Tak Ada yang Melobi, Dudung Abdurachman Tolak Jadi Kandidat Caketum PPP: Belum Mau Masuk Politik

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 29 Mei 2025 | 14:32 WIB
Tak Ada yang Melobi, Dudung Abdurachman Tolak Jadi Kandidat Caketum PPP: Belum Mau Masuk Politik
Penasehat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, menolak secara tegas menjadi kandidat Caketum PPP. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Penasehat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, menolak secara tegas menjadi kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ia awalnya mengaku tak tahu namanya masuk dalam bursa kandidat caketum PPP.

"Waduh saya nggak tahu," kata Dudung ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2025).

Namun ia mengaku belum berminat menjadi kandidat caketum PPP untuk Muktamar 2025 mendatang.

"Tapi saya belum berminat," katanya.

Ia justru mempertanyakan siapa yang menyebut dirinya masuk dalam bursa caketum PPP.

Pasalnya, selama ini ia mengaku belum pernah ada yang memintanya untuk duduki jabatan tersebut.

"Itu yang bilang siapa? Oh Pak Rommy," ujarnya.

"Saya tidak (ada yang melobi)," sambungnya.

baca juga

Lebih lanjut, ia menegaskan kembali jika dirinya sama sekali tak berminat untuk terjun ke partai politik.

"Saya tidak berminat belum mau berpolitik saya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy alias Gus Rommy, menyampaikan, kekinian sudah 8 nama sebagai kandidat caketum PPP diantaranya 3 dari internal dan 5 dari eksternal.

"Internal: Sandi Uno, Sekjen Arwani & Gus Yasin. Dari Eksternal: Gus Ipul, Dudung Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto," ungkapnya.

"Tentu nama-nama yang muncul tingkat agresivitasnya berbeda. Ada yang sudah sosialisasi dengan DPW atau DPC. Ada yg baru sowan para sesepuh ulama. Ada yang sudah konsolidasi. Ada yang sudah niat, kemudian ngerem. Bahkan ada yang diunggulkan tapi masih ditunggu kesediannya. Tapi setidaknya komunikasi itu ada. Baik dengan saya sendiri atau dengan pengurus DPP lainnya. Intinya, dinamika menuju muktamar ini menuju 1 arah: mencari Ketua Umum baru," sambungnya.

Gus Ipul Menolak

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merendah ketika namanya masuk dalam bursa sebagai kandidat calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jelang Muktamar PPP tahun ini.

Gus Ipul mengaku tak kaget namanya disebut-sebut lagi, sebab sebelumnya sudah pernah beberapa kali muncul, bahkan setiap jelang PPP Muktamar.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Novian)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merendah ketika namanya masuk dalam bursa sebagai kandidat calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jelang Muktamar PPP tahun ini.. (Suara.com/Novian)

"Oh saya? Oh saya selalu disebut-sebut setiap ada muktamar PPP. bukan sekarang aja ya, selalu itu disebut-sebut. Dan biasanya terus hilang gitu aja, jadi nggak usah kaget gitu," kata Gus Ipul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Ia mengaku tak merasa kapabel dalam memimpin PPP.

Menurutnya, banyak yang lebih pantas darinya untuk memimpin partai Kakbah ke depan.

"Yang kedua, saya merasa bahwa banyak yang lebih mampu untuk memimpin PPP gitu. Kader-kader internal maupun juga kader-kader eksternal ya yang punya potensi," ujarnya.

"Tapi buat saya sendiri, saya terus terang nggak punya apa ya, kemampuan lah untuk memimpin PPP," sambungnya.

Kendati begitu, ia mengakui memang ada sejumlah elit PPP yang coba merayunya maju sebagai caketum.

"Ya teman-teman semua di situ ya nggak merayu lah, kadang-kadang ya ada," katanya.

Namun ia menegaskan, lebih tertarik fokus untuk membantu Presiden RI Prabowo sebagai Mensos.

"Nggak ya diskusi-diskusi gitu aja, ini gimana ya. Sudah banyak lah di sana, saya bilang. Sudah di sana udah banyak itu, nama-nama itu udah bagus semua. Saya nggak, jangan diikut-ikutkan sudah. Saya sendiri juga lagi ini, bantu presiden," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amran Sulaiman dan Mimpi Besar PPP Lolos Parlemen

Amran Sulaiman dan Mimpi Besar PPP Lolos Parlemen

Liks | Selasa, 27 Mei 2025 | 08:05 WIB

Rommy Sampai Terbang ke Makassar Bujuk Amran Sulaiman Maju Ketum PPP, Hasilnya?

Rommy Sampai Terbang ke Makassar Bujuk Amran Sulaiman Maju Ketum PPP, Hasilnya?

News | Senin, 26 Mei 2025 | 14:34 WIB

Jelang Muktamar, Rommy Jagokan Amran Sulaiman Jadi Ketum PPP: Karena Usulan Jokowi

Jelang Muktamar, Rommy Jagokan Amran Sulaiman Jadi Ketum PPP: Karena Usulan Jokowi

News | Senin, 26 Mei 2025 | 14:08 WIB

Gus Ipul Nyatakan Belum Mampu Pimpin PPP, Romahurmuziy: Beliau Sempat Ngegas, Tapi Akhirnya Ngerem

Gus Ipul Nyatakan Belum Mampu Pimpin PPP, Romahurmuziy: Beliau Sempat Ngegas, Tapi Akhirnya Ngerem

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 13:41 WIB

Namanya Jadi Langganan di Bursa Ketum PPP, Gus Ipul: Terus Terang Saya Nggak Punya Kemampuan

Namanya Jadi Langganan di Bursa Ketum PPP, Gus Ipul: Terus Terang Saya Nggak Punya Kemampuan

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 06:31 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×