Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Bukan Sekadar Kincir Angin, Tapi Masa Depan Energi Bersih Dunia

M. Reza Sulaiman

Rabu, 28 Mei 2025 | 17:58 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Bukan Sekadar Kincir Angin, Tapi Masa Depan Energi Bersih Dunia
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau Angin (PLTB) jadi solusi energi bersih dunia. (Photo by Pixabay/Pexels)

Suara.com - Energi angin kian menjadi andalan dunia dalam mewujudkan transisi menuju sumber daya yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), atau yang lebih dikenal sebagai wind farm, telah mengalami pertumbuhan pesat dalam dua dekade terakhir.

Data dari Ember, lembaga global yang fokus pada transisi menuju energi bersih, menyebut pada akhir 2023, kapasitas terpasang listrik tenaga angin dunia mencapai lebih dari 1.000 gigawatt (GW). Sebuah capaian luar biasa yang menunjukkan keseriusan dunia dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Angin kini menyumbang sekitar 7,8% listrik global pada 2023, meningkat dari 7,3% pada tahun sebelumnya. Di Eropa, pangsa listrik dari angin bahkan mencapai 12,3%, dengan negara seperti Denmark menjadi pemimpin dunia, menghasilkan 58% listrik nasionalnya dari angin.

Di belahan dunia lain, Skotlandia pernah mencatat rekor ketika produksi listrik dari angin pada November 2018 melebihi total kebutuhan domestik selama sebulan penuh.

Negara-negara seperti Cina dan Amerika Serikat mendominasi pengembangan PLTB global. Cina sendiri kini mengoperasikan 521,75 GW kapasitas PLTB, atau sekitar 40% dari total dunia, sementara AS menyusul dengan 153,15 GW. Dari sisi kontribusi terhadap bauran energi nasional, Inggris mencatat 30% dan Jerman 28% dari total listrik mereka berasal dari angin.

PLTB di Indonesia: Dari Eksperimen ke Skala Komersial

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang dan kondisi angin tropis yang khas, memiliki potensi besar dalam pengembangan energi angin.

Namun perjalanan negeri ini dalam mengembangkan PLTB bukan tanpa tantangan. Meski baru beberapa dekade terakhir aktif dikembangkan secara komersial, upaya eksperimental telah dimulai sejak akhir 1990-an.

Laman Kementerian ESDM menyebut proyek PLTB pertama di Indonesia adalah Proyek Oeledo di Desa Oeledo, Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini dimulai pada 1997 dan selesai pada 2001. Merupakan kolaborasi internasional, proyek ini didukung oleh konsorsium perusahaan listrik dari Kanada, Jepang, Italia, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat.

baca juga

Oeledo dipilih karena merupakan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dengan potensi angin dan matahari tinggi serta belum teraliri listrik.

Eksperimen lain muncul di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, lewat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) yang menggabungkan tenaga bayu dan surya. Dibangun pada 2010 melalui kerja sama Kementerian Riset dan Teknologi serta Kementerian ESDM, PLTH ini dapat menyuplai listrik bagi 54 warung makan di kawasan wisata tersebut, sekaligus menyimpan 4.260 AH energi dalam 150 baterai cadangan.

Langkah besar Indonesia terjadi pada 2018 dengan beroperasinya PLTB Sidrap I di Sulawesi Selatan. Dengan kapasitas kontrak 70 MW, proyek ini menjadi pembangkit tenaga angin skala besar pertama di Indonesia yang beroperasi secara komersial. Kesuksesan Sidrap I memicu proyek lanjutan: Sidrap II (50 MW), Jeneponto (60 MW), dan Tanah Laut (150 MW, bertahap) yang kini sedang dalam pengembangan.

Selain Sulawesi Selatan, potensi angin juga ditemukan di berbagai wilayah lain seperti Sukabumi (170 MW), Garut (150 MW), Lebak dan Pandeglang (masing-masing 150 MW), serta Lombok (100 MW). Potensi ini membuka peluang besar untuk menghadirkan energi bersih sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Meskipun pertumbuhan PLTB di Indonesia belum secepat negara-negara lain, komitmen terhadap energi terbarukan terus meningkat. Kunci suksesnya bukan hanya pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga pada regulasi yang mendukung, kemudahan investasi, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam proses perencanaan dan operasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Investasi PLTS Asia Pasifik Buka Jalan Indonesia Menuju Energi Berkelanjutan

Gelombang Investasi PLTS Asia Pasifik Buka Jalan Indonesia Menuju Energi Berkelanjutan

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 12:29 WIB

Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya

Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 18:16 WIB

Dari Kotoran Jadi Harapan: Kisah Nadia Mazaya Kembangkan Energi Bersih dari Desa

Dari Kotoran Jadi Harapan: Kisah Nadia Mazaya Kembangkan Energi Bersih dari Desa

Lifestyle | Jum'at, 23 Mei 2025 | 15:49 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×