Pengamat Pakai Contoh Hasan Nasbi, Sikap Prabowo Dinilai Tak Sejalan dengan Arahannya Sendiri

Dwi Bowo Raharjo, Dea Hardiningsih Irianto

Kamis, 05 Juni 2025 | 08:38 WIB
Pengamat Pakai Contoh Hasan Nasbi, Sikap Prabowo Dinilai Tak Sejalan dengan Arahannya Sendiri
Sikap Presiden Prabowo Subianto disebut tidak sejalan dengan arahannya sendiri. (Ist)

Suara.com - Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, menilai sikap Presiden Prabowo Subianto tak sejalan dengan arahannya sendiri yang meminta pejabat mundur jika melakukan pelanggaran dan rakyat yang harus melaporkan pejabat bermasalah.

Menurut Efriza, Prabowo memang berniat menunjukkan sikap tegas dan peduli terhadap rakyat, tetapi belum sejalan dengan sikapnya dalam menanggapi peristiwa politik.

Salah satu contohnya ialah ketika Hasan Nasbi mundur dari jabatan sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) tetapi tidak diterima Prabowo.

“Misalnya, terkait dengan arahan pejabat untuk mundur atau diberhentikan, nyatanya Hasan Nasbi yang memilih untuk mundur karena ia punya kesadaran sendiri untuk mundur, ia menyadari bahwa tidak bisa bekerja dengan baik atas penilaian dirinya dan publik, malah nyatanya pengunduran dirinya tidak diterima oleh presiden dan Hasan Nasbi tetap berada di Kantor Kepresidenan meski ia tidak lagi berperan penting sebagai juru bicara presiden,” kata Efriza kepada Suara.com, Kamis (5/6/2025).

Selain itu, contoh lain yang juga disebutkan oleh Efriza ialah desakan dari masyarakat, seperti petisi yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) atas kinerja dan komunikasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang dianggap buruk.

“Ternyata pemerintah tidak punya ketegasan sikap. Budi Gunadi tidak akan memilih mengajukan mengundurkan diri, ternyata juga tidak ada sikap tegas pemerintah untuk melakukan reshuffle terhadap Menkes,” ujar Efriza.

Terakhir ialah kasus judi online yang menyebut nama Menteri Koperasi Budi Arie Sadikin sebagai salah satu pihak yang diduga menerima aliran dana untuk mengamankan situs judi online ketika dia menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

“Nyatanya juga tidak ada sikap pemerintah. Memang ada asas praduga tak bersalah, menghormati hak asasi manusia, tetapi pernyataan dari pemerintah atas kasus itu juga tidak hadir, apalagi sikap ya,” tegas Efriza.

Untuk itu, dia mengkhawatirkan pidato Prabowo pada upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri itu hanya akan menjadi ‘omon-omon’ saja.

baca juga

“Memang soal ‘nasib’ pejabat negara di kabinet adalah hak prerogatif Presiden, tetapi Presiden Prabowo dikenal tegas, dengan sikap yang misalnya berlarut-larut dalam soal reshuffle terhadap para pembantunya, sikap tegas Prabowo ini jadi diragukan. Bahkan, evaluasi, maupun nilai pemberhentian yang digembar-gemborkannya ternyata tidak ada buktinya,” tutur Efriza.

“Reshuffle Mendiktisaintek juga masih bisa diperdebatkan jika dianggap itu karena evaluasi presiden, karena memungkinkan reshuffle terjadi karena rakyat sudah turun ke jalan, haruskah rakyat turun dulu ke jalan, baru pemerintah bersikap tegas?” tandas dia.

Prabowo Minta Pejabat Bobrok Mundur

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan ultimatum kepada para pejabat agar bekerja secara sungguh-sungguh kepada rakyat. Lewat ultimatunya, Presiden Prabowo mengancam akan memecat pejabat yang tidak becus bekerja.

Hal itu dikatakan Prabowo dalam amanat upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.

Awalnya, Prabowo meminta agar Pancasila jangan sekadar menjadi mantra atau slogan. Ia lantas memingatkan tentang kekayaan besae yang dimiliki bangsa Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc]
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

"Kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti. Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan," kata Prabowo, Senin (2/6/2025).

Prabowo sekaligus mengimbau seluruh unsur agar jangan menganggap negara tidak ada, jangan menganggap negara bisa dipermainkan, jangan menganggap NKRI bisa dibohongi, serta jangan menganggap NKRI bisa ditipu.

Untuk kesekian kali, Prabowo kembali memperingatkan semua unsur di semua lembaga untuk segera berbenah diri dan segera membersihkan diri.

"Karena negara akan bertindak, negara kita kuat, mereka-mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu ragu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa partai mana, suku mana, yang tidak setia kepada negara, yang melanggar undang-undang yang melanggar Undang-Undang Dasar akan kita tindak," sambungnya.

Minta Rakyat Laporkan Pejabat yang Melanggar

Presiden Prabowo juga meminta rakyat untuk melaporkan para pejabat yang kedapatan melanggar. Kepala negara meminta rakyat tak ragu-ragu menyampaikan laporan.

"Jangan ragu-ragu, melihat pejabat, pemimpin melanggar, laporkan!" ujar Prabowo.

Menurut Prabowo penyampaian laporan bisa dilakukan langsung melalui gawai. Ia meminta masyarakat mengirimkan bukti-bukti lewat laporan yang disampaikan.

"Sekarang kita punya teknologi, setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget. Kalau ada bukti segera siarkan. Jangan mau terima penyelewengan. Jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya," kata Prabowo.

Sementara itu, kepada para pejabat atau pemimpin di pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Prabowo meminta agar mereka menjaga kepercayaan rakyat.

"Jangan menipu rakyat, jaga kekayaan rakyat, jangan mencuri dari kekayaan rakyat. Kalau tidak mampu jangan masuk ke pemerintahan, kalau tidak mampu jangan menerima mandat dari rakyat," kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garudayaksa FC Bermain di Liga 2, Prabowo Subianto Turun Tangan Langsung?

Garudayaksa FC Bermain di Liga 2, Prabowo Subianto Turun Tangan Langsung?

Bola | Kamis, 05 Juni 2025 | 08:22 WIB

Prabowo Subianto Tonton Timnas Indonesia vs China, Erick Thohir: Semoga Bawa Hoki

Prabowo Subianto Tonton Timnas Indonesia vs China, Erick Thohir: Semoga Bawa Hoki

Bola | Kamis, 05 Juni 2025 | 08:02 WIB

Seskab Teddy Buka Suara: Pertemuan Prabowo-Menkes Budi Bahas Kesehatan, Bukan Reshuffle

Seskab Teddy Buka Suara: Pertemuan Prabowo-Menkes Budi Bahas Kesehatan, Bukan Reshuffle

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 20:38 WIB

Skenario 'Nasi Goreng' Pemersatu Bangsa, Golkar Impikan Pertemuan Prabowo-Megawati-Jokowi-SBY

Skenario 'Nasi Goreng' Pemersatu Bangsa, Golkar Impikan Pertemuan Prabowo-Megawati-Jokowi-SBY

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 18:26 WIB

Pigai dan Budi Arie Konsisten Dapat Rapor Merah, Berlakukah Ultimatum Presiden Prabowo?

Pigai dan Budi Arie Konsisten Dapat Rapor Merah, Berlakukah Ultimatum Presiden Prabowo?

Liks | Rabu, 04 Juni 2025 | 15:14 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×