Ngamuk ke Suporter Persikas, Dedi Mulyadi: Sekelompok Orang yang Tak Punya Adab

Lintang Siltya Utami

Kamis, 29 Mei 2025 | 17:43 WIB
Ngamuk ke Suporter Persikas, Dedi Mulyadi: Sekelompok Orang yang Tak Punya Adab
Dedi Mulyadi. [Ist]

Suara.com - Kemarahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terhadap sekelompok suporter sepakbola Persikas Subang menjadi sorotan.

Hal itu terjadi ketika sejumlah pendukung Persikas Subang meneriakkan yel-yel dan membentangkan spanduk di acara Nganjang Ka Rakyat yang digelar di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, pada Rabu (28/5/2025).

Yel-yel dari para pendukung Persikas Subang rupanya membuat Dedi Mulyadi geram dan marah. Ia menegaskan bahwa acara tersebut adalah forumnya, bukan ajang bagi pendukung Persikas.

"Hei, ini forum saya! Bukan forum Persikas. Ini forum saya dengan rakyat, bukan dengan Persikas. Anak muda nggak punya otak kamu!" teriak Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengancam akan mencari para pemuda pendukung Persikas tersebut, termasuk ke sekolah atau kampus asal mereka.

"Kalau kamu anak sekolah, saya cari kamu sekolahnya di mana. Kalau kamu mahasiswa, saya cari kamu kuliah di mana," ancam Dedi Mulyadi.

Cuplikan video ketika Dedi Mulyadi menunjuk-nunjuk sejumlah pendukung Persikas juga diunggah oleh Dedi Mulyadi di akun TikTok miliknya @dedimulyadiofficial.

Namun, dalam video tersebut ia juga membuat klarifikasi mengapa dirinya begitu marah. Rupanya, yel-yel dari suporter Persikas terdengar ketika Dedi Mulyadi sedang berinteraksi dengan seorang ibu yang harus membesarkan empat anak seorang diri.

Menurut Dedi Mulyadi, para pendukung klub sepakbola itu tidak memiliki adab.

baca juga

"Saya malam itu marah karena ada sekelompok orang yang tidak memiliki adab dalam hidupnya. Di saat air mata jatuh, karena rasa empati pada derita seorang ibu yang memiliki empat anak dan membiayai mereka hanya dengan memungut botol-botol bekas tetapi anaknya bisa tumbuh dengan baik, suaminya menikah lagi dengan orang lain, ini berteriak yel-yel untuk menyelamatkan Persikas karena klubnya berpindah tempat, dibeli oleh pihak lain," ucap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menyayangkan tindakan para pendukung Persikas yang seharusnya mampu membaca situasi jika ingin mengungkapkan keresahannya. Sebagai informasi, kelompok tersebut meminta kepada Dedi Mulyadi untuk menyelamatkan Persikas agar tidak dijual.

"Tentunya sikap ini adalah sikap yang tidak beradab, yang menempatkan sebuah masalah tidak pada tempatnya dan yang paling penting adalah bahwa hilangnya nalar rasa, hilangnya hati, dan hilangnya cinta pada orang yang terlalu mengedepankan ego untuk membela klubnya tetapi mengabaikan fakta derita yang dihadapi oleh warga di hadapan matanya," sambung lelaki yang juga akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu.

Ia berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran berharga. Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga curiga jika video dirinya marah-marah akan digiring oleh pihak lain dan menyebut dirinya sebagai pemimpin yang emosional.

"Semoga peristiwa itu menjadi pembelajaran penting bagi kita, dan tentunya kemarahan saya akan diframing menjadi pemimpin yang emosional dan dibawa kemana-mana. Bagi saya itu tidak penting, dipersilakan saja, tapi mendidik rakyat bagi saya jauh lebih penting dari sekadar memikirkan popularitas dan elektabilitas," imbuhnya lagi.

Meski tak disertakan dalam video, namun amarah Dedi Mulyadi perlahan mereda. Ia juga kembali melanjutkan pidatonya di atas panggung setelah meminta agar spanduk Persikas diamankan.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perihal kepemilikan Persikas itu bukanlah urusannya.

Unggahan itu pun menuai beragam tanggapan dari publik yang membanjiri kolom komentar videonya.

"Pak maaf, mungkin mereka mikirnya kemarin soal bola KDM kasih 1M dari uang pribadi dan 1M dari pemerintah lagi, total 2M untuk Persib. Mungkin melihat itu anak-anak Persikas ada setitik harapan ke KDM untuk membantu. Betul momennya tidak pas, sedang haru malah ribut. Mungkin mereka merasa ini waktunya supaya dilirik KDM," komentar @ari_i*****

"Persikas salah, memicu suasana dengan yel-yel. Sebelum yel-yel, spanduk sudah dibentangkan tapi KDM masih maklum. Untuk Kang Dedi Mulyadi, lain kali lebih slow aja. Saya yakin cara kalem akan juga bisa meredam suasana," tambah @bamba**.*****

"Kecewa berat sama Dedi Mulyadi, padahal Persikas tuh klub bola Jawa Barat tapi ditelantarin. Giliran pemain Persib dikasih bonus," tulis @zam*******

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekik Gak Punya Otak, Dedi Mulyadi Disentil Gegara Ngamuk ke Suporter Persikas: Kelihatan Aslinya!

Pekik Gak Punya Otak, Dedi Mulyadi Disentil Gegara Ngamuk ke Suporter Persikas: Kelihatan Aslinya!

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 16:12 WIB

Kebijakan Jam Malam Pelajar di Jabar: Solusi atau Sekadar Simbolik?

Kebijakan Jam Malam Pelajar di Jabar: Solusi atau Sekadar Simbolik?

Liks | Rabu, 28 Mei 2025 | 18:23 WIB

Rumah Dedi Mulyadi Dua Kali Dikirimi Ular King Cobra, Diletakkan di Pintu Gerbang

Rumah Dedi Mulyadi Dua Kali Dikirimi Ular King Cobra, Diletakkan di Pintu Gerbang

Entertainment | Rabu, 28 Mei 2025 | 17:49 WIB

Terkini

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:29 WIB

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:25 WIB

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:17 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

×