Pertanyakan Hasil Uji Labfor, Rismon Sianipar Tantang Ahli Forensik Digital dari Pihak Jokowi

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Rabu, 04 Juni 2025 | 15:02 WIB
Pertanyakan Hasil Uji Labfor, Rismon Sianipar Tantang Ahli Forensik Digital dari Pihak Jokowi
Konferensi pers tentang hasil penyelidikan pengaduan masyarakat tentang dugaan tindak pidana terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025). (ANTARA)

Suara.com - Kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi hingga kini belum menemukan titik terangnya. Meskipun Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri telah menyatakan bahwa ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah asli.

Sejumlah pihak masih mempertanyakan proses uji laboratorium forensik (labfor) yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, salah satunya adalah ahli forensik digital Rismon Sianipar. Ia dikenal sebagai salah satu orang yang vokal dalam kasus ini.

Baru-baru ini, Rismon Sianipar menantang para ahli dari pihak Jokowi atau Bareskrim Polri untuk bertemu secara langsung dan membuktikan hasil uji laboratorium forensik yang mereka lakukan terhadap ijazah Jokowi.

Hal itu disampaikan Rismon Sianipar dalam cuplikan video yang dibagikan oleh akun X @ronaldy596 pada 3 Juni 2025. Dalam rekaman tersebut, Rismon Sianipar terlihat duduk di sebelah dokter Tifa dan Roy Suryo.

Rismon Sianipar menyayangkan bagaimana negara memperlakukan mereka sebagai para peneliti yang meneliti ijazah Jokowi menggunakan ilmu. Sedangkan, penjahat seperti koruptor memberikan kerugian yang lebih besar namun seringkali mendapat hukuman yang ringan.

"Jadi kalau kita lihat kasus-kasus korupsi sendiri, hukumannya cuma 6 tahun, padahal negara dirugikan Rp 300 triliun. Kita yang menggunakan otaknya tanpa ada yang bayar, tidak bias, bahkan bisa dipertentangkan, diseminarkan secara nasional maupun internasional siap untuk diadu, tetapi sampai saat ini satu pun ahli forensik dari pihak sana tidak mau muncul, yang ada adalah online," ujar Rismon Sianipar.

Rismon Sianipar menyebut bahwa ahli dari pihak Jokowi hanya ingin bertemu secara daring. Ia menilai hal itu sangat disayangkan karena pertemuan tanpa tatap muka tidak lebih leluasa.

"Kalau online, itu bisa sesukanya. Tetapi kalau tatap muka, kita bawa alat masing-masing," katanya lagi.

Oleh karena itu, Rismon Sianipar menantang para ahli dari pihak Joko Widodo untuk menyelesaikan perkara ini secara ilmiah, alih-alih menghabiskan waktu dengan mengikuti persidangan kelak.

"Saya tantang dari pihak Pak Jokowi ayo, daripada anda sibuk menghadiri sidang nanti dan ditanyakan proses akademik mulai dari A sampai Z, kenapa tidak kita lakukan seminar nasional atau seminar internasional?" sambung Rismon Sianipar.

Rismon Sianipar juga menyoroti bagaimana cara Bareskrim Polri menguji ijazah Jokowi hingga hasilnya menyebut bahwa ijazah tersebut identik dengan yang asli.

"Bawa ahli-ahli dari pihak Pak Jokowi, ahli-ahli dari kami, ahli-ahli dari universitas, karena ini ilmu sangat sederhana, sangat, sangat sederhana. Tetapi penjelesan dari Dirtipidum yang menyimpulkan bahwa dengan diraba, dirasakan ada cekungan terhadap atau atas lembar pengesahan skripsi tersebut lalu disimpulkan ada atau yang merupakan produk dari letterpress, itu merupakan kesimpulan yang sangat-sangat memalukan," imbuhnya lagi.

Rismon Sianipar meminta agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga menaruh perhatian pada kasus ini. Menurutnya, kesimpulan yang diberikan oleh Bareskrim Polri memalukan.

"Pak Prabowo Subianto, bagaimana laboratorium forensik Mabes Polri menyimpulkan hanya dengan meraba, merasakan, lalu disimpulkan bahwa itu produk dari letterpress. Ini memalukan, Pak Prabowo Subianto. Negara besar seperti kita, kesimpulan forensiknya hanya dengan meraba, merasakan ada cekungan," sambung Rismon Sianipar.

Pada akhir video, Rismon Sianipar menyarankan agar Prabowo Subianto mengganti Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Ruang Tokoh Eksternal Cari Dukungan, PSI Perpanjang Masa Pendaftaran Calon Ketum

Beri Ruang Tokoh Eksternal Cari Dukungan, PSI Perpanjang Masa Pendaftaran Calon Ketum

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 09:10 WIB

Jokowi Alergi Kulit Hingga Absen di Hari Lahir Pancasila: Dokter Tifa Ungkit Kisah Azab Al-Qur'an!

Jokowi Alergi Kulit Hingga Absen di Hari Lahir Pancasila: Dokter Tifa Ungkit Kisah Azab Al-Qur'an!

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 16:26 WIB

PSI Sudah Siap, Tapi Jokowi Masih Kalkulasi: Ada Apa di Balik Keraguannya?

PSI Sudah Siap, Tapi Jokowi Masih Kalkulasi: Ada Apa di Balik Keraguannya?

Liks | Selasa, 03 Juni 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB