CEK FAKTA: Penghasilan Pekerja Seks Komersial Akan Dikenai Pajak

Denada S Putri

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:52 WIB
CEK FAKTA: Penghasilan Pekerja Seks Komersial Akan Dikenai Pajak
Ilustrasi PSK. (Ist)

Suara.com - Sebuah unggahan di Facebook dengan nama akun “Tenggara Selatan” pada Kamis, 7 Agustus 2025, membagikan foto disertai narasi provokatif yang menyebut bahwa penghasilan pekerja seks komersial (PSK) akan dikenai pajak.

Unggahan tersebut menulis:

“PARAH! PSK PUN JADI ASET NEGARA!
Mulyani Mulyani benar-benar dah... ngitung pajaknya gimana coba? Apa akan di tungguin pas ngamar berapa jumlah nasabahnya kali HET wilayahnya di bagi seper sekian persen yg harus di BAYAR ke NEGARA?
Psk yg dah bayar pajak sekalian stempel pusernya ye.
PEJABAT SINTING, rakyat di buat nangis dan ketawa.”

Hingga Senin, 25 Agustus 2025, unggahan itu telah memperoleh 49 tanda suka, lebih dari 50 komentar, dan dibagikan ulang hampir 10 kali.

Melansir dari TurnBackHoax.id, isu mengenai pajak penghasilan bagi PSK sebenarnya berawal dari penjelasan Mekar Satria Utama, mantan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

CEK FAKTA, Penghasilan Pekerja Seks Komersial Akan Dikenai Pajak. [TurnBackHoax.id]
CEK FAKTA, Penghasilan Pekerja Seks Komersial Akan Dikenai Pajak. [TurnBackHoax.id]

Dalam wawancara lama yang dikutip dari sumber yang sama, Satria menjelaskan prinsip dasar ketentuan subjektif dan objektif dalam penetapan status wajib pajak sesuai Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh).

Namun, pernyataan lama tersebut kembali beredar di media sosial dengan narasi menyesatkan seolah pemerintah akan memungut pajak dari pekerja seks komersial.

Menanggapi hal ini, Rosmauli, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP saat ini, dengan tegas membantah kabar tersebut.

“Tidak ada kebijakan khusus untuk memungut pajak dari pekerja seks komersial. Pernyataan tersebut bukan pengumuman kebijakan, dan konteksnya tidak relevan,” ujarnya pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

baca juga

Dasar Hukum Pajak

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Pajak Penghasilan (PPh) dikenakan kepada individu maupun badan usaha atas penghasilan yang diterima atau diperoleh selama satu tahun pajak.

Objek pajak ini meliputi gaji, keuntungan usaha, honorarium, hadiah, hingga sumber penghasilan lainnya—namun tidak ada aturan khusus yang menyebut pajak bagi pekerja seks komersial.

Dapat disimpulkan, klaim yang menyebutkan bahwa penghasilan pekerja seks komersial bakal dikenai pajak adalah tidak benar.

Direktorat Jenderal Pajak telah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak relevan dengan kebijakan perpajakan di Indonesia.

Unggahan tersebut dikategorikan sebagai misleading content atau konten menyesatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Ustaz Yusuf Mansyur Wafat pada 24 Agustus 2025?

CEK FAKTA: Benarkah Ustaz Yusuf Mansyur Wafat pada 24 Agustus 2025?

News | Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:38 WIB

CEK FAKTA: Jokowi Terima Aliran Dana Korupsi Kuota Haji?

CEK FAKTA: Jokowi Terima Aliran Dana Korupsi Kuota Haji?

News | Sabtu, 30 Agustus 2025 | 11:46 WIB

CEK FAKTA: Program Ayam Gratis 2025 dari Kementan

CEK FAKTA: Program Ayam Gratis 2025 dari Kementan

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 14:55 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×