Core Indonesia: Hadapi Tarif AS, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Domestik

Galih Prasetyo

Selasa, 20 Mei 2025 | 19:13 WIB
Core Indonesia: Hadapi Tarif AS, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Domestik
Diskusi publik bertajuk Gempuran Tarif AS: Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk? Dialog Kritis Mencari Solusi” yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Core Indonesia di El Hotel Bandung, Selasa (20/5).

Suara.com - Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, menyampaikan pandangannya terkait ancaman dari penerapan tarif dagang oleh Presiden Amerika Serikan Donald Trump

Mohammad Faisal dalam kegiatan diskusi publik dengan tema 'Gempuran Tarif AS: Ekomoni Indonesia di Ujung Tanduk? Dialog Kritis Mencari Solusi' di Ballroom Amarthapura El Hotel Bandung, Selasa (20/5/2025), mengatakan ada dampak yang dirasakan Indonesia dari penerapan tarif dagang tersebut.

"Karena implikasi perlambatan ekonomi global dan juga pengenaan tarif perdagangan yang dimulai oleh pemerintah Amerika, paling tidak ada tiga jalur dampak yang kita rasakan, jelas ekspor kita selain ekspor juga ada impor Indonesia," katanya dalam diskusi yang digagas oleh Core Indonesia dan Suara.com ini.

Kegiatan investasi di Indonesia juga menurut Mohammad Faisal akan terhambat dengan kebijakan tarif dagang oleh Donald Trump.

CORE Indonesia dan Suara.com Gelar Diskusi Publik Terkait Gempuran Tarif AS. (Suara.com/Rahman)
CORE Indonesia dan Suara.com Gelar Diskusi Publik Terkait Gempuran Tarif AS. (Suara.com/Rahman)

"Kedua juga dapat menghambat investasi, karena perang dagang berapa tarif yang digunakan itu berpengaruh terhadap peluang investasi sejauh mana dan itu sangat dinamis sekali," ujarnya.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga terkena dampak dari kenaikan tarif dagang tersebut dan hal itu akan mempengaruhi harga barang impor yang dibutuhkan Indonesia.

"Yang ketiga juga terhadap nilai tukar rupiah, tentu saja ini menjadi penting karena kita banyak mengimpor barang konsumsi maupun juga barang barang-barang baku dan juga yang barang modal kalau rupiah melemah maka akan jadi lebih mahal," jelasnya.

Saat ini Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat, terutama terkait dengan tarif dagang yang diterapkan oleh Donald Trump.

Langkah negosiasi ini diharapkan membuahkan hasil yang positif. Namun ditengah belum adanya kepastian, Mohammad Faisal menilai Indonesia harus menjaga dan menguatkan ekonomi domestik.

baca juga

"Jadi intinya dalam kondisi dimana kita masih bernegosiasi dengan Amerika dan masih ada ketidakpastian kita, bisa enggaknya nego itu nanti sampai dengan tanggal 8 Juli untuk mendapatkan supaya tidak kena 32 persenan," ujarnya.

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono dalam diskusi publik bertajuk Gempuran Tarif AS: Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk? Dialog Kritis Mencari Solusi” yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Core Indonesia di El Hotel Bandung, Selasa (20/5).
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono dalam diskusi publik bertajuk Gempuran Tarif AS: Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk? Dialog Kritis Mencari Solusi” yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Core Indonesia di El Hotel Bandung, Selasa (20/5).

"Ketika itu tidak pasti, ada satu hal yang pasti kita lakukan menurut kami itu adalah menjaga ekonomi domestik penguatan ekonomi domestik itu yang paling pasti harus kita lakukan, ya terlepas nanti kita bisa nego ataukah kita tetap 32 persenan nantinya," jelasnya.

Lebih lanjut Mohammad Faisal mengatakan, pemerintah harus bisa menyelesaikan permasalah domestik yang sebelumnya sudah ada sebelumnya adanya kebijakan tarif dagang dari Donald Trump.

"Nah karena ini adalah sesuatu yang dalam kontrol kita dan apalagi kita sebelum gonjang ganjing kebijakan Trump sendiri sudah ada permasalahan domestik yang harus diselesaikan," katanya.

"Kalau kemudian respon kebijakannya itu justru malah melemahkan ekonomi domestik alih-alih meyelesaikan permasalahan yang sudah, kenaikan PHK dan lain-lain, maka ini bisa jadi menambah masalahnya kedepan," jelasnya.

Mohammad Faisal juga mengingatkan, agar pemerintah mengantisipasi peningkatan impor baik legal maupun ilegal yang masuk pasar domestik, karena salah satu masalahnya adalah perbedaan harga yang cukup jauh sehingga bakal menggerus industri dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Ekspor Tertekan Tarif AS: Penguatan Ekonomi Domestik Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan

Industri Ekspor Tertekan Tarif AS: Penguatan Ekonomi Domestik Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 18:09 WIB

Gempuran Tarif AS! CORE dan Suara.com Bahas Solusi untuk UMKM dan Industri Ekspor

Gempuran Tarif AS! CORE dan Suara.com Bahas Solusi untuk UMKM dan Industri Ekspor

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:52 WIB

CEK FAKTA: Netanyahu Tolak Rencana Donald Trump Akui Kemerdekaan Palestina, Benarkah?

CEK FAKTA: Netanyahu Tolak Rencana Donald Trump Akui Kemerdekaan Palestina, Benarkah?

News | Rabu, 14 Mei 2025 | 15:15 WIB

Harga iPhone Bisa Makin Mahal Gegara Donald Trump

Harga iPhone Bisa Makin Mahal Gegara Donald Trump

Tekno | Selasa, 13 Mei 2025 | 21:48 WIB

Tiba di Riyadh, Presiden Donald Trump Disambut 21 Kali Tembakan Meriam

Tiba di Riyadh, Presiden Donald Trump Disambut 21 Kali Tembakan Meriam

News | Selasa, 13 Mei 2025 | 18:44 WIB

Terkini

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:17 WIB

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:15 WIB

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

News | Sabtu, 05 September 2026 | 00:56 WIB

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:59 WIB

×