Ekonom Indef Sarankan Gojek Jadi Koperasi Kota untuk Atasi Kemiskinan

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 09 Juni 2025 | 18:49 WIB
Ekonom Indef Sarankan Gojek Jadi Koperasi Kota untuk Atasi Kemiskinan
Ilustrasi pengemudi ojek daring menunggu penumpang. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Mayoritas penduduk Indonesia kini tinggal di wilayah perkotaan. Jumlahnya hampir 60 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Diperkirakan pada tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di kota akan mencapai hingga 70 persen.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didik J. Rachbini, menilai kondisi itu akan menjadi tantangan besar dalam pengentasan kemiskinan yang kini tidak hanya menjadi persoalan desa, tetapi juga kota.

Menurut Didik, kota memiliki keunggulan dari sisi teknologi, sistem keuangan, inovasi, dan kewirausahaan. Ia mencontohkan keberhasilan Gojek sebagai bisnis digital yang tumbuh pesat di tengah ekosistem perkotaan.

Namun, ia menyoroti bahwa kesuksesan bisnis seperti Gojek lebih menguntungkan perusahaan, sementara nasib para pengemudi sebagai stakeholder utama justru tertinggal.

“Model bisnis seperti ini akan selamanya membuat para driver miskin dan tidak akan pernah naik kelas secara vertikal,” ujar Didik dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).

Ia menyarankan agar Gojek ditransformasikan menjadi koperasi kota. Dalam model ini, para pengemudi menjadi pemilik entitas bisnis melalui koperasi, sementara platform dan aplikasi dijalankan oleh pengurus koperasi.

Didik juga mengusulkan alternatif lain, yakni pemerintah melalui Danantara membangun platform transportasi digital berbasis koperasi yang dimiliki oleh jutaan pengemudi motor dan mobil di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan ideologi pemerintahan saat ini yang mengusung sosialisme pasar.

baca juga

"Dalam ideologi pemerintahan sekarang, yang menjalankan sistem sosialisme pasar, Gojek akan lebih baik dibangun dan ditransformasikan menjadi koperasi. Para driver tersebut nanti menjadi pemilik entitas bisnisnya, yakni koperasi. Platform dan aplikasinya dijalankan oleh pengurus koperasi," tuturnya.

Usulan tersebut diakuinya bukan ide baru, karena sudah lebih dulu dilakukan di Amerika Serikat.

"Contoh yang ada adalah co-op Ride, platform ride-sharing berbasis koperasi. Koperasi transportasi digital ini berada di New York City, yang dimiliki dan dikelola oleh para pengemudi, bukan perusahaan besar teknologi digital seperti Uber dan Lyft," ujarnya.

Ia menambahkan, dibandingkan dengan ide koperasi Merah Putih yang lebih fokus ke pedesaan, model koperasi transportasi digital di kota jauh lebih feasible secara ekonomi dan bisnis. Hal ini mengingat masyarakat perkotaan kini jauh lebih besar dibanding masyarakat desa.

Pengemudi ojek daring usai mengantar penumpang di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (20/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengemudi ojek daring usai mengantar penumpang di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (20/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Koperasi merah putih tetap penting untuk memajukan pedesaan Tetapi koperasi transportasi digital ini akan lebih feasible secara ekonomi dan bisnis karena masyarakat perkotaan juga lebih banyak jumlahnya dibandingkan masyarakat pedesaan sekarang," pungkasnya.

Indonesia Emas

Sebelumnya Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengajak kepala daerah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan solidaritas dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, solidaritas dan komitmen merupakan kunci utama keberhasilan visi tersebut.

Hal ini disampaikan Ribka saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang mengusung tema “Perkuat Solidaritas Daerah dalam Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini berlangsung di Sentra Hotel, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (30/5/2025).

Ribka menegaskan, Munas tersebut merupakan forum strategis bagi kepala daerah, khususnya bupati, untuk menyelaraskan program dukungan terhadap visi dan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, berbagai program kerja APKASI selama lima tahun mendatang dibahas dalam forum tersebut.

"Tema ini menjadi semangat dan motivasi para bupati dalam rangka mendukung program-program APKASI yang direncanakan, yang sudah digagas dalam beberapa hari ini, untuk menuju lima tahun ke depan," katanya.

Ia menambahkan, APKASI memiliki posisi strategis sebagai jembatan aspirasi para bupati kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Karena itu, ia berharap solidaritas di antara jajaran APKASI dapat terbangun secara kuat, meskipun menyadari bahwa para bupati memiliki kesibukan masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GoBiz Kini Menjadi GoFood Merchant, Fitur Baru Permudah Mitra Usaha Kelola Bisnis Kuliner

GoBiz Kini Menjadi GoFood Merchant, Fitur Baru Permudah Mitra Usaha Kelola Bisnis Kuliner

Tekno | Sabtu, 07 Juni 2025 | 14:53 WIB

KPPU Ikut Sorot Isu Merger Grab dan GoTo, Ancam Sanksi Jika Ada Monopoli

KPPU Ikut Sorot Isu Merger Grab dan GoTo, Ancam Sanksi Jika Ada Monopoli

Tekno | Kamis, 22 Mei 2025 | 23:19 WIB

Gojek Tak Bisa Penuhi Tuntutan Ojol Turunkan Potongan Komisi dan Biaya Aplikasi, Ini Alasannya

Gojek Tak Bisa Penuhi Tuntutan Ojol Turunkan Potongan Komisi dan Biaya Aplikasi, Ini Alasannya

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 17:47 WIB

Banyak Tak Ikut Demo, Pengemudi Ojol: Bukannya Nggak Solider, Istri Anak Mau Makan Apa

Banyak Tak Ikut Demo, Pengemudi Ojol: Bukannya Nggak Solider, Istri Anak Mau Makan Apa

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 09:00 WIB

Ada Demo Besar Ojol, Gojek Pastikan Aplikasi Beroperasi Normal

Ada Demo Besar Ojol, Gojek Pastikan Aplikasi Beroperasi Normal

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 08:38 WIB

Terkini

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:14 WIB

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:07 WIB

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:04 WIB

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB