ikut Dorong

Mobil Rongsokan Bikin Macet, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Auto Ikut Dorong

News | Rabu, 23 April 2025 | 18:52 WIB

Polisi Tunggu Laporan Resmi Usai Dedi Mulyadi Dapat Ancaman Pembunuhan

Polisi Tunggu Laporan Resmi Usai Dedi Mulyadi Dapat Ancaman Pembunuhan

News | Rabu, 23 April 2025 | 10:52 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×