Ibrahim Assegaf Wafat, Begini Profil dan Karier Suami Najwa Shihab di Dunia Hukum

Tasmalinda Suara.Com
Selasa, 20 Mei 2025 | 20:31 WIB
Ibrahim Assegaf Wafat, Begini Profil dan Karier Suami Najwa Shihab di Dunia Hukum
suami najwa shihab, Ibrahim Assegaf wafat
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kabar duka datang menyelimuti jagat hukum dan media Tanah Air.

Ibrahim Sjarief Assegaf, sosok pengacara handal sekaligus suami tercinta jurnalis ternama Najwa Shihab, menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta Timur.

Kepergian pria yang akrab disapa Baim ini disebabkan stroke serius yang memicu pendarahan di otak, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan seluruh insan hukum di Indonesia.

Jejak Karier Ibrahim Sjarief Assegaf

Lahir di kota budaya Surakarta pada tahun 1977, Ibrahim Sjarief Assegaf menunjukkan kecemerlangan akademis sejak dini.

Ia menapaki perjalanan pendidikan hukum yang gemilang dimulai dari Universitas Indonesia, salah satu universitas terbaik di tanah air.

Tak puas hanya dengan gelar sarjana, Ibrahim kemudian melanjutkan studinya ke jenjang Master of Laws (LL.M) di University of Melbourne, Australia, berkat beasiswa prestisius Australian Development Scholarship yang ia raih dengan kerja keras dan dedikasi.

Pada tahun 2002 hingga 2003, ia semakin memperdalam wawasan dan keahliannya sebagai research fellow di Program Studi Hukum Asia Timur di Harvard Law School, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan reputasinya di kancah hukum internasional.

Dalam dunia praktik hukum, Ibrahim dikenal luas sebagai pengacara yang handal dan berpengalaman, khususnya di bidang perbankan, restrukturisasi utang, serta pembangunan infrastruktur—area yang krusial dalam perkembangan ekonomi nasional.

Baca Juga: Percakapan Najwa Shihab Soal Kematian Sebelum Suami Meninggal Kembali Terngiang

Sejak tahun 2009, ia memegang posisi strategis sebagai Managing Partner di firma hukum ternama Assegaf Hamzah & Partners, di mana ia memimpin berbagai kasus besar dengan pendekatan yang inovatif dan profesional.

Selain itu, Ibrahim juga berperan penting sebagai salah satu pendiri dan Direktur PT Justika Siar Publik, perusahaan yang mengelola platform edukasi hukum populer, Hukumonline, yang membantu memperluas akses informasi hukum bagi masyarakat luas.

Melalui kiprah akademis dan profesionalnya, Ibrahim meninggalkan jejak yang mendalam sebagai sosok yang berdedikasi dalam memajukan dunia hukum di Indonesia.

Selain itu, Ibrahim juga berperan dalam dunia pendidikan sebagai dosen di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan generasi muda calon praktisi hukum .

Penghargaan dan Pengakuan

Dedikasi dan keunggulan Ibrahim Sjarief Assegaf dalam dunia hukum tak hanya terasa di ruang sidang, tetapi juga mendapat pengakuan luas lewat berbagai penghargaan bergengsi yang pernah diraihnya.

Pada tahun 2022, namanya masuk dalam jajaran “Indonesia Top 100 Lawyers” versi Asia Business Law Journal, sebuah prestasi yang menunjukkan betapa ia dihormati sebagai salah satu pengacara terbaik di tanah air.

Tak berhenti di situ, Ibrahim juga dianugerahi gelar Leading Lawyer oleh IFLR 1000, lembaga internasional terkemuka yang menilai pengacara berdasarkan keahlian dan prestasi di bidang Financial & Corporate, Banking, serta Merger & Acquisition (M&A).

Penghargaan-penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan nyata dari komitmen dan profesionalisme Ibrahim yang selalu mengutamakan kualitas dan integritas dalam setiap langkah kariernya.

Kisah Cinta dengan Najwa Shihab

Ibrahim dan Najwa pertama kali bertemu di bangku kuliah. Mereka menikah pada 1997, ketika Najwa berusia 20 tahun. Pasangan ini dikaruniai dua anak: Izzat Assegaf dan Namiyah binti Ibrahim Assegaf. Sayangnya, Namiyah meninggal dunia beberapa jam setelah dilahirkan pada 15 Desember 2011 .

Pemakaman dan Ucapan Belasungkawa

Jenazah Ibrahim disemayamkan di kediaman keluarga di Cilandak Timur, Jakarta Selatan, dan rencananya akan dimakamkan pada Rabu, 21 Mei 2025, di TPU Jeruk Purut .

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik dan masyarakat umum, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusinya.

Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat Indonesia. Warisan intelektual dan dedikasinya di dunia hukum akan terus dikenang sebagai teladan bagi generasi mendatang.

Semoga almarhum diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI