Ia menegaskan, aksi yang dilakukan agar para ojol ini tidak merugikan.
Untuk itu ia mengajak semua driver untuk berpartisipasi namun jika ada yang tidak ikut dengan alasan ada kebutuhan yang harus terpenuhi, ditegaskan Rudi semua masa aksi juga memiliki kebutuhan.
“Kalau ada yang bilang punya keluarga, kita juga punya keluarga dan mencari nafkah. Kita sama semua posisinya,” katanya.
Unjuk rasa yang dilakukan untuk menyuarakan semua keluhan para ojol. Ia mengharapkan agar pemotongan tarif aplikator bisa diturunkan.
“Kita tetap menekan potongan aplikator itu 15 persen plus 5 persen. Kami tidak mau ada penambahan lagi,” katanya.
Ia mencontohkan, tarif bersih yang diterima yaitu sebesar Rp11.500 per konsumen, padahal yang dibayarkan itu sebesar Rp19.000 ribu.
“Jadi sisanya itu sudah diambil oleh aplikator,” ungkapnya.
Unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor Gubernur NTB sempat terjadi kemacetan.
Pasalnya kendaraan roda empat milik masa aksi terparkir di jalan dan menghambat arus lalu lintas.
Selain itu, aksi yang digelar dari pagi hingga sore hari. Para masa aksi meninta agar bisa ditemui oleh gubernur atau wakil gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, asissten II setda NTB datang untuk mendengarkan keluhan para masa aksi, namun ditolak dan akan menunggu pimpinan daerah datang menemuinya.
“Kita akan tunggu pak gubernur dan bu wakil gubernur,” sorak para masa aksi.
Demo Ojol 20 Mei 2025
Sebagaimana diketahui, hari ini komunitas ojol menggelar demo di beberapa kota di Indonesia.
Di Jakarta, demo terpusat di tiga titik, mulai dari Patung Kuda hingga gedung DPR/MPR RI.
Sejumlah organisasi pengemudi ojol mengeklaim akan mengerahkan ribuan anggotanya memadamkan aplikasi transportasi daring selama 24 jam di kota-kota besar.
Salah satu tuntutan mereka adalah penurunan potongan biaya aplikasi yang disebut mencapai 20 persen.
Aksi ini juga dilakukan karena para driver ini kecewa terhadap sikap pemerintah yang tidak tegas menindak pelanggaran regulasi oleh aplikator sejak 2022.
Di sisi lain, perusahaan penyedia aplikasi transportasi daring atau aplikator mengeklaim pemotongan tidak melebihi batas potongan 20% kepada pengemudi ojol yang sudah sesuai Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 1001 Tahun 2022.