Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 30 Mei 2025 | 16:06 WIB
Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya
Ilustrasi gas alam - energi terbarukan. (Photo by Pixabay/Pexels)

Suara.com - Potensi gas alam sebagai sumber energi terbarukan pengganti batu bara dan minyak masih terus digali. Meski begitu, tak sedikit yang menyoroti kendala dan risiko pemanfaatannya.

Mark Radka, Kepala Badan Energi dan Iklim di Program Lingkungan PBB (UNEP), mengatakan gas alam memang menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida dan polutan udara konvensional saat dibakar dibandingkan batu bara. Sayangnya, kebocoran metana yang terjadi selama proses produksi dan distribusi menimbulkan kekhawatiran serius.

Metana adalah sumber efek rumah kaca yang sangat kuat, sekitar 84 kali lebih berpotensi membuat atmosfer bumi lebih panas dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu 20 tahun.

"Emisi metana yang tidak terkendali merusak kredibilitas gas alam sebagai bahan bakar yang lebih bersih," kata Radka, dikutip dari situs resmi UNEP, Jumat (30/5/2025).

Mengandalkan perusahaan bahan bakar fosil untuk mengawasi sendiri kebocoran metana mereka dianggap tidak realistis. Radka menekankan pentingnya regulasi yang ketat dan penegakan hukum yang efektif.

Namun ia melihat ada harapan. Beberapa perusahaan energi di dunia telah berkomitmen untuk menetapkan target pengurangan metana pada tahun 2025. Teknologi deteksi kebocoran juga semakin maju, memungkinkan pemantauan yang lebih akurat.

Laporan Emissions Gap dari UNEP menyatakan bahwa dunia harus mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 45% pada tahun 2030 untuk menghindari krisis iklim yang parah. Dalam konteks ini, peran gas alam sebagai 'jembatan energi bersih' dari batu bara dan minyak dipertanyakan.

Lokasi fasilitas penyimpanan dan distribusi 'Compressed Natural Gas (CNG)' PT Perta Daya Gas di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/3).
Lokasi fasilitas penyimpanan dan distribusi 'Compressed Natural Gas (CNG)' PT Perta Daya Gas di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/3). [Antara/R. Rekotomo]

Radka menyatakan bahwa transisi yang lambat dari bahan bakar fosil lain dan investasi besar dalam infrastruktur gas akan menjadi salah satu faktor penghalang.

Namun, dalam sistem tenaga berbasis energi terbarukan, gas alam dapat berfungsi sebagai cadangan karena pembangkit listrik berbasis gas dapat dinyalakan hampir seketika, sementara pembangkit listrik berbasis batu bara memerlukan waktu lebih lama untuk beroperasi.

baca juga

Meskipun biaya energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin terus turun dalam 10 tahun terakhir, beberapa negara masih memilih untuk berinvestasi dalam gas alam. Berikut adalah 5 fakta terbaru tentang energi gas alam di tahun 2025 yang relevan untuk memahami peran dan tantangannya dalam transisi energi global:

1. Permintaan Global Melambat, Tapi Masih Tumbuh di Asia

Menurut laporan International Energy Agency (IEA), pertumbuhan permintaan gas alam global diperkirakan melambat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, permintaan di negara-negara berkembang di Asia, seperti China dan India, tetap meningkat sekitar 6% pada 2024, didorong oleh kebutuhan listrik dan kondisi ekonomi yang membaik.

2. Emisi CO dari Gas Alam Naik 3,7%

Meskipun gas alam dianggap lebih bersih dibandingkan batu bara, emisi karbon dioksida (CO) dari penggunaannya meningkat sebesar 3,7% pada 2024, menunjukkan bahwa ketergantungan yang terus-menerus pada bahan bakar fosil tetap menjadi tantangan dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

3. Kebocoran Metana dari Sumur Terbengkalai

IEA memperkirakan bahwa sumur minyak dan gas yang ditinggalkan secara global melepaskan lebih dari 3 juta ton metana pada 2024. Metana adalah gas rumah kaca yang jauh lebih kuat daripada CO, dan kebocoran ini menyoroti perlunya pengelolaan yang lebih baik terhadap infrastruktur energi yang tidak aktif.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa meskipun gas alam memainkan peran penting dalam sistem energi saat ini, tantangan lingkungan dan kebutuhan akan transisi ke sumber energi yang lebih bersih tetap menjadi perhatian utama.

"Sangat penting untuk diingat bahwa tidak bisa serta merta menghilangkan bahan bakar minyak begitu saja. Industri penerbangan misalnya, masih sangat tergantung pada bahan bakar minyak dan kita belum memiliki penggantinya," terang Radka lagi.

Dalam menghadapi tantangan transisi energi, gas alam bukanlah solusi akhir, tetapi dapat memainkan peran sebagai pendukung dalam sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan emisi metana yang efektif dan investasi dalam teknologi energi terbarukan, dunia dapat bergerak menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Jepang, Masa Depan Energi Bersih Ada di Atap Rumah dan Mobil Listrik

Di Jepang, Masa Depan Energi Bersih Ada di Atap Rumah dan Mobil Listrik

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 14:24 WIB

Motor Bekas untuk Anak Kuliah: Mesin Irit Bertenaga, Enak untuk Angkut Barang, Harga Mulai Rp7 Juta

Motor Bekas untuk Anak Kuliah: Mesin Irit Bertenaga, Enak untuk Angkut Barang, Harga Mulai Rp7 Juta

Otomotif | Jum'at, 30 Mei 2025 | 13:22 WIB

Bagaimana Sekolah Bisa Jadi Kunci Transisi Energi Bersih?

Bagaimana Sekolah Bisa Jadi Kunci Transisi Energi Bersih?

Lifestyle | Jum'at, 30 Mei 2025 | 13:11 WIB

Terkini

Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang

Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos

Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra

Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam

Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan

Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan

Bri | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang

Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara

Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:47 WIB

3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat

3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?

Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:30 WIB

5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas

5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas

Tekno | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:10 WIB

×