Amarah Pati Menggema ke Jakarta, Kemendagri Semprot 104 Daerah yang Naikkan PBB Gila-gilaan

Andi Ahmad S | Suara.com

Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:24 WIB
Amarah Pati Menggema ke Jakarta, Kemendagri Semprot 104 Daerah yang Naikkan PBB Gila-gilaan
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Mereka menuntut Bupati Pati Sudewo agar mundur dari jabatannya karena dinilai arogan dan sejumlah kebijakannya tidak pro ke masyarakat. [ANTARA FOTO/Aji Styawan].

Suara.com - Gelombang protes ribuan warga di Pati, Jawa Tengah, ternyata memiliki daya guncang hingga ke jantung kekuasaan di Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya turun tangan, mengeluarkan surat edaran yang menjadi tamparan keras bagi ratusan pemerintah daerah (pemda) yang dinilai ugal-ugalan dalam menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ini adalah bukti sahih bahwa suara kemarahan rakyat, jika disuarakan dengan lantang, mampu memaksa pemerintah pusat untuk bertindak dan mengevaluasi kebijakan yang memberatkan di seluruh Indonesia.

Semua ini bermula dari kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang menaikkan PBB hingga 250%. Kebijakan ini memicu ledakan amarah publik yang berpuncak pada aksi unjuk rasa besar-besaran pada 13 Agustus 2025, di mana massa menuntut bupati untuk mundur dari jabatannya.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengonfirmasi bahwa Kemendagri tidak tinggal diam dan telah memberikan teguran langsung kepada Bupati Pati.

"Teguran sudah diberikan oleh Pak Menteri, tentu itu yang kemudian antara lain ya apa namanya menyebabkan perubahan kebijakan di sana, Pak Bupati kan kemudian mengubah kebijakan itu, meralat ya," kata Bima Arya, dilansir dari Antara.

Langkah ini menunjukkan bahwa tekanan dari pemerintah pusat, yang dipicu oleh tekanan dari rakyat, terbukti efektif memaksa seorang kepala daerah untuk menarik kembali kebijakannya yang kontroversial.

Masalahnya, penyakit menaikkan PBB secara drastis ini ternyata bukan hanya terjadi di Pati. Bima Arya mengungkapkan data yang mengejutkan: ada 104 daerah di seluruh Indonesia yang telah menaikkan PBB.

Yang lebih parah, 20 daerah di antaranya menaikkan PBB di atas 100 persen.

Wamendagri, Bima Arya saat ditemui di Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu (5/7/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)
Wamendagri, Bima Arya saat ditemui di Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu (5/7/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

"Kami yakin ada proses evaluasi menyeluruh agar pemerintah daerah itu betul-betul tidak mengeluarkan kebijakan yang bisa memberatkan rakyat dan kemudian juga menghitung kembali potensi-potensi pendapatan fiskalnya," ujar Bima Arya.

Data ini menelanjangi sebuah tren yang mengkhawatirkan, di mana banyak pemda tampaknya mengambil jalan pintas untuk menaikkan pendapatan daerah dengan cara membebani warganya secara tidak wajar.

Sebagai respons atas tren nasional ini, Mendagri Tito Karnavian telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota. Isinya adalah imbauan tegas untuk mengevaluasi kembali kebijakan kenaikan PBB.

"Pak Menteri sudah mengeluarkan surat edaran mengimbau untuk melakukan evaluasi lagi," kata Bima.

Bupati Pati, Sudewo. (Instagram/pemkabpati_)
Bupati Pati, Sudewo. (Instagram/pemkabpati_)

Meski menggunakan kata "imbauan", surat edaran ini memiliki bobot sebagai peringatan keras dari pemerintah pusat. Ini adalah sinyal bahwa Kemendagri akan memonitor dengan ketat kebijakan fiskal daerah dan tidak akan segan-segan melakukan intervensi jika dianggap meresahkan dan tidak berpihak pada rakyat.

Meskipun kebijakan di Pati telah diralat dan surat edaran telah tersebar, di media sosial kini beredar rencana aksi unjuk rasa lanjutan dari Aliansi Masyarakat Pati pada 25 Agustus mendatang. Ini menandakan bahwa kepercayaan publik tidak bisa dipulihkan hanya dengan sebuah ralat kebijakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dana Transfer Daerah Turun Jadi 2,9%, Wamendagri Ungkap Misi di Baliknya: Kemandirian Fiskal

Dana Transfer Daerah Turun Jadi 2,9%, Wamendagri Ungkap Misi di Baliknya: Kemandirian Fiskal

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:02 WIB

Bupati Sudewo Dinilai Banyak Prestasi, Aliansi Masyarakat Pati Cinta Damai Tolak Pelengseran

Bupati Sudewo Dinilai Banyak Prestasi, Aliansi Masyarakat Pati Cinta Damai Tolak Pelengseran

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:28 WIB

Alarm Keras untuk Gibran: Demo Pati Jadi Sinyal, Analogi Bendera One Piece Bikin Merinding

Alarm Keras untuk Gibran: Demo Pati Jadi Sinyal, Analogi Bendera One Piece Bikin Merinding

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:45 WIB

Akui Lonjakan PBB di 20 Daerah Naik 100 Persen Lebih, Wamendagri Bima Arya Bilang Begini

Akui Lonjakan PBB di 20 Daerah Naik 100 Persen Lebih, Wamendagri Bima Arya Bilang Begini

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:04 WIB

Gaduh PBB Naik di Mana-Mana, Wamendagri: Ini Bukan Dampak dari Kebijakan Efisiensi Pusat

Gaduh PBB Naik di Mana-Mana, Wamendagri: Ini Bukan Dampak dari Kebijakan Efisiensi Pusat

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:59 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB