Diam di Tengah Amarah Karyawan: Sikap Bos Jepang Viral di Tengah Krisis PT Maruwa Indonesia

Dinda Rachmawati

Minggu, 25 Mei 2025 | 16:27 WIB
Diam di Tengah Amarah Karyawan: Sikap Bos Jepang Viral di Tengah Krisis PT Maruwa Indonesia
Viral PT Maruwa Indonesia Batam Bangkrut, Sikap Bos Jepang Diteriaki Ratusan Karyawan Tuai Sorotan (X)

Suara.com - Video seorang bos asal Jepang dari PT Maruwa Indonesia yang berdiri diam meski diteriaki puluhan karyawan viral dan menuai simpati dari warganet. 

Dalam cuplikan yang beredar luas di platform media sosial X (dulu Twitter), dengan akun @somexthread terlihat ekspresi sang petinggi perusahaan yang tampak tenang, namun penuh beban, saat menghadapi aksi protes dari para karyawannya.

Karyawan wanita dalam video tersebut dengan lantang berteriak, “Bayar gaji kami! Bayar gaji kami!” di hadapan sang bos yang mengenakan kemeja putih, terus berdiri dengan tangan di belakang. 

Meski menjadi sasaran amarah, ekspresi pria tersebut hanya bisa diam, tanpa membalas atau menghindar. Sikap bos asal Jepang ini pun langsung menjadi sorotan utama dalam narasi video yang pertama kali diunggah Batamnews.

Perusahaan Tutup Setelah 25 Tahun Beroperasi

Diketahui, PT Maruwa Indonesia merupakan perusahaan manufaktur asal Jepang yang telah berdiri selama 25 tahun di kawasan Batuaji, Batam. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi Flexible Printed Circuit (FPC), komponen penting dalam industri elektronik. 

Namun, pada April 2025, perusahaan ini resmi menutup operasionalnya tanpa ada pemberitahuan apapun pada para karyawannya. Penyebab utama kebangkrutan disebut-sebut karena terputusnya pasokan bahan baku dari mitra mereka di Malaysia, sebagaimana dilaporkan oleh Batamnews. 

Hal ini berdampak besar pada kelangsungan produksi dan akhirnya memaksa manajemen untuk menghentikan seluruh kegiatan perusahaan.

Penutupan ini berdampak langsung terhadap 205 karyawan yang kini menghadapi ketidakpastian mengenai gaji, pesangon, dan masa depan pekerjaan mereka.

Respons Netizen: Simpati dan Kekaguman

Respons publik terhadap video ini cukup mengejutkan. Alih-alih mengecam perusahaan yang bangkrut, banyak netizen justru mengapresiasi sikap tanggung jawab sang bos Jepang.

Mereka memberikan simpati kepada karyawan dan menuliskan kekagumam atas sikap tenang bos asal Jepang teraebut.

Bahkan banyak netizen yang juga membandingkannya dengan gaya kepemimpinan di perusahaan-perusahaan lain, terutama para bis di Indonesia.

“Salut banget sama bosnya berani ngehadepin karyawannya. Banyak bos kalau perusahaan bangkrut langsung sembunyi,” tulis @somexthread.

“Orang Jepang emang nyalinya gede. Beda ama atasan kami di instansi kami bekerja,” kata akun @nat****.

Sementara akun lain, @teo****, menulis, “Orang Jepang berani hara kiri dan tanggung jawab. Cuma memang nggak ada jalan keluar, makanya dia diam aja, nggak lari.”

Netizen juga menggarisbawahi bahwa masih banyak kasus di mana pekerja tak bisa bertemu langsung dengan manajemen saat krisis. 

Salah satunya dituturkan oleh akun @ren****, “Ini mah masih mending bosnya mau ngadepin. Aku kerja sama Cina, udah nomor diblokir, didatengin juga nggak mau nemuin. Pasal nggak bayar gaji juga. Sampai sekarang gaji ditahan, nggak dibayar-bayar.”

Harapan untuk Penyelesaian dan Keadilan bagi Pekerja

Meski pujian terhadap bos Jepang mengalir, warganet tetap menuntut agar hak-hak para karyawan dipenuhi. Banyak yang berharap pemerintah atau pihak berwenang turun tangan untuk memastikan para pekerja mendapat kompensasi sesuai hukum ketenagakerjaan yang berlaku.

“Semoga pegawai dapat hak-haknya sesuai hukum ya. Kasian. Semoga dapat kerjaan secepatnya juga. Aamiin ya rabb,” tulis akun @sai***.

Kisah PT Maruwa Indonesia ini menjadi potret nyata bagaimana krisis perusahaan bisa berdampak besar pada kehidupan ratusan pekerja. 

Di sisi lain, video ini juga memperlihatkan bahwa dalam situasi paling sulit sekalipun, sikap pemimpin yang tetap hadir dan tidak lari dari tanggung jawab bisa menjadi pelajaran berharga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayam Goreng Widuran Solo Umumkan Non-Halal Setelah 52 Tahun, Bisa Dituntut Hukum?

Ayam Goreng Widuran Solo Umumkan Non-Halal Setelah 52 Tahun, Bisa Dituntut Hukum?

Lifestyle | Minggu, 25 Mei 2025 | 12:23 WIB

Berapa Harga Ayam Goreng Widuran Solo? Viral Baru Umumkan Nonhalal

Berapa Harga Ayam Goreng Widuran Solo? Viral Baru Umumkan Nonhalal

Lifestyle | Minggu, 25 Mei 2025 | 12:13 WIB

Sritex Pailit, Eks Dirut Jadi Tersangka Korupsi, Sahamnya Bakal Didepak dari Bursa

Sritex Pailit, Eks Dirut Jadi Tersangka Korupsi, Sahamnya Bakal Didepak dari Bursa

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 20:23 WIB

Terkini

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:29 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:33 WIB

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:28 WIB

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:26 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:11 WIB

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:10 WIB

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:00 WIB

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:59 WIB