CEK FAKTA: TNI Disebut Bantai 1.200 Tentara Israel dalam 24 Jam

Denada S Putri

Sabtu, 24 Mei 2025 | 10:25 WIB
CEK FAKTA: TNI Disebut Bantai 1.200 Tentara Israel dalam 24 Jam
Ilustrasi tentara Israel di Gaza. [Ist]

Suara.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menjadi sorotan.

Kali ini dikabarkan, TNI membunuh 1200 tentara Israel.

Pembunuhan ribuan tentara Israel itu, katanya, dilakukan dalam kurun waktu 24 jam.

Bahkan disebut, dugaan aksi pembunuhan yang dilakukan TNI atas tentara Israel dibantu oleh pihak Rusia.

Informasi tersebut beredar di media sosial (Medsos) Facebook.

Akun Facebook dengan nama "Andik L" mengunggah kabar tersebut dalam bentuk video pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Dalam video, menampilkan seorang presenter perempuan yang mengucapkan narasi sebagai berikut:

"Israel Pupus Harapan Hampir Seribu Tentara Lenyap dalam Tragedi Gaza Selatan. TNI membunuh 1200 tentara israel dalam 24 jam dibantu rusia."

Melansir dari TurnBackHoax.id, sejak diunggah Sabtu lalu, video itu disukai 557 kali, menuai 41 komentar dan dibagikan ulang oleh 39 pengguna Facebook lainnya per Jumat, 23 Mei 2025.

baca juga

Penelusuran

Setelah dilakukan penelusuran, narasi yang mengklaim TNI membunuh ribuan tentara Israel mencatut video berita yang diunggah oleh kanal YouTube Serambinews.

Di mana judul yang diberikan ialah “Israel Pupus Harapan, Hampir Seribu Tentara Lenyap dalam Tragedi Gaza Selatan” yang tayang Senin, 5 Mei 2025. 

Video itu melaporkan pernyataan dari militer Israel pada Minggu, 4 Mei 2025 mengenai kematian perwira mereka dalam pertempuran di Gaza Selatan. 

Perwira tersebut meliputi Kapten Noam Ravid (23) dari Sha’arei Tikva, seorang perwira di unit Yahalom dan Sersan Staf Yaly Seror (20) dari Omer, seorang prajurit dalam unit tersebut. 

Selama operasi yang dilakukan Brigade Golani di kawasan Jenina, Rafah, sebuah terowongan ditemukan di dalam sebuah gedung selama pencarian dan pengepungan di daerah itu.

Para pejuang Yahalom yang dilatih dalam operasi bawah tanah, mereka dipanggil ke lokasi kejadian. 

Selama inspeksi terowongan, sebuah perangkat peledak yang kuat meledak. Ravid dan Seror tewas, dua prajurit lainnya mengalami luka serius dan sedang. 

Pemberitaan Serambinews itu tidak mengungkapkan peran TNI atau militer Rusia sebagai faktor yang menyebabkan kematian ribuan tentara Israel.

Kesimpulan

Bisa disimpulkan, video berisi klaim “TNI membunuh 1.200 Tentara Israel” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

CEK FAKTA, TNI Disebut Bantai 1.200 Tentara Israel dalam 24 Jam
CEK FAKTA, TNI Disebut Bantai 1.200 Tentara Israel dalam 24 Jam

Situasi Terkini di Gaza

Konflik di Gaza tetap menjadi salah satu krisis kemanusiaan dan geopolitik paling kompleks di dunia.

Setelah eskalasi besar pada Oktober 2023, wilayah ini terus menghadapi dampak yang parah, baik dari segi kemanusiaan, keamanan, maupun politik.

1. Kondisi Kemanusiaan yang Memburuk

  • Bencana Kelaparan dan Krisis Pangan: Laporan-laporan dari berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk PBB, secara konsisten menyoroti risiko kelaparan yang meluas di Gaza. Akses terhadap makanan sangat terbatas karena blokade, kerusakan infrastruktur pertanian, dan gangguan rantai pasokan. Bantuan kemanusiaan sering kali sulit masuk atau didistribusikan secara efektif.
  • Krisis Kesehatan: Sistem layanan kesehatan di Gaza telah hancur total. Sebagian besar rumah sakit tidak berfungsi atau hanya beroperasi sebagian, kekurangan obat-obatan, peralatan medis, dan tenaga medis. Ribuan warga sipil, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia, menderita luka-luka, penyakit, dan trauma tanpa akses ke perawatan yang memadai. Penyakit menular juga menjadi ancaman serius akibat sanitasi yang buruk dan kepadatan penduduk di tempat penampungan.
  • Pengungsian Massal: Mayoritas penduduk Gaza telah mengungsi berkali-kali dari rumah mereka. Lebih dari 1,7 juta orang diperkirakan mengungsi secara internal, hidup di tempat penampungan sementara yang penuh sesak, atau tenda-tenda darurat, tanpa akses memadai terhadap air bersih, sanitasi, dan tempat tinggal yang layak.
  • Kerusakan Infrastruktur: Skala kerusakan infrastruktur di Gaza sangat masif. Bangunan tempat tinggal, sekolah, jalan, fasilitas air, dan listrik telah hancur secara luas akibat serangan udara dan operasi militer. Rekonstruksi akan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan miliaran dolar.

2. Aspek Keamanan dan Militer

  • Operasi Militer Berlanjut: Meskipun ada seruan internasional untuk gencatan senjata, operasi militer di Gaza, terutama oleh Israel, terus berlanjut di berbagai intensitas. Fokus operasi sering bergeser ke area-area yang dianggap sebagai benteng terakhir kelompok bersenjata.
  • Ketegangan di Rafah: Wilayah Rafah, di selatan Gaza yang berbatasan dengan Mesir, menjadi pusat perhatian utama. Meskipun menjadi tempat berlindung bagi lebih dari satu juta pengungsi, Israel telah mengindikasikan niatnya untuk melakukan operasi militer skala besar di sana, menimbulkan kekhawatiran global akan bencana kemanusiaan yang lebih besar.
  • Serangan Lintas Batas: Serangan roket dari Gaza ke Israel, meskipun frekuensinya menurun dibandingkan awal konflik, masih terjadi. Israel menanggapi serangan ini dengan serangan udara atau operasi darat.
  • Peran Mesir: Mesir memainkan peran kunci dalam negosiasi gencatan senjata dan penyaluran bantuan. Namun, keamanan perbatasan Mesir-Gaza juga menjadi perhatian utama.

3. Upaya Diplomatik dan Gencatan Senjata

  • Negosiasi Buntu: Upaya negosiasi untuk mencapai gencatan senjata dan pembebasan sandera sering kali terhenti karena perbedaan posisi antara pihak-pihak yang berkonflik. Mediator internasional seperti Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat terus berupaya mencari jalan keluar.
  • Tekanan Internasional: Ada tekanan internasional yang sangat besar, termasuk dari PBB, Uni Eropa, dan berbagai negara, untuk segera mengakhiri konflik, melindungi warga sipil, dan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
  • Keputusan ICJ/ICC: Mahkamah Internasional (ICJ) dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan keputusan dan memulai penyelidikan terkait dugaan kejahatan perang di Gaza, menambah tekanan hukum dan politik terhadap pihak-pihak yang terlibat.

4. Implikasi Regional dan Global

  • Ketidakstabilan Regional: Konflik ini telah memperparah ketidakstabilan di Timur Tengah, dengan potensi peningkatan ketegangan di antara aktor-aktor regional lainnya.
  • Polarisasi Global: Krisis Gaza telah mempolarisasi opini publik global, memicu protes dan demonstrasi di berbagai negara, serta menyoroti perbedaan pandangan mengenai konflik Israel-Palestina.

Secara keseluruhan, Gaza pada Mei 2025 berada dalam kondisi krisis multidimensional yang parah.

Prioritas utama adalah penghentian permusuhan, masuknya bantuan kemanusiaan dalam skala besar, dan upaya serius untuk mencari solusi politik jangka panjang yang berkelanjutan bagi konflik ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Gibran Bagi-bagi Uang Rp 25 Juta untuk Bayar Utang?

CEK FAKTA: Benarkah Gibran Bagi-bagi Uang Rp 25 Juta untuk Bayar Utang?

News | Sabtu, 24 Mei 2025 | 09:56 WIB

CEK FAKTA: Jawa Barat Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Benarkah?

CEK FAKTA: Jawa Barat Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Benarkah?

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 14:08 WIB

CEK FAKTA: Roy Suryo Ditahan di Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

CEK FAKTA: Roy Suryo Ditahan di Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 19:31 WIB

Terkini

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

×