Tiga Hari Terjebak Banjir Rob: Menanti Aksi Nyata Pemerintah Bagi Warga Pesisir Jakarta

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 28 Mei 2025 | 13:36 WIB
Tiga Hari Terjebak Banjir Rob: Menanti Aksi Nyata Pemerintah Bagi Warga Pesisir Jakarta
Warga beraktivitas di tengah banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Sabtu (14/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Sudah tiga malam Warsinah tidur dengan bau air asin yang menyengat. Lantai rumahnya di RW 22, Muara Angke, selalu basah. Suara cipratan air di luar jendela tak pernah henti sejak pukul 11 malam, Rabu dini hari.

“Ini banjir sudah hari ketiga dan kami hanya bisa pasrah,” ucapnya lirih. 

Sejak air laut naik, sekitar 200 rumah di RW 22 Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, terendam banjir rob.

Tingginya mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Di beberapa titik, genangan bahkan menelan jalan utama, membuat kendaraan praktis tak bisa melintas.

Erda, petugas dari Tim Reaksi Cepat BPBD DKI Jakarta, mengonfirmasi penyebabnya.

“Banjir ini terjadi akibat air laut pasang dan merendam 200 rumah warga di RW 22,” katanya. “Diprediksi akan terjadi hingga 31 Mei, puncaknya bisa sampai 60 sentimeter.”

Bukan hanya karena hujan, tapi juga karena "supermoon"—fenomena ketika bulan tampak lebih besar dan dekat dari biasanya. Gravitasi bulan yang meningkat mengangkat permukaan air laut lebih tinggi dari normal.

“Banjir ini disebabkan adanya fenomena supermoon yang menyebabkan air laut naik dan masuk ke kawasan ini,” tambah Erda.

Harapan Warsinah

baca juga

Fenomena ini bukan hal baru bagi Warsinah dan warga sekitar. Tapi setiap kali datang, banjir rob seperti ini selalu membawa lelah yang sama.

“Harus dibangun tembok di belakang sana,” tegas Warsinah. “Air laut yang tinggi masuk ke sini dan banjir. Kami sudah capek banjir terus.”

Tembok yang ia maksud adalah proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall, yang lama dijanjikan tapi belum sepenuhnya terwujud di daerahnya.

Sementara itu, Kepala Satpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Kristian Gottam, mengingatkan warga untuk waspada.

“Selalu menjaga lingkungan di sekitar agar sampah tidak tergenang dan menjadi sumber penyakit,” ujarnya.

Rencana pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan pembangunan Giant Sea Wall adalah langkah strategis untuk mengatasi banjir rob di wilayah pesisir.

“Bapak Presiden telah menugaskan kami untuk menyiapkan dan menjalankan pembangunan Giant Sea Wall sebagai upaya perlindungan pesisir sekaligus mitigasi banjir rob akibat abrasi dan penurunan tanah yang signifikan, mencapai 4 hingga 10 cm per tahun,” ujar AHY di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan, banjir bukan masalah baru, namun solusinya tidak bisa hanya mengulang pendekatan lama. Pemerintah, katanya, berkomitmen menjalankan langkah holistik, mulai dari perlindungan pesisir hingga pembenahan sistem air bersih.

“Dalam minggu-minggu terakhir, kita semua siaga, terutama di wilayah yang secara historis sering terdampak banjir, yaitu Jabodetabek. Kota Bekasi menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah, dengan 8 dari 12 kecamatan terendam, melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan menyebabkan kerusakan infrastruktur,” kata AHY.

Salah satu penyebab utama penurunan tanah, tambahnya, adalah pemanfaatan air tanah berlebih. Karena itu, pemerintah mengupayakan optimalisasi suplai air bersih dari Waduk Jatiluhur dan Karian, serta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pengurangan kebocoran air, dan pemanfaatan air hujan.

“Langkah lain mencakup program Jakarta Sewerage System, penguatan IPAL komunal, dan perbaikan sanitasi masyarakat,” ucapnya.

Menurut AHY, perlindungan pantai akan membawa manfaat besar.

Arsip foto - Sejumlah anak bermain di tengah banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Jumat (13/12/2024). ANTARA FOTO/Fauzan/foc/pri.
Arsip foto - Sejumlah anak bermain di tengah banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Jumat (13/12/2024). ANTARA FOTO/Fauzan/foc/pri.

"Kita pastikan, jika kita berhasil melindungi pesisir pantai Jakarta dan Jawa, potensi kerugian akibat banjir bisa dihilangkan. Ini bisa bernilai miliaran dolar AS dalam 20–30 tahun ke depan, dan yang paling penting, menyelamatkan manusia," ujarnya.

Ia menambahkan, proyek Giant Sea Wall juga dirancang sebagai pengembangan kawasan ekonomi.

“Jadi, ini terintegrasi. Tidak hanya bicara lingkungan, tetapi juga pengembangan kawasan sehingga memiliki nilai tambah ekonomi yang menarik. Bukan hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menarik investasi yang sangat kita perlukan," kata AHY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip Proses Pembibitan dan Penanaman Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Mengintip Proses Pembibitan dan Penanaman Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Foto | Senin, 26 Mei 2025 | 10:44 WIB

Melihat Burung Terbang Bebas di Tengah Kota: Jelajahi Destinasi Hijau yang Menyegarkan

Melihat Burung Terbang Bebas di Tengah Kota: Jelajahi Destinasi Hijau yang Menyegarkan

Lifestyle | Minggu, 25 Mei 2025 | 08:04 WIB

Aceh Besar Gerak Cepat Bersihkan Sampah Ilegal: Warga Diimbau Lakukan Ini

Aceh Besar Gerak Cepat Bersihkan Sampah Ilegal: Warga Diimbau Lakukan Ini

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:57 WIB

Terkini

Penyadapan Prabowo, Pakar Sebut Eks Kapolri Bisa Dijerat Makar jika Terbukti Ada Permufakatan Jahat

Penyadapan Prabowo, Pakar Sebut Eks Kapolri Bisa Dijerat Makar jika Terbukti Ada Permufakatan Jahat

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:36 WIB

Kemensos Raih Peringkat Pertama dalam Pengelolaan Barang Milik Negara

Kemensos Raih Peringkat Pertama dalam Pengelolaan Barang Milik Negara

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:36 WIB

Resep Cilok Pedas Kuah Seblak, Kenyal dan Gurih dengan Kuah Pedas Menggugah Selera

Resep Cilok Pedas Kuah Seblak, Kenyal dan Gurih dengan Kuah Pedas Menggugah Selera

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 13:35 WIB

Dulu Cuma 5 Menit, Kini Harus Memutar 7 Kilometer, Jeritan Warga Mijen Usai Jalan Ditutup

Dulu Cuma 5 Menit, Kini Harus Memutar 7 Kilometer, Jeritan Warga Mijen Usai Jalan Ditutup

Jawa Tengah | Kamis, 05 November 2026 | 13:34 WIB

Jaksa Tanya Ikut Wisuda? Jokowi Sebut Nama Teman: yang ke-12 sampai 14 Saya Lupa

Jaksa Tanya Ikut Wisuda? Jokowi Sebut Nama Teman: yang ke-12 sampai 14 Saya Lupa

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:33 WIB

Tragedi Cinta di Tengah Revolusi Prancis dalam Novel Kisah Dua Kota

Tragedi Cinta di Tengah Revolusi Prancis dalam Novel Kisah Dua Kota

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:30 WIB

The Ramparts of Ice Rilis Fanbook Resmi Januari 2027, Muat Episode Epilog

The Ramparts of Ice Rilis Fanbook Resmi Januari 2027, Muat Episode Epilog

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:28 WIB

6 Rekomendasi Krim untuk Kulit Kendur Usia 50 Tahun, Mulai Rp19 Ribuan

6 Rekomendasi Krim untuk Kulit Kendur Usia 50 Tahun, Mulai Rp19 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 13:26 WIB

Kronologi Kecelakaan Maut Avanza dan Vario di Lombok: Pasutri Tewas, Bayi Luka-Luka

Kronologi Kecelakaan Maut Avanza dan Vario di Lombok: Pasutri Tewas, Bayi Luka-Luka

Bali | Kamis, 05 November 2026 | 13:25 WIB

Cara Cek Apakah NIK KTP Disalahgunakan untuk Pinjol, Bisa Lewat HP

Cara Cek Apakah NIK KTP Disalahgunakan untuk Pinjol, Bisa Lewat HP

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 13:25 WIB

×