Diaspora Indonesia di Luar Negeri Siap 'Turun Tangan' Lakukan Penelitian Ilmiah Ijazah Jokowi

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 15 Mei 2025 | 16:31 WIB
Diaspora Indonesia di Luar Negeri Siap 'Turun Tangan' Lakukan Penelitian Ilmiah Ijazah Jokowi
Polemik ijazah Jokowi masih terus bergulir bahkan pihak penggugat yang menilai ijazah Jokowi adalah palsu akan berkolaborasi meneliti ijazan sarjananya di Universitas Gadjah Mada.

Suara.com - Polemik dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi perbincangan bahkan hingga tingkat global. Para diaspora Indonesia bahkan menyatakan siap untuk ikut andil lakukan penelitian dalam membuktikan dugaan palsunya ijazah Jokowi.

Pegiat media social (medsos) dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, salah satu pihak yang menggugat ijazah Jokowi, menyebutkan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan para diaspora di beberapa negara.

"Para peneliti diaspora dari Eropa, Amerika, dan Australia itu sudah menghubungi kami dan bersedia untuk melakukan kolaborasi terkait dengan kebenaran ilmiah yang ingin kita sampaikan," kata dokter Tifa saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, dikutip dari siaran langsung YouTube Refly Harun, Kamis 15 Mei 2025.

Menurutnya, membuktikan asli atau palsu dokumen ijazah Jokowi itu menjadi hak warga Indonesia untuk bisa mendapatkan kebenaran secara kaidah ilmiah.

Dokter Tifa menyebut, pihak yang akan menjalin komunikasi lebih intens dengan para ilmuwan diaspora itu ialah akademisi Agus Yunanto.

"Nanti kami akan melakukan kolaborasi dan kerja sama internasional untuk melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang kami miliki masing-masing," katanya.

Pada kesemoatan yang sama, Agus Yunanto mengaku kalau dirinya memiliki kerabat yang bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Nantinya, dia akan berkomunikasi dengan kenalannya tersebut.

Agus sendiri sebagai perwakilan diaspora dari Amerika, Eropa, dan Australia.

"Jadi akan ditindaklanjuti berupa pemberitahuan surat apakah nanti dari tim hukum atau dari dokter tmTifa terkait dengan masalah ini, yang terkait dengan sains atau ilmiah," tutur Agus.

Dia berharap dengan kerjasama lintas negara itu bisa membuat polemik dugaan ijazah palsu Jokowi itu makin jadi sorotan.

"Mudah-mudahan upaya ini akan menjadi gaung lebih besar secara internasional," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Roy Suryo menyambut positif pernyataan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri yang menyinggung soal polemik ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan Megawati yang menyarankan agar Jokowi menunjukan ijazah untuk selesaikan polemik itu dinilai Roy sebagai pernyataan yang menarik.

"Barusan ada statement politik dari presiden kelima Republik Indonesia Bu Megawati yang saya bersyukur kepada beliau ternyata masih tambah lagi orang waras di Indonesia," katanya.

Roy berharap sikap Megawati itu bisa turut diikuti oleh kader PDIP lainnya.

Pakar telematika Roy Suryo (kiri) saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). (ANTARA/Ilham Kausar)
Roy Suryo (kiri) saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). Ia mengaku gembira dengan pernyataan Megawati Soekarnoputri yang meminta Jokowi menunjukan ijazahnya kepada publik. (ANTARA/Ilham Kausar)

Sebelumnya, Megawati itu dilontarkan ketika Ketua Umum PDIP tersebutsedang bicara dalam forum Badan Riset Indonesia Nasional (BRIN).

"Ibu Megawati Soekarnoputri di BRIN, dia mengatakan 'kalau memang punya ijazah tunjukkan saja, sudah selesai'. Itulah jadi itu yang disampaikan. Tapi karena sudah ada yang menyampaikan secara hukum, enggak apa-apa, nanti kita uji secara hukum," katanya.

Menurut Roy, polemik dugaan ijazah palsu Jokowi perlu dibuktikan secara lebih saintifik. Srhingga tidak cukup hanya dengan Jokowi menunjukan ke publik bentuk fisik ijazah sarjana miliknya.

"Jadi yang namanya palsu, tidak palsu itu adalah kajian akademik, kajian ilmiah," ujar Roy.

Sementara itu, Kuasa hukum Presiden ke-7 Jokowi Widodo, Yakup Hasibuan mendatangi Bareskrim Polri, beberapa Waktu lalu.

Kedatangannya guna memenuhi pemanggilan penyidik dalam perkara tudingan ijazah palsu Jokowi.

Yakup mengaku, kedatangannya guna menyerahkan ijazah asli Jokowi, untuk dilakukan pengecek keasliannya. Meyusul laporan dari Egi Sujana yang menuding jika ijazah S1 Jokowi palsu.

"Kami memenuhi permintaan dari pihak Bareskrim untuk menyerahkan atau memberikan ijazah asli Pak Jokowi dalam rangka penyelidikan dengan adannya pengaduan dari saudara Egi Sujana,” katanya di Bareskrim, Jumat 9 Mei 2025.

Yakup mengatakan bahwa perkara yang sedang ditanganinya di Bareskrim berbeda dengan aduannya di Polda Metro Jaya.

"Kalau di Polda Metro Jaya itu Pak Jokowi sebagai pelapor, di sini (Bareskrim) Pak Jokowi sebagai terlapor. Jadi yang dilaporkan Pak Jokowi dan ijazahnya yang seakan-akan dituduh palsu," jelasnya.

Lantaran itu, ia mengemukakan bahwa saat ini dirinya menyerahkan ijazah mantan Gubernur DKI ini kepada penyidik guna dilakukan uji lab forensik.

"Hari ini kita sudah serahkan semuanya, kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan uji lab forensik," ungkapnya.

Yakup mengatakan, surat panggilan untuk menyerahkan ijazah asli sebagai bukti ini telah diterima langsung oleh Jokowi pada tanggal 6 Mei lalu.

Dalam surat tersebut, Jokowi diminta untuk menyerahkan ijazah aslinya kepada penyidik hari ini.

"Surat permintaannya itu per tanggal 6 Mei, untuk datang hari ini, untuk menyerahakn dokumen tersebut. Memang panggilan untuk hari ini dan Pak Jokowi sudah terima suratnya juga dan beliau memberitahukan juga bahwa harus hadir," jelas Yakup.

Yakup juga mengaku, saat menyerahkan ijazah asli Jokowi sebagai bukti, dirinya tidak sempat dimintai keterangan.

Lantaran dalam surat panggilan tersebut hanya berisi soal permintaan untuk penyerahan dokumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Sebut Kader PSI Pengunggah Foto Ijazah Jokowi ke Medsos Bisa Dipenjara 8-12 Tahun

Roy Suryo Sebut Kader PSI Pengunggah Foto Ijazah Jokowi ke Medsos Bisa Dipenjara 8-12 Tahun

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 16:16 WIB

Heboh Video Pria Ngaku Waras: Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Saya Janji Telan Panci Satu Pabrik!

Heboh Video Pria Ngaku Waras: Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Saya Janji Telan Panci Satu Pabrik!

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 15:35 WIB

Baru Dua Jam, Roy Suryo Sudah Ditanya 24 Pertanyaan saat Diperiksa Polisi Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Baru Dua Jam, Roy Suryo Sudah Ditanya 24 Pertanyaan saat Diperiksa Polisi Kasus Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 14:38 WIB

Terkini

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB