Akal-akalan Pengelola SPBU Ciceri Jual Pertamax Oplosan

Hairul Alwan

Rabu, 30 April 2025 | 19:55 WIB
Akal-akalan Pengelola SPBU Ciceri Jual Pertamax Oplosan
Sampel Pertamax oplosan yang dijual di SPBU Ciceri, Kota Serang, Banten. [Yandi Sofyan/Suara.com]

Suara.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU nomor 34.421.13 atau SPBU Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten terpaksa ditutup dan disegel oleh aparat kepolisian usai kedapatan menggunakan BBM jenis Pertamax oplosan.

Kini, Manajer Operasional berinisial NS (53) dan pengawas berinisial ASW (40) di SPBU Ciceri yang menjual Pertamax oplosan resmi ditetapkan tersangka dan dijebloskan ke penjara. 

Keduanya dijerat pasal 54 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 dengan ancaman penjara 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar atas aksi menjual Pertamax Oplosan itu.

Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiyono mengatakan, kedua tersangka telah mengakui perbuatannya melakukan pengoplosan BBM jenis pertamax yang dibeli secara ilegal dari pihak lain, bukan dari PT Pertamina Patra Niaga.

Disampaikan Bronto, kedua tersangka membeli BBM jenis pertamax ilegal seharga Rp10.200 per liter sebanyak 16.000 liter yang dituang ke dalam tangki pendam SPBU dan dicampur dengan 8.000 liter pertamax yang dibeli dari PT Pertamina Patra Niaga seharga Rp12.700 per liter.

Press Conference kasus Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri. [Yandi Sofyan/Suara.com]
Press Conference kasus Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri. [Yandi Sofyan/Suara.com]

"Karena dia ingin keuntungan lebih, jadi ngambil dari pihak lain, bukan dari Pertamina. Beli Rp10.200 per liter dari pihak lain, kalau dari Pertamina kan harganya Rp12.700 per liter, terus mereka jual Rp12.900, dapat untung Rp2.700 per liter," kata Bronto dalam konferensi pers di Aula Mapolda Banten, Rabu (30/4/2025).

"Tapi dari warnanya terlihat, pertamax yang dibeli dari pihak lain itu biru pekat, makanya mereka mencampur dengan pertamax dari Pertamina dengan tujuan menyamakan warna seperti menyerupai pertamax dari Pertamina agar dapat dijual dan tidak mudah diketahui," imbuhnya.

Bronto mengungkapkan, kasus tersebut terbongkar usai ada masyarakat merasa curiga lantaran motornya tiba-tiba mengalami masalah mesin usai mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU nomor 34.421.13 Ciceri dan menemukan keanehan dari warna pertamax yang baru diisinya tersebut.

"Ini berawal dari informasi di mana ada masyarakat yang menggunakan sepeda motor mengisi bahan bakar mintak di SPBU Ciceri, setelah diisi kendaraannya jadi berebet, saat coba dibuang agak aneh sama warnanya yang pekat, kemudian dilaporkan ke kami," ucapnya.

baca juga

Menerima laporan tersebut, dikatakan Bronto, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel BBM jenis pertamax di SPBU nomor 34.421.13 Ciceri untuk dilakukan uji laboratorium di Terminal Jakarta Fuel Plumpang.

Lanjut Bronto, dari hasil uji laboratorium ditemukan adanya perbedaan tes FBP (Final Boiling Point) atau titik didih akhir dari pertamax milik SPBU 34.421.13 Ciceri yakni 218,5 poin atau melebih ambang batas titik didih sesuai regulasi Dirjen Migas sebesar 215 poin.

"Hasilnya itu pertamax yang diambil dari SPBU nomor 34.421.13 tidak sesuai spesifikasi Dirjen Migas tentang standar dan mutu gasoline, ditemukan adanya fraksi berat yang tercampur dari pertamax tersebut," terangnya.

"Dampak dari BBM oplosan ini bisa mengakibatkan kendaraan atau mesin rusak. Tadi kan ada kendaraan yang berebet, bisa macet. Kalau panasnya kurang itu nanti dalam mesinnya bisa timbul kerak. Ini bukan kata kita, tapi dari ahli yang menyampaikan," sambung Bronto.

Diakui Bronto, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut, termasuk mencari bukti-bukti adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam pengoplosan BBM ilegal.

"Pengakuan tersangka baru mulai sejak April 2025, tapi nanti kita masih terus dalami, masih kita kembangkan apakah nanti akan ada tersangka baru, mohon waktu nanti kita sampaikan hasilnya," tandas Bronto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Tersangka Kasus Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri Serang Ditahan Polisi

Dua Tersangka Kasus Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri Serang Ditahan Polisi

News | Senin, 28 April 2025 | 16:18 WIB

Kompolnas Komentari Mobil Dinas Polisi Isi Bensin di SPBU Ciceri yang Disegel: Dalam Penyidikan..

Kompolnas Komentari Mobil Dinas Polisi Isi Bensin di SPBU Ciceri yang Disegel: Dalam Penyidikan..

News | Rabu, 09 April 2025 | 09:18 WIB

Mobil Dinas Polisi Diduga Isi Bensin di SPBU Ciceri yang Jual Pertamax Oplosan

Mobil Dinas Polisi Diduga Isi Bensin di SPBU Ciceri yang Jual Pertamax Oplosan

News | Selasa, 08 April 2025 | 14:21 WIB

Polda Banten Belum Kantongi Hasil Uji Lab Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri Serang

Polda Banten Belum Kantongi Hasil Uji Lab Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri Serang

News | Selasa, 08 April 2025 | 12:59 WIB

SPBU Ciceri Serang Diduga Jual Pertamax Oplosan, Ojol Keluhkan Kerusakan Kendaraan

SPBU Ciceri Serang Diduga Jual Pertamax Oplosan, Ojol Keluhkan Kerusakan Kendaraan

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 20:18 WIB

Gaduh Pertamax Oplosan, IPW Desak Kapolri Perintahkan Uji Sampel BBM di Seluruh SPBU

Gaduh Pertamax Oplosan, IPW Desak Kapolri Perintahkan Uji Sampel BBM di Seluruh SPBU

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 16:11 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×