Tidak Ikut Demo, Sejumlah Driver Ojol Hingga Taksi Online Dijebak Dan Dipaksa Ikut

Eviera Paramita Sandi

Selasa, 20 Mei 2025 | 15:38 WIB
Tidak Ikut Demo, Sejumlah Driver Ojol Hingga Taksi Online Dijebak Dan Dipaksa Ikut
Massa demo komunitas driver online di Mataram, Nusa Tenggara Barat menghentikan paksa taksi online yang masih bekerja dan tak mematikan aplikasi, Selasa (20/5/2025). [Suara.com / Buniamin]

Ia menegaskan, aksi yang dilakukan agar para ojol ini tidak merugikan.

Untuk itu ia mengajak semua driver untuk berpartisipasi namun jika ada yang tidak ikut dengan alasan ada kebutuhan yang harus terpenuhi, ditegaskan Rudi semua masa aksi juga memiliki kebutuhan.

“Kalau ada yang bilang punya keluarga, kita juga punya keluarga dan mencari nafkah. Kita sama semua posisinya,” katanya.

Unjuk rasa yang dilakukan untuk menyuarakan semua keluhan para ojol. Ia mengharapkan agar pemotongan tarif aplikator bisa diturunkan.

“Kita tetap menekan potongan aplikator itu 15 persen plus 5 persen. Kami tidak mau ada penambahan lagi,” katanya.

Ia mencontohkan, tarif bersih yang diterima yaitu sebesar Rp11.500 per konsumen, padahal yang dibayarkan itu sebesar Rp19.000 ribu.

“Jadi sisanya itu sudah diambil oleh aplikator,” ungkapnya.

Unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor Gubernur NTB sempat terjadi kemacetan.

Pasalnya kendaraan roda empat milik masa aksi terparkir di jalan dan menghambat arus lalu lintas.

baca juga

Selain itu, aksi yang digelar dari pagi hingga sore hari. Para masa aksi meninta agar bisa ditemui oleh gubernur atau wakil gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, asissten II setda NTB datang untuk mendengarkan keluhan para masa aksi, namun ditolak dan akan menunggu pimpinan daerah datang menemuinya.

“Kita akan tunggu pak gubernur dan bu wakil gubernur,” sorak para masa aksi.

Demo Ojol 20 Mei 2025

Sebagaimana diketahui, hari ini komunitas ojol menggelar demo di beberapa kota di Indonesia.

Di Jakarta, demo terpusat di tiga titik, mulai dari Patung Kuda hingga gedung DPR/MPR RI.

Sejumlah organisasi pengemudi ojol mengeklaim akan mengerahkan ribuan anggotanya memadamkan aplikasi transportasi daring selama 24 jam di kota-kota besar.

Salah satu tuntutan mereka adalah penurunan potongan biaya aplikasi yang disebut mencapai 20 persen.

Aksi ini juga dilakukan karena para driver ini kecewa terhadap sikap pemerintah yang tidak tegas menindak pelanggaran regulasi oleh aplikator sejak 2022.

Di sisi lain, perusahaan penyedia aplikasi transportasi daring atau aplikator mengeklaim pemotongan tidak melebihi batas potongan 20% kepada pengemudi ojol yang sudah sesuai Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 1001 Tahun 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Patung Kuda Jadi Lautan Ojol: Ada Apa dengan Demo Hari Ini?

Patung Kuda Jadi Lautan Ojol: Ada Apa dengan Demo Hari Ini?

Video | Selasa, 20 Mei 2025 | 15:29 WIB

Driver Ojol di Mataram Tahu Ada Demo, Ogah Ikut Tapi Orderan Malah Sepi

Driver Ojol di Mataram Tahu Ada Demo, Ogah Ikut Tapi Orderan Malah Sepi

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 15:23 WIB

Tuntut Aplikator Potong Biaya 10 Persen, Massa Ojol: Ini Harga Mati, Harus Kita Lawan!

Tuntut Aplikator Potong Biaya 10 Persen, Massa Ojol: Ini Harga Mati, Harus Kita Lawan!

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:39 WIB

Terkini

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

×