Lima Tantangan Iklim Global, Saatnya Gerakan Lintas Iman Bersatu Lindungi Hutan Tropis

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 13 Juni 2025 | 10:27 WIB
Lima Tantangan Iklim Global, Saatnya Gerakan Lintas Iman Bersatu Lindungi Hutan Tropis
Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat [BNPB]

Suara.com - Dunia tengah menghadapi lima tantangan besar yang saling berkaitan: cuaca ekstrem, krisis sistem bumi, keruntuhan keanekaragaman hayati, pemanasan global, dan kelangkaan sumber daya alam.

Bagi Fasilitator Nasional Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia, Hayu Prabowo, ini bukan sekadar daftar isu lingkungan, melainkan peringatan bahwa krisis ini sudah menyentuh ranah moral dan spiritual.

Indonesia sendiri menghadapi dampak serius. Data Global Forest Watch menunjukkan, selama 2002–2023, negara ini kehilangan sekitar 10,5 juta hektare hutan tropis primer—setara 11 persen dari total luas hutan pada 2001. Hilangnya hutan berdampak langsung pada pasokan air bersih, pangan, dan keselamatan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

“Kalau kondisi ini berlanjut, akan muncul gelombang pengungsi iklim atau climate refugee. Ini bukan sekadar narasi, tapi ancaman nyata,” ujar Hayu.

Ia menyebutkan masjid-masjid di Jakarta Utara yang kini kerap terendam rob sebagai contoh konkret bahwa perubahan iklim sudah menyentuh rumah ibadah.

Melihat kenyataan itu, IRI Indonesia merespons dengan meluncurkan buku panduan dan khutbah pelestarian lingkungan untuk enam agama resmi di Indonesia.

Buku ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memuat pesan-pesan spiritual yang dapat digunakan di rumah-rumah ibadah untuk menggerakkan kesadaran umat.

“Buku ini kami susun sebagai panduan spiritual dalam merespons krisis iklim dan kerusakan hutan, serta bentuk dukungan terhadap pembangunan berbasis lingkungan,” kata Hayu.

Peluncuran dilakukan dalam kegiatan pembekalan ilmiah untuk pemuka agama dan komunitas keagamaan di Jakarta, Rabu lalu. Sekitar 450 tokoh agama hadir dari berbagai wilayah, tak hanya untuk menerima materi, tetapi juga membahas aksi nyata yang bisa dilakukan di komunitas masing-masing.

baca juga

Bagi Hayu, rumah ibadah memegang peran penting dalam menjangkau masyarakat akar rumput. Di titik inilah bahasa iman menjadi jembatan untuk membangun kesadaran kolektif.

Kegiatan ini turut didukung berbagai lembaga negara seperti Kementerian Kehutanan (Kemhut), BMKG, BNPB, BRIN, serta lembaga riset CIFOR-ICRAF.

Kepala Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kemhut, Wening Sri Wulandari, menyatakan dukungan penuh atas inisiatif ini.

"Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan," ujarnya. Kemhut sendiri menargetkan rehabilitasi 12,7 juta hektare lahan kritis hingga 2029, melibatkan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja hijau.

Lewat buku ini, rumah ibadah didorong menjadi ruang edukasi dan aksi lingkungan. Pesannya disampaikan dalam bahasa yang paling dekat dengan umat: bahasa iman.

Sebab menjaga bumi bukan hanya urusan teknis atau kebijakan publik—melainkan panggilan spiritual lintas agama, demi masa depan bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Peringatkan Pengasaman Laut Lebih Cepