Pramono Sebut Daycare Balai Kota Lebih Baik Ketimbang di Seskab: PNS Kementerian Saja Titip ke Sini

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 05 Mei 2025 | 15:55 WIB
Pramono Sebut Daycare Balai Kota Lebih Baik Ketimbang di Seskab: PNS Kementerian Saja Titip ke Sini
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau tempat penitipan anak Balai Kota yang berlokasi di Grha Ali Sadikin pada Senin (5/5/2025). Ia menyebut kondisi daycare ini sudah sangat baik dengan segala fasilitasnya.

Pramono menyebut perbaikan daycare ini baru dilakukan belum lama ini ketika ia menjabat. Sebab, begitu pertama kali datang ke Balai Kota, ia melihat kondisi daycare masih kurang baij.

"Memang begitu saya dilantik, salah satu hal yang saya minta kepada tim saya adalah memperbaiki yang ini (daycare balai kota)," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/4/2025).

Pramono bahkan menyebut fasilitas dan pelayanan di daycare ini lebih baik ketimbang yang ada di pemerintah pusat, termasuk kantor Sekretaris Kabinet tempat ia bekerja dulu. Bahkan sekarang, pegawai yang menitipkan anaknya tak hanya pekerja dari Balai Kota saja.

"Jadi daycare yang di balai kota ini, terus terang saja, kementerian pun anaknya ada yang dititipkan di sini," ucapnya.

"Karena memang fasilitasnya, saya harus akui, saya pernah datang ke daycare-nya yang ada di Kementerian Sekretaris Kabinet, ini tempatnya lebih representatif, kemudian juga fasilitas dan sebagainya," tambah Pramono.

Meski demikian, ia menilai masih ada evaluasi dari daycare Balai Kota ini, yakni kapasitas dan penyesuaian waktu penitipan anak. Sebab, durasi anak dititipkan harus sama ketika orang tua datang menjemput.

"Jangan sampai kemudian ada yang jam 2 selesai, jam 3 selesai, ibunya jam 4. Sehingga mereka kebanyakan dibawa ibunya, sehingga dengan demikian perubahan jam kerja menjadi penting," jelasnya.

Ia pun berharap daycare Balai Kota ini bisa menjadi percontohan untuk penyediaan tempat penitipan anak di instansi lainnya. Sebab, selain fasilitasnya bagus, pengajaran yang diberikan juga diklaimnya berkualitas.

baca juga

"Karena sangat baik ini bisa menjadi percontohan, tapi saya yakin gak semua instansi mempunyai kemampuan seperti di balai kota ini," katanya.

Menambahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Sarjoko mengatakan pendaftaran daycare dibuka setiap masa pendaftaran siswa baru di sekolah.

"Jadi nanti akan ada periode pada bulan Juni, akan dibuka untuk layanan pendaftaran, termasuk di dalamnya adalah taman penintipan anak ini, yang syarat usianya adalah 2-6 tahun," pungkasnya.

Resmikan Taman Anak Sejahtera

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Taman Anak Sejahtera (TAS) Arutala di Kebon Bawang, Jakarta Utara dan menginstruksikan kepada jajarannya agar bisa mewujudkan satu TAS di setiap kecamatan.

“Sekarang ini kita sudah mempersiapkan ada tiga TAS, dan saya sudah meminta kepada Kepala Dinas, mudah-mudahan di setiap kecamatan nantinya ada satu,” kata Pramono saat dijumpai di Kebon Bawang, Jakarta Utara, Senin.

Pramono menjelaskan penamaan Arutala berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti cita-cita yang tinggi dan mulia.

Dalam sambutannya, Pramono juga menyampaikan bahwa gagasan dari Dinas Sosial itu masuk ke dalam program 100 hari quick wins yang dicanangkannya saat kampanye pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta.

