Sampah Kiriman dari Jakarta Cemari Perairan Pulau Tidung: Potret Darurat Sampah Laut Indonesia

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2025 | 14:13 WIB
Sampah Kiriman dari Jakarta Cemari Perairan Pulau Tidung: Potret Darurat Sampah Laut Indonesia
Ilustrasi Kepulauan Seribu - Pulau Tidung. (Dinda/Suara.com)

Suara.com - Perairan jernih dan destinasi wisata andalan Jakarta kembali tercemar oleh sampah kiriman. Fenomena tahunan ini kembali terjadi di Pulau Tidung, ketika ratusan ton sampah terbawa angin dan arus dari daratan Jakarta menuju kawasan pesisir pulau.

“Fenomena sampah kiriman ini bukan yang pertama. Jadi ada musimnya,” ujar Plt Sekretaris Kelurahan Pulau Tidung, Ari Prianto, Rabu (21/5/2025) dilansir ANTARA.

Menurut Ari, Pulau Tidung kerap menjadi titik akumulasi tumpukan sampah laut yang terbawa dari daratan. Jenisnya pun beragam, mulai dari kayu, plastik, kaleng, hingga kasur bekas yang merusak garis pantai dan pemandangan wisata.

Satuan tugas dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu langsung dikerahkan untuk membersihkan area terdampak. “Sampah mulai terlihat sejak 19 Mei akibat terdorong angin dan menumpuk di tepian pantai,” kata Azwar Hamid, Koordinator Lapangan Sudin LH.

Sampah di Pulau Tidung kiriman dari Jakarta. (Pemkab Kepulauan Seribu)
Sampah di Pulau Tidung kiriman dari Jakarta. (Pemkab Kepulauan Seribu)

Sebanyak 250 ton sampah telah diangkut dari tiga lokasi utama: kawasan Gedung Pembenihan KPKP, sekitar Kantor Kelurahan, dan destinasi wisata populer Jembatan Asmara. Sampah yang masih berada di tengah laut menunggu waktu untuk hanyut ke tepian, agar bisa segera dibersihkan.

Sampah Laut: Ancaman Serius yang Tak Mengenal Batas

Fenomena sampah kiriman di Pulau Tidung hanyalah satu potret dari krisis yang lebih besar: sampah laut atau marine debris. Berdasarkan data International Coastal Cleanup (2019), sampah yang terkumpul dari pantai dan laut mencapai 10,5 juta kilogram, dan 90% di antaranya berbahan plastik.

Laman resmi Waste4Change dan sejumlah lembaga internasional menyebutkan bahwa sampah laut bukan semata-mata hasil dari pembuangan langsung ke perairan, melainkan juga berasal dari aktivitas daratan seperti:

  • Sampah yang hanyut dari sungai ke laut.
  • Limbah dari kawasan industri dan permukiman.
  • Aktivitas wisata, pelabuhan, dan perikanan.

Menurut NOAA dan UNEP, marine debris memiliki dua sumber utama: dari daratan dan dari laut itu sendiri, termasuk dari badai, angin kencang, hingga aktivitas nelayan. Bahkan, menurut UNEP, tidak ada satu pun wilayah laut di dunia yang benar-benar bebas dari ancaman sampah laut.

Dampak Ekologis dan Ekonomi: Dari Laut ke Meja Makan Kita

Sampah laut tidak hanya merusak estetika pantai, tetapi juga mencederai ekosistem laut secara menyeluruh. Burung laut, ikan, hingga mamalia laut seperti paus dan penyu sering ditemukan mati akibat menelan atau terjerat plastik.

Laporan WWF Indonesia menunjukkan bahwa 25% spesies ikan laut kini mengandung mikroplastik, partikel berukuran lebih kecil dari 5mm yang berasal dari degradasi plastik di laut. Mikroplastik ini masuk ke rantai makanan manusia melalui plankton, ikan, hingga makanan laut lainnya yang kita konsumsi.

Selain dampak ekologis, kerugian ekonomi juga sangat besar. Berdasarkan data U.S. Fish and Wildlife Service, marine debris mengakibatkan peningkatan biaya pembersihan pantai, menurunkan citra wisata, mengganggu produksi perikanan, dan memengaruhi budidaya laut.

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Sejak Perpres No. 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut diterbitkan, Indonesia menargetkan pengurangan sampah plastik di laut sebesar 70% pada tahun 2025.

Ini ditindaklanjuti dengan kolaborasi lintas kementerian, regulasi ketat, dan pelibatan masyarakat pesisir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 11:34 WIB

10 Langkah Mudah Cegah Sampah Mengotori Pantai: Bisa Dilakukan Semua Orang!

10 Langkah Mudah Cegah Sampah Mengotori Pantai: Bisa Dilakukan Semua Orang!

Lifestyle | Selasa, 20 Mei 2025 | 11:06 WIB

Tingkat Daur Ulang Global Anjlok, Konsumsi Material di Dunia Kian Tak Terkendali

Tingkat Daur Ulang Global Anjlok, Konsumsi Material di Dunia Kian Tak Terkendali

News | Senin, 19 Mei 2025 | 14:47 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB