Perubahan Dimulai dari Desa: Konsorsium Ini Berdayakan Petani Kecil Hadapi Krisis Iklim

M. Reza Sulaiman

Minggu, 01 Juni 2025 | 08:23 WIB
Perubahan Dimulai dari Desa: Konsorsium Ini Berdayakan Petani Kecil Hadapi Krisis Iklim
Konsorsium lintas sektor untuk masa depan petani Indonesia. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Upaya memperkuat ketahanan petani kecil Indonesia dalam menghadapi krisis iklim kini mendapat dorongan baru dengan terbentuknya konsorsium lintas sektor yang melibatkan institusi nasional dan internasional.

Kolaborasi ini terdiri atas lima institusi utama, yakni Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, serta perusahaan swasta PT Supa Surya Niaga. Selain itu, inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Amati Indonesia.

Konsorsium tersebut hadir sebagai bentuk respons terhadap tantangan yang kian berat bagi petani kecil, terutama mereka yang bergantung pada komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan cengkeh. Perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, frekuensi serangan hama yang meningkat, serta degradasi tanah telah menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kerja sama ini, pendekatan ilmu pengetahuan, dukungan komunitas, dan peran sektor swasta digabungkan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan. Petani akan mendapatkan pelatihan tentang praktik pertanian cerdas iklim.

Pelatihan ini mencakup penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan, penerapan sistem agroforestri yang mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dan menjaga kesuburan tanah, serta pemanfaatan teknologi digital guna memantau perubahan cuaca secara waktu nyata.

Pelatihan tersebut dirancang agar kontekstual, mudah dipahami, dan dapat diterapkan oleh petani di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Hal ini menunjukkan pentingnya akses yang inklusif terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian modern, agar tidak ada petani yang tertinggal dalam menghadapi tantangan iklim.

Di sisi riset, Universitas Ghent akan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Hasanuddin dalam melakukan penelitian terapan mengenai varietas tanaman tahan iklim ekstrem, pengelolaan tanah yang berkelanjutan, serta metode budidaya yang efisien. Hasil dari riset ini tidak hanya akan menjadi kontribusi bagi dunia akademik, tetapi juga akan langsung diujicobakan melalui proyek percontohan di lapangan bersama petani.

Sementara itu, PT Supa Surya Niaga berperan penting dalam membuka akses pasar yang lebih adil bagi petani melalui jalur perdagangan yang mengutamakan prinsip keberlanjutan dan keadilan (fair-trade). Petani yang menerapkan praktik bertani ramah lingkungan akan memperoleh insentif ekonomi, sehingga mereka tidak hanya terdorong untuk menjaga ekosistem, tetapi juga memiliki jaminan penghasilan yang lebih stabil.

Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata dari kerja sama global yang berpijak pada kebutuhan dan kekuatan komunitas lokal. Ia menekankan bahwa krisis iklim adalah tantangan besar yang tidak bisa dihadapi oleh satu pihak saja.

baca juga

“Kami percaya, perubahan iklim adalah tantangan besar yang hanya bisa diatasi bersama. Konsorsium ini menunjukkan bagaimana akademisi, sektor swasta, dan komunitas dapat bersatu, saling belajar, dan saling menguatkan,” ujar Sidi dalam pernyataannya, ditulis Minggu (1/6/2025).

Sidi juga menyoroti pentingnya menempatkan petani sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek penerima manfaat. Menurutnya, justru inisiatif dari komunitas lokal inilah yang menjadi landasan utama dalam menciptakan perubahan.

“Inisiatif ini tidak datang dari atas, tetapi berangkat dari suara, kebutuhan, dan kekuatan komunitas lokal. Mereka bukan hanya sekadar menerima manfaat, tapi mereka juga yang akan memimpin kita ke arah perubahan,” katanya.

Dengan peluncuran konsorsium ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan pertanian yang lebih tangguh terhadap krisis iklim. Pendekatan kolaboratif yang mengedepankan keberlanjutan, keadilan, dan kemandirian komunitas menjadi langkah strategis untuk menghadapi ancaman lingkungan yang semakin nyata. Masa depan tersebut sedang dirintis hari ini—melalui ilmu, solidaritas, dan keberpihakan pada petani kecil sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permukaan Air Laut Naik, Daerah Pesisir Makin Rentan Terendam Banjir Rob

Permukaan Air Laut Naik, Daerah Pesisir Makin Rentan Terendam Banjir Rob

News | Sabtu, 31 Mei 2025 | 06:30 WIB

Adaptasi Iklim Masih Lemah, Wilayah Lokal Semakin Rentan

Adaptasi Iklim Masih Lemah, Wilayah Lokal Semakin Rentan

Your Say | Jum'at, 30 Mei 2025 | 14:24 WIB

Peneliti: Pemanasan Global Tahunan Bisa Lampaui 2 Derajat C Akhir Dekade Ini, Tapi Masih Ada Harapan

Peneliti: Pemanasan Global Tahunan Bisa Lampaui 2 Derajat C Akhir Dekade Ini, Tapi Masih Ada Harapan

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:18 WIB

Terkini

Unilever Indonesia Dorong Kolaborasi Media Lokal untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Unilever Indonesia Dorong Kolaborasi Media Lokal untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Ribuan Talenta Muda Berpeluang Bangun Karier Lewat Program Magang Nasional BRI

Ribuan Talenta Muda Berpeluang Bangun Karier Lewat Program Magang Nasional BRI

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:57 WIB

Menaker Dukung Program Magang Nasional BRI untuk Cetak Talenta Muda Siap Kerja

Menaker Dukung Program Magang Nasional BRI untuk Cetak Talenta Muda Siap Kerja

Sumbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Bukan Cedera! Kevin Diks Absen Bela Gladbach di Bundesliga, Ini Alasannya

Bukan Cedera! Kevin Diks Absen Bela Gladbach di Bundesliga, Ini Alasannya

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:52 WIB

BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:52 WIB

Program Magang Nasional BRI Dapat Apresiasi Menaker, Siapkan Generasi Muda Masuki Dunia Kerja

Program Magang Nasional BRI Dapat Apresiasi Menaker, Siapkan Generasi Muda Masuki Dunia Kerja

Jabar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:49 WIB

MRT Jakarta Meluncur Pukul 03.00 Selama Jakarta Running Festival 2026

MRT Jakarta Meluncur Pukul 03.00 Selama Jakarta Running Festival 2026

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:49 WIB

Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua, Jumlah Siswa Terdampak Bertambah Jadi 120 Orang

Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua, Jumlah Siswa Terdampak Bertambah Jadi 120 Orang

Jabar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Jejak 2 Ahli Kimia Asal China di Balik Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh, Datang Khusus Jadi 'Koki' Kristal

Jejak 2 Ahli Kimia Asal China di Balik Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh, Datang Khusus Jadi 'Koki' Kristal

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Jadi Mesin Gol Persija Jakarta, Alexander Jeremejeff Hampir Main di Klub Inggris

Jadi Mesin Gol Persija Jakarta, Alexander Jeremejeff Hampir Main di Klub Inggris

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:44 WIB

×