Peneliti: Pemanasan Global Tahunan Bisa Lampaui 2 Derajat C Akhir Dekade Ini, Tapi Masih Ada Harapan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 29 Mei 2025 | 14:18 WIB
Peneliti: Pemanasan Global Tahunan Bisa Lampaui 2 Derajat C Akhir Dekade Ini, Tapi Masih Ada Harapan
Sejumlah aktivis saat menggelar aksi unjuk rasa terkait krisis iklim di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Para peneliti iklim terkemuka memperingatkan bahwa dunia berpotensi mengalami tahun pertama dengan suhu rata-rata tahunan lebih dari 2°C di atas level praindustri pada akhir dekade ini.

Prediksi ini dihasilkan oleh Met Office Inggris, yang secara rutin menggunakan data observasional dan pemodelan iklim global untuk memproyeksikan kondisi iklim lima tahun ke depan.

Adam Scaife, ilmuwan dari Met Office, menyebut kemungkinan ini sebagai sesuatu yang “nyaris mustahil beberapa tahun lalu” dan menegaskan bahwa jika terjadi, itu akan menjadi peristiwa yang “belum pernah terjadi sebelumnya.”

Saat ini, dunia semakin dekat dengan ambang batas kritis yang disepakati dalam Perjanjian Paris 2015, yang bertujuan menjaga kenaikan suhu jauh di bawah 2°C dan idealnya di bawah 1,5°C.

Ilustrasi Kampanye Pemanasan Global (unsplash/markus spiske)
Ilustrasi Kampanye Pemanasan Global (unsplash/markus spiske)

Tahun lalu menandai tahun pertama di mana suhu tahunan melampaui ambang 1,5°C, didorong oleh kenaikan emisi gas rumah kaca dan pengaruh fenomena El Niño yang kuat. Data terbaru menunjukkan peluang 86 persen bahwa setidaknya satu tahun dalam lima tahun ke depan akan melewati batas 1,5°C tersebut.

Selain itu, peluang suhu rata-rata tahunan pada periode 2025-2029 melampaui 1,5°C mencapai 70 persen, naik tajam dari perkiraan sebelumnya yang hanya 47 persen.

Sementara peluang tahun dengan suhu lebih dari 2°C masih kecil—sekitar 1 persen—para ilmuwan mengingatkan bahwa kombinasi faktor seperti El Niño yang kuat dan Osilasi Arktik positif dapat menciptakan “badai sempurna” yang mendorong suhu lebih tinggi. Jika emisi gas rumah kaca tidak segera ditekan secara drastis, kemungkinan suhu tahunan melampaui 2°C akan meningkat tajam dalam beberapa tahun mendatang.

Chris Hewitt dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menegaskan bahwa masih ada peluang untuk mencegah dampak paling buruk perubahan iklim dengan memangkas emisi secara radikal.

“Setiap fraksi derajat sangat berarti,” ujarnya, menekankan urgensi aksi iklim global yang cepat dan tegas.

baca juga

Masihkah ada harapan?

Menurut Andrew King, Associate Professor dalam Ilmu Iklim di ARC Centre of Excellence for 21st Century Weather, University of Melbourne, dampak perubahan iklim yang merusak telah dirasakan di berbagai belahan dunia. Generasi yang akan datang kemungkinan akan menghadapi ancaman yang jauh lebih besar dan kompleks.

Cuaca ekstrem, khususnya gelombang panas, kini terjadi lebih sering dan intensitasnya semakin meningkat. Kondisi ini memberikan tekanan besar pada lingkungan, masyarakat, dan perekonomian secara global.

Meski situasinya suram, ada beberapa indikasi kemajuan yang menggembirakan.

Di banyak negara, pembangkit listrik berbasis energi terbarukan terus berkembang pesat. Penggunaan bahan bakar fosil menurun di berbagai wilayah. Selain itu, kemajuan teknologi berhasil memperlambat kenaikan emisi di sektor-sektor yang terkenal sebagai penyumbang polusi, seperti penerbangan dan konstruksi.

Namun demikian, pekerjaan besar dan mendesak masih menanti. Manusia memiliki peluang nyata untuk mengubah arah dan masa depan.

Berbagai penelitian tersebut mengingatkan kita betapa jauh tertinggalnya penanganan perubahan iklim.

Adaptasi terhadap pemanasan global yang semakin meningkat harus segera dilakukan. Salah satu langkah penting adalah negara-negara maju memberikan dukungan konkret kepada negara-negara berkembang yang menghadapi dampak paling parah. Meskipun beberapa kemajuan telah dicapai, dana yang tersedia masih jauh dari cukup.

Selain itu, diperlukan transformasi besar-besaran dan komitmen serius untuk mendekarbonisasi masyarakat dan ekonomi. Masih ada harapan, tapi penundaan dalam bertindak akan memperparah pemanasan planet dan kerusakan yang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Krisis Iklim, Sawah di Demak Berubah Jadi Tambak

Dampak Krisis Iklim, Sawah di Demak Berubah Jadi Tambak

Foto | Kamis, 29 Mei 2025 | 07:44 WIB

Udara Bersih Kini Langka dan Tak Lagi Gratis di Tengah Asap Polusi

Udara Bersih Kini Langka dan Tak Lagi Gratis di Tengah Asap Polusi

Health | Rabu, 28 Mei 2025 | 17:02 WIB

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Health | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:49 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×