Kasus Ijazah Palsu Jokowi Bisa Seret Gibran, Roy Suryo Curigai Kejanggalan Riwayat Pendidikan Wapres

Lintang Siltya Utami

Senin, 28 April 2025 | 18:32 WIB
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Bisa Seret Gibran, Roy Suryo Curigai Kejanggalan Riwayat Pendidikan Wapres
Roy Suryo di PN Jakarta Barat, Kamis (22/12/2022). (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Perdebatan mengenai kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Jokowi semakin memanas.

Sebelumnya, tiga orang perwakilan TPAU, yang terdiri dari Roy Suryo, Tifauzia, dan Rismon Hasiholan telah menyambangi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengecek skripsi milik Joko Widodo.

Namun, pengakuan yang dibeberkan oleh Roy Suryo menyebut terdapat kejanggalan pada skripsi tersebut.

Kunjungan Roy Suryo dan dua orang lainnya ke UGM juga membuat dirinya diundang ke sejumlah podcast untuk membicarakan pertemuan tersebut. Dalam salah satu podcast yang tayang di akun YouTube Bambang Widjojanto, Roy Suryo mengatakan jika kasus dugaan ijazah palsu Jokowi dapat menyeret nama putra sulungnya, Gibran Rakabuming

Bukan tanpa sebab, Roy Suryo menilai jika perilaku orang tua dapat menurun kepada anaknya. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan jika ijazah sekolah yang dimiliki oleh Gibran Rakabuming pun dapat dipertanyakan di kemudian hari.

Dalam cuplikan video yang dibagikan kembali oleh akun X @BarisanPemudaRI, Roy Suryo bahkan menyoroti beberapa keanehan pada riwayat pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia tersebut.

"Ini menarik, karena sebenarnya University of Bradford yang adanya di London, itu ternyata sudah tidak lagi kerja sama dengan MDIS, sekolah yang tempat dia konon dulu pernah sekolah di situ," ucap Roy Suryo.

Sebagaimana diketahui, University of Bradford sendiri berlokasi di Inggris dan bekerja sama dengan Management Development Institute of Singapore (MDIS). Karena itulah Gibran Rakabuming disebut mendapatkan ijazah yang dikeluarkan oleh University of Bradford.

Namun, Roy Suryo mengatakan jika sejak awal riwayat pendidikan suami Selvi Ananda itu memiliki keanehan. Dahulu sempat beredar informasi bahwa Gibran Rakabuming pernah pindah Sekolah Menengah Atas (SMA).

baca juga

"Bahkan kalau diteliti sekolahnya, sama dari awal. SMA-nya, itu pun bermasalah juga. Mulai dari SMA Santo Yosef yang hanya dua tahun, masuk ke SMK Kristen di Solo yang hanya dua tahun, kemudian dia lari ke Singapura, kemudian dia masuk tiba-tiba ada ijazah University of Bradford tadi," tambah Roy Suryo.

Selanjutnya, Gibran Rakabuming juga dinyatakan pernah mengenyam pendidikan di University of Technology Sydney, Australia, melalui program Insearch. 

"Bahkan dia sempat nyebut di CV-nya, masih ada dulu di pemerintah Kota Solo, katanya dia menempuh S2 di UTS, University of Technology Sydney. Dan setelah kita kejar ke sana, dan ada bukti, ternyata di UTS itu dia hanya menempuh patrikulasi, program namanya Insearch, itu selama enam bulan, dan dia tidak lulus," sambungnya.

Roy Suryo juga menyoroti surat keterangan penyetaraan ijazah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, di mana disebutkan bahwa Gibran Rakabuming telah menyelesaikan pendidikan Grade 12 di UTS Insearch dengan pengetahuan setara tamat Sekolah Menengah Kejuruan alias SMK.

"Lucunya lagi, sertifikasi nggak lulus itu kemudian dikomparasikan dengan semacam pengakuan atau ibarat penyesuaian dari Dikti, ternyata itu hanya setara SMK. Bahkan universitas yang disebut-sebut di Singapura itu, MDIS tadi, itu ranking ke-46 dari 51 universitas di Singapura," beber Roy Suryo.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia itu juga menyebut jika Indeks Prestasi yang dimiliki Gibran di bawah angka 2,5.

"Dan dalam sertifikat itu, disebut bahwa dia tidak disarankan atau tidak direkomendasikan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Kalau dikatakan dengan IP atau indeks prestasi, ya IP-nya di bawah dua setengah," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Roy Suryo menilai jika kasus dugaan ijazah palsu Jokowi harus diselesaikan dengan benar agar tidak terjadi hal serupa pada generasi berikutnya.

"Jadi artinya gini, ini maksudnya kenapa perlunya ini masih dikejar (ijazah milik Jokowi). Supaya ini tidak menjadi mimpi buruk Indonesia berkepanjangan, nanti siapa tahu keturunannya lain lagi, cucunya gitu lagi," tuturnya.

Cuitan tersebut sontak mendapat beragam respons dari pengguna media sosial lainnya. 

"Like father like son," komentar @shofi*_

"Bongkar, bongkar, bongkar. Ijazah palsu bikin harga diri bangsa jatuh," tambah @suhar***

"Keluarga pendidikan berantakan," sambung @aja******

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Forum Purnawirawan TNI Desak Gibran Dicopot, Feri Amsari: Kalau Mau Diusulkan Pemakzulan ke DPR

Forum Purnawirawan TNI Desak Gibran Dicopot, Feri Amsari: Kalau Mau Diusulkan Pemakzulan ke DPR

News | Senin, 28 April 2025 | 17:24 WIB

Gibran Ngoceh Soal Bonus Demografi, Rocky Gerung: Keliru karena Tidak Paham

Gibran Ngoceh Soal Bonus Demografi, Rocky Gerung: Keliru karena Tidak Paham

News | Senin, 28 April 2025 | 13:27 WIB

Hilirisasi ala Gibran: Visi Besar atau Konten Kosong?

Hilirisasi ala Gibran: Visi Besar atau Konten Kosong?

Your Say | Senin, 28 April 2025 | 12:22 WIB

Terkini

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB

Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi

Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:44 WIB

Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:39 WIB

Kemendagri Percepat Implementasi SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah

Kemendagri Percepat Implementasi SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:32 WIB

Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania

Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:27 WIB

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:22 WIB

BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran

BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat

DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:50 WIB