Di Jepang, Masa Depan Energi Bersih Ada di Atap Rumah dan Mobil Listrik

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 30 Mei 2025 | 14:24 WIB
Di Jepang, Masa Depan Energi Bersih Ada di Atap Rumah dan Mobil Listrik
Ilustrasi mobil listrik. [Unsplash/Jannes Glas]

Suara.com - Bayangkan jika atap rumah dan mobil listrik yang kita miliki bukan hanya sekadar pelindung dan alat transportasi, tapi juga sumber energi utama untuk hidup yang lebih ramah lingkungan.

Harapan ini bukan sekadar impian, karena sebuah studi terbaru dari Universitas Tohoku di Jepang menunjukkan bahwa kombinasi panel surya di atap dan mobil listrik bisa memenuhi 85% kebutuhan listrik Jepang, sekaligus memangkas emisi karbon hingga 87%.

Studi ini memberi angin segar dalam upaya global menuju netral karbon, terutama bagi kota dan pemerintah lokal yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan sumber daya.

Jepang, dengan kondisi geografis pegunungan dan lahan terbatas untuk pembangunan ladang surya skala besar, justru punya kekuatan tersembunyi: lebih dari 8.000 km2 area atap dan pertumbuhan pasar mobil listrik yang pesat.

Melalui pendekatan yang mereka sebut "SolarEV City" atau sistem “PV + EV” (Photovoltaic plus Electric Vehicle), para peneliti menunjukkan bahwa pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada seperti atap bangunan dan kendaraan pribadi bisa menjadi solusi energi yang praktis, terjangkau, dan berkelanjutan.

Menghitung Potensi: Dari Kota ke Desa

Penelitian ini melakukan analisis teknis dan ekonomi yang komprehensif terhadap 1.741 kota dan daerah di Jepang.

Dengan asumsi 70% atap dipasangi panel surya berkapasitas 20% efisiensi dan kendaraan listrik dengan baterai 40 kWh digunakan sebagai penyimpan energi rumah tangga, hasilnya luar biasa: atap-atap tersebut dapat menghasilkan 1.017 TWh energi per tahun—lebih dari total listrik yang diproduksi Jepang pada 2022.

Ilustrasi panel surya. (Shutterstock)
Ilustrasi panel surya. (Shutterstock)

Jika hanya mengandalkan panel surya di atap, rata-rata daerah dapat memenuhi 45% kebutuhannya. Tapi ketika digabungkan dengan kendaraan listrik sebagai baterai, cakupan pasokan melonjak menjadi 85%. Sistem ini juga diperkirakan dapat menurunkan biaya energi hingga 33% pada tahun 2030.

baca juga

Daerah pedesaan dengan lahan luas dan kepemilikan kendaraan yang tinggi punya peluang lebih besar untuk menghasilkan energi secara mandiri, bahkan berlebih. Sementara itu, kota-kota padat seperti Tokyo memang memiliki keterbatasan area atap dan jumlah kendaraan, tapi tetap mendapat manfaat dari fleksibilitas energi yang ditawarkan sistem ini.

Kebijakan Adalah Kunci

Namun, harapan besar ini tetap membutuhkan dorongan kuat dari sisi kebijakan. Seperti yang disampaikan oleh Takuro Kobayashi dari Universitas Tohoku, “Untuk mewujudkan sistem ini dan bergerak menuju masyarakat yang lebih hijau, dukungan kebijakan tetap menjadi hal utama,” katanya melansir EurekAlert!, Jumat (30/5/2025).

Ia menambahkan bahwa studi ini bertujuan menyediakan informasi ilmiah yang kaya bagi para pengambil keputusan, baik di tingkat nasional maupun lokal. Dalam menyusun kebijakan, mereka perlu mempertimbangkan disparitas regional, terutama di wilayah utara yang memiliki potensi surya lebih rendah dan berisiko mengalami kemiskinan energi selama masa transisi.

Saat ini Jepang memang sudah memberikan subsidi untuk mobil listrik dan panel surya atap, namun masih diperlukan dukungan yang lebih kuat untuk infrastruktur pengisian daya dua arah (seperti Vehicle-to-Home dan Vehicle-to-Grid), teknologi integrasi baterai, serta peningkatan kesadaran publik.

Yang membuat pendekatan ini menarik adalah kesederhanaannya: tidak perlu menunggu pembangunan ladang surya raksasa atau menara angin di setiap kota. Cukup manfaatkan apa yang sudah kita miliki—atap rumah, kendaraan pribadi, dan sedikit bantuan dari teknologi cerdas—maka masa depan energi bersih bisa lebih cepat terwujud.

Penelitian ini dipublikasikan pada 15 Mei 2025 di jurnal Applied Energy, hasil kolaborasi antara Universitas Tohoku, Universitas Tokyo, Institut Nasional Studi Lingkungan Jepang, Radboud University di Belanda, dan Institut Riset Meteorologi. Dukungan pendanaan berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang dan JSPS KAKENHI.

Bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa—kepadatan kota, keterbatasan lahan, dan kebutuhan dekarbonisasi yang mendesak—konsep SolarEV City bisa menjadi inspirasi. Sebuah langkah menuju masa depan yang lebih bersih, mandiri, dan penuh harapan, dimulai dari atap rumah dan mobil yang kita miliki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Sekolah Bisa Jadi Kunci Transisi Energi Bersih?

Bagaimana Sekolah Bisa Jadi Kunci Transisi Energi Bersih?

Lifestyle | Jum'at, 30 Mei 2025 | 13:11 WIB

5 Juta Ton Emisi CO Berkurang Lewat Proyek Infrastruktur Berkelanjutan

5 Juta Ton Emisi CO Berkurang Lewat Proyek Infrastruktur Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:37 WIB

Geely Tidak Akan Tinggalkan Mobil BBM demi Mobil Listrik, Tekankan Strategi Dua Kaki

Geely Tidak Akan Tinggalkan Mobil BBM demi Mobil Listrik, Tekankan Strategi Dua Kaki

Otomotif | Rabu, 28 Mei 2025 | 21:49 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×