“Saya sungguh sangat bergembira bahwa hari ini ada 25 anak dan ini betul-betul anak prasejahtera, anak yang tidak mampu yang ada di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mereka sepenuhnya ditanggung dalam kesehariannya baik makan, minum, termasuk sehari penuh ketika mereka belajar di TAS ini,” kata Pramono.

Pramono mengaku dirinya sempat berbincang dengan satu keluarga yang mempunyai empat anak yang mana ayah ibunya bekerja sebagai buruh cuci dan kuli bangunan.

Dengan adanya TAS tersebut mereka diharapkan bisa memperbaiki kehidupannya dan bisa menitipkan anaknya di tempat ini.

Tak hanya itu, Pramono juga ingin nantinya mereka yang di TAS ini saat jenjang pendidikan SD maupun SMP dan seterusnya bisa mendapatkan Kartu Jakarta Pintar agar bisa memotong garis ketidakberuntungan yang ada di masyarakat.

"Harapan saya pribadi anak ini kalau nanti begitu di SD dan SMP dan seterusnya, mereka bisa mendapatkan KJP, Kartu Jakarta Pintar. Dan itu betul-betul akan memotong garis ketidakberuntungan yang ada di masyarakat," ujar Pramomo.

Pramono menambahkan, program TAS tersebut bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Jakarta serta mendapat dukungan dari dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan DKI Jakarta.

Dengan demikian, dalam waktu dekat dia berharap akan ada 44 TAS di setiap kecamatan Jakarta.

Pramono menilai kehadiran TAS sangat baik bagi anak-anak yang memang umumnya berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Premi Lasari mengatakan bahwa TAS tersebut merupakan tempat atau fasilitas pengasuhan dan perawatan anak (daycare). Meski berbeda dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di dalam TAS juga mendapatkan pendidikan dasar seperti membaca dan berhitung.

Anak-anak yang bergabung merupakan anak yang tidak mampu, yang ada dalam DTKS. Anak-anak tersebut juga mendapatkan makan siang hingga baju seragam.

"Termasuk seragam juga dapat. Jadi mereka tidak dapat kurikulum, tapi mereka di sini senang-senang," jelas Premi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usulkan Nama-nama Pimpinan SKPD Baru, Gubernur Pramono Klaim Tak Ada Pertimbangan Personal

Usulkan Nama-nama Pimpinan SKPD Baru, Gubernur Pramono Klaim Tak Ada Pertimbangan Personal

News | Senin, 05 Mei 2025 | 15:37 WIB

Gubernur Pramono Anung Resmikan Masjid Jakarta Garden City

Gubernur Pramono Anung Resmikan Masjid Jakarta Garden City

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 13:49 WIB

Pramono Mau Bikin Daycare untuk Warga Tak Mampu di Tiap Kelurahan, Bisa Main hingga Makan Gratis

Pramono Mau Bikin Daycare untuk Warga Tak Mampu di Tiap Kelurahan, Bisa Main hingga Makan Gratis

News | Senin, 05 Mei 2025 | 13:12 WIB

Klaim Siap Pelototi Rekrutmen PPSU, Pramono: Saya buat Transparan Agar Tak Ada Rumor Ordal!

Klaim Siap Pelototi Rekrutmen PPSU, Pramono: Saya buat Transparan Agar Tak Ada Rumor Ordal!

News | Minggu, 04 Mei 2025 | 15:00 WIB

Ogah Ikuti Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri

Ogah Ikuti Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 19:55 WIB

Setelah Taman, Pramono Kini Mau Perpanjang Jam Operasional Museum dan Perpustakaan hingga Malam Hari

Setelah Taman, Pramono Kini Mau Perpanjang Jam Operasional Museum dan Perpustakaan hingga Malam Hari

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 19:29 WIB

Klaim Tak Titipkan Orang di Jajaran Direksi Baru Bank DKI, Pramono: Saya Cuma Kenal Dirutnya

Klaim Tak Titipkan Orang di Jajaran Direksi Baru Bank DKI, Pramono: Saya Cuma Kenal Dirutnya

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 18:21 WIB

Terkini

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

×