6,2 Juta Lapangan Kerja Menanti di Sektor ESDM, Bahlil Minta Jangan Kufur Nikmat!

Dinda Rachmawati

Rabu, 04 Juni 2025 | 18:31 WIB
6,2 Juta Lapangan Kerja Menanti di Sektor ESDM, Bahlil Minta Jangan Kufur Nikmat!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (3/2/2025). [ANTARA/Aji Cakti]

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi isu pengangguran di Indonesia dengan pernyataan yang menyentil dalam pidatonya pada pembukaan Human Capital Summit 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (3/6/2025).

Bahlil Lahadalia menyebut bahwa masyarakat seharusnya melakukan introspeksi dan tidak “kufur nikmat” ketika berbicara soal ketersediaan lapangan kerja di Indonesia.

Pernyataan tersebut dilontarkan Bahlil Lahadalia di tengah pembahasan mengenai upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis seperti lifting minyak dan hilirisasi industri. 

Menurutnya, dua sektor tersebut memiliki potensi yang sangat besar dalam menyerap tenaga kerja dengan jumlah signifikan.

"Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa lapangan pekerjaan tidak ada, saya pikir harus kita menjadi introspeksi kolektif gitu ya dan jangan kufur nikmat," kata Bahlil Lahadalia.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga tahun 2030, pemerintah menargetkan proyek-proyek di sektor minyak dan hilirisasi industri mampu menyerap 6,2 juta tenaga kerja secara langsung.

Angka tersebut belum termasuk efek berantai dari kegiatan ekonomi yang akan mendorong terciptanya lapangan kerja tambahan di sektor pendukung. Menurut data yang diterima Kementerian ESDM, terdapat 3.764 jenis pekerjaan di sektor ini.

Dari jumlah tersebut, 79 persen berada di sektor energi baru dan konservasi energi (EBTKE), 14 persen berada di sektor minyak dan gas bumi (migas), serta tujuh persen berada di sektor geologi, mineral, dan batubara (geominerba).

Namun, masih ada sekitar 487 jenis pekerjaan yang belum banyak diketahui masyarakat.

baca juga

Dorongan Peningkatan Kualitas SDM

Lebih lanjut, Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi dinamika pasar kerja. 

Ia mendorong masyarakat, khususnya pencari kerja, untuk aktif menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri modern. Hal ini menurut Bahlil Lahadalia menjadi salah satu langkah konkret untuk memanfaatkan peluang kerja yang terus berkembang.

Bahlil Lahadalia juga mengajak lembaga pendidikan tinggi, khususnya universitas dan perguruan tinggi, untuk segera melakukan penyesuaian kurikulum dan sistem pembelajaran. Sebab ia menilai banyak kampus di Indonesia belum mampu mencetak lulusan yang siap pakai di sektor industri yang sedang tumbuh.

"Kampus segera menyesuaikan. Jangan kampus melahirkan output lulusan kampus yang tidak adaptif dengan tuntutan lapangan pekerjaan. Nanti orang Papua bilang tulis lain, baca lain, bikin lain," ujarnya.

Menurutnya, universitas perlu melakukan reformasi pendidikan agar dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga kompetensi teknis dan soft skills yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Tantangan Pengangguran

Pernyataan Bahlil Lahadalia muncul di tengah kekhawatiran atas peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia. Berdasarkan laporan Dana Moneter Internasional (IMF), Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Asia setelah Pakistan dan Cina. 

IMF memproyeksikan tingkat pengangguran Indonesia pada 2025 berada di angka 5 persen dan diprediksi meningkat 0,1 persen dalam tiga tahun mendatang.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah angkatan kerja Indonesia pada tahun ini meningkat sebanyak 3,67 juta orang menjadi 153,05 juta jiwa. Namun tidak seluruhnya terserap oleh pasar kerja. 

Hingga Februari 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,28 juta orang, naik 83.450 orang dibandingkan Februari 2024.

BPS juga mencatat bahwa sebagian besar pengangguran berasal dari lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angggota DPR Gandung Pardiman: Proyek Baterai EV Harus Libatkan UMKM, Bukan Cuma Korporasi

Angggota DPR Gandung Pardiman: Proyek Baterai EV Harus Libatkan UMKM, Bukan Cuma Korporasi

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 15:35 WIB

Bahlil Bingung, Eropa Minta PLTU Pensiun Tapi Butuh Batu Bara

Bahlil Bingung, Eropa Minta PLTU Pensiun Tapi Butuh Batu Bara

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 14:50 WIB

Ledakan Peluang! 6,2 Juta Lowongan Kerja di Sektor ESDM Siap Dibuka

Ledakan Peluang! 6,2 Juta Lowongan Kerja di Sektor ESDM Siap Dibuka

Video | Rabu, 04 Juni 2025 | 14:53 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×