Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 11 Juni 2025 | 16:12 WIB
Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki
Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki (ist)

Suara.com - Pengamat Rocky Gerung mengungkap ederet faktor 'karpet merah' yang memudahkan Presiden ke-7 RI, Jokowi untuk menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selain kini dinakhkodai oleh putra bungsunya, Kaesang Pangerap, Rocky menganggap jika Jokowi merupakan orang di 'balik layar' dari berdirinya PSI.

Pernyataan itu disampaikan Rocky Gerung menyikapi langkah Jokowi yang memilih bergabung dengan PSI ketimbang maju menjadi calon ketum umum (Caketum) PPP setelah namanya masuk radar partai berlambang Kakbah itu.

"Dari segi potensi Pak Jokowi memimpin partai (PSI) itu yang mudah sekali kan. dengan cara apa pun dia akan ada di dalam partai itu karena anaknya adalah ketua partai. Anggota-anggota PSI itu adalah pendukung die hard (garis keras) Jokowi. Semua hal yang memungkinkan PSI itu dapat dukungan finansial itu karena Jokowi," beber Rocky dalam siniar yang tayang di akun Youtube-nya dilihat Suara.com pada Rabu (11/6/2025).

Dalam siniar itu, Rocky juga menganggap sangat masuk akal jika Jokowi lebih memilih berlabuh ke PSI ketimbang PPP karena ongkos politiknya dianggap lebih mahal. Dari sederet alasan itu, lanjut Rocky, sudah betul jika Jokowi menjadikan PSI sebagai kendaraan politiknya.

"Jadi dengan mudah sebetulnya Jokowi memilih bahwa daripada harus keluar uang masuk PPP, PPP tiketnya kan mahal juga. Lebih baik memperbesar animal farm-nya itu peternakan politiknya yang sudah jadi. Sekali lagi masuk akal bila Jokowi akhirnya memilih untuk terlibat dalam politik melalui PSI," ungkap Rocky Gerung.

Menanggapi langkah politik Jokowi setelah lengser dari jabatan presiden, Rocky Gerung juga mengaku mengenal betul asal-usul PSI saat menjadi partai politik. Dia pun mengakui jika partai yang dulunya berisi anak-anak muda melek politik kekinian berubah menjadi partai oligarki karena hanya dijadikan alat dinastik politik Jokowi.

"Jadi sekali lagi saya kenal asal-usul atau intensi dari partai itu, tapi kemudian partai itu berubah menjadi partai oligarki. Kan itu yang bukan kita sesalkan ya memang begitu nasibnya. Sebetulnya karena dari awal saya juga menduga bahwa itu partai yang disiapkan untuk kalangan pendukung Jokowi itu. Jadi kalau partai itu kemudian jadi tunggangan Jokowi hari ini ya makin masuk akal tuh," ungkap Rocky Gerung.

"Mungkin Pak Jokowi jadi semacam ketua dewan pembina. Saudara Kaesang tetap sebagai ketuanya. Pak Gibran akan ada di situ untuk melengkapi sejarah kedinastian. Kita boleh sebutkan itu karena dari awal memang sifat partai itu adalah eksklusif. Sebetulnya dia mau inklusif memasukkan semua tetapi arah kepemimpinan selalu eksklusif dan basis finansialnya tentu dari oligarki itu," lanjut Rocky.

Rocky Gerung [Tangkap Layar]
Rocky Gerung [Tangkap Layar]

Lebih lanjut, Rocky menganggap PSI hanya menjadi kendaraan baru untuk Jokowi demi bisa kembali bermanuver di Pemilu 2029 mendatang.

baca juga

"Jadi masuk PSI itu artinya membuat percikan. Membuat percikan maksudnya kejutan itu atau semacam menstarter kembali politiknya kan. Jadi dengan harapan bahwa partai itu bisa ikut pemilu tentu di 2029. Jadi dari awal kita dukung aja Pak Jokowi ikut di dalam partai yang memang disediakan oleh dari dan untuk dia itu dengan alasan apa pun," ujar Rocky.

Pilih Gabung PSI Ketimbang PPP

Diberitakan sebelumnya, Jokowi secara blak-blakan memilih bergabung dengan PSI. Pernyataan itu disampaikan Jokowi setelah namanya sempat masuk dalam bursa Calon Ketua Umum PPP. Namun Jokowi tidak tertarik untuk menjadi ketua umum partai berlambang kabah tersebut. 

Presiden ke-7 RI Jokowi. [Suara.com/Ari Welianto]
Presiden ke-7 RI Jokowi. [Suara.com/Ari Welianto]

"Ndak lah, yang di PPP saya kira banyak calon-calon ketua umum yang jauh lebih baik yang punya kapasitas, kapasitas, punya kompetensi. Banyak calon yang sudah beredar kan banyak. Banyak sekali," beber Jokowi saat ditemui wartawan pada Jumat, 6 Juni 2025. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut lebih tertarik menjadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

"Saya di PSI aja lah," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gesture Melotot Letkol Teddy ke Bahlil soal Tambang Raja Ampat Bikin Salfok! Netizen Penuh Curiga

Gesture Melotot Letkol Teddy ke Bahlil soal Tambang Raja Ampat Bikin Salfok! Netizen Penuh Curiga

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 15:20 WIB

Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan

Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 13:32 WIB

Murka, Feri Amsari Kuliti Borok Bahlil soal IUP Nikel Raja Ampat: Dia Mau Lari dari Tanggung Jawab!

Murka, Feri Amsari Kuliti Borok Bahlil soal IUP Nikel Raja Ampat: Dia Mau Lari dari Tanggung Jawab!

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 14:41 WIB

Seret Nama Jokowi, Rocky Gerung soal Pemakzulan Gibran: Bukan Proses Berbahaya

Seret Nama Jokowi, Rocky Gerung soal Pemakzulan Gibran: Bukan Proses Berbahaya

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 17:00 WIB

Terkini

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 09:59 WIB

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

×