Samakan Jokowi dengan Nabi, Kader PSI Dedy Nur Dulu Sebut Allah Hanya Angan-Angan

Sumarni

Rabu, 11 Juni 2025 | 17:13 WIB
Samakan Jokowi dengan Nabi, Kader PSI Dedy Nur Dulu Sebut Allah Hanya Angan-Angan
Heboh Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi. [Instagram]

Suara.com - Jejak digital kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka dikuliti menyusul pernyataan kontroversialnya tentang mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Biro Ideologi dan Kaderisasi DPW PSI Bali itu membuat geger jagat media sosial setelah menyebut Jokowi memenuhi syarat untuk menjadi nabi.

Cuitannya di platform X pada Senin, 9 Juni 2025 sontak menuai gelombang kecaman dari berbagai kalangan, termasuk pengamat politik dan aktivis media sosial.

Dalam cuitan tersebut, Dedy menulis, "Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuman sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat."

Kalimat ini disampaikannya sebagai respons terhadap komentar seorang netizen yang mengaku kesal setiap kali melihat wajah Jokowi.

Dedy bermaksud menyampaikan pujian bahwa Jokowi adalah sosok yang hangat, merakyat, dan sulit dijatuhkan oleh lawan politiknya.

Namun, pernyataan itu dianggap terlalu berlebihan, bahkan ada yang menyebutnya sebagai bentuk penistaan agama.

Sejumlah tokoh publik turut memberikan tanggapan keras, menilai bahwa Dedy telah melampaui batas dalam mengkultuskan seorang tokoh politik.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut memicu warganet untuk menelusuri rekam jejak digital Dedy.

Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah cuitan lama Dedy yang dianggap meragukan eksistensi Tuhan dalam konteks kepercayaan Islam.

"Allah yang selama ini dipercaya sebagai Tuhan oleh umat muslim sebenarnya cuman 'angan-angan' yang sama ketika nabi akhir zaman juga pertama kali membangung angan-angan," bunyi cuitan yang dibuat pada 24 Juni 2022.

Cuitan tersebut kembali viral dan membuat banyak netizen mempertanyakan integritas keagamaan Dedy.

"Ternyata sebelum menjilat dan menyetarakan Jokowi sebagai nabi, @DedynurPalakka punya 'jejak genital' cuitan bernada tak percaya pada keberadaan Allah-nya Muslimin," tulis akun @KangSemproel.

"Cuitan lama yang sekarang mungkin sudah dihapus. Wajarlah jika netizen X jadi bertanya-tanya soal agama dia," lanjutnya.

Tak hanya itu, akun tersebut juga menyinggung nama Dedy yang mengandung kata "Nur", yang dalam konteks Islam berkaitan erat dengan sifat Tuhan sebagai cahaya langit dan bumi.

Bahkan nama "Palakka" turut disentil karena mengingatkan pada sejarah bangsawan Kerajaan Bone yang pernah bersekutu dengan Belanda dalam menghadapi Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa.

Terkait klaim Jokowi layak menjadi nabi, Dedy telah memberikan klarifikasi bahwa penyebutan "nabi" dalam cuitannya tidak dimaksudkan secara literal.

Dia mengaku tidak sedang membandingkan Jokowi dengan para nabi dalam agama manapun, melainkan sekadar ingin menyoroti sifat-sifat baik Jokowi yang dirasanya layak diteladani.

Meski demikian, klarifikasi tersebut belum cukup untuk meredakan amarah publik. Tidak sedikit yang merasa Dedy melakukan penistaan agama.

Banyak netizen tetap menilai bahwa penyamaan sosok manusia biasa dengan nabi, apalagi dalam konteks politik, adalah tindakan yang tidak pantas.

Terlebih lagi, latar belakang cuitan lama Dedy yang bernada ateistik membuat persepsi negatif terhadapnya semakin menguat.

Dedy Nur Palakka sendiri dikenal sebagai sosok yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi.

Dia merupakan alumni Hiroshima University di Jepang, tempat dia meraih gelar Master dan Doktor di bidang teknik.

Dedy juga memiliki pengalaman Internasional sebagai Head Chef di sebuah restoran di Chicago, Amerika Serikat, sebelum bergabung aktif di dunia politik bersama PSI.

Pada Pemilu 2024, Dedy sempat mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan Bali, meskipun tidak berhasil melaju ke Senayan.

Dengan kasus ini, citra PSI kembali dipertanyakan, mengingat partai ini kerap kali mengusung nilai-nilai pluralisme dan rasionalitas.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki

Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 16:12 WIB

Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan

Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 13:32 WIB

Putri Anies Baswedan Tembus Universitas Harvard Jalur Beasiswa, Dibandingkan dengan Anak Jokowi

Putri Anies Baswedan Tembus Universitas Harvard Jalur Beasiswa, Dibandingkan dengan Anak Jokowi

Entertainment | Rabu, 11 Juni 2025 | 10:53 WIB

Rismon Bongkar Kejanggalan 6 Dokumen UGM yang Disita Bareskrim, Singgung Reaksi Oksidasi

Rismon Bongkar Kejanggalan 6 Dokumen UGM yang Disita Bareskrim, Singgung Reaksi Oksidasi

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 08:00 WIB

Heboh Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi, Tuai Badai Kritik

Heboh Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi, Tuai Badai Kritik

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 22:01 WIB

Kian Mesra, Siti Zuhro: Hubungan Prabowo-Megawati Bisa Redam Pengaruh Politik Jokowi

Kian Mesra, Siti Zuhro: Hubungan Prabowo-Megawati Bisa Redam Pengaruh Politik Jokowi

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 21:25 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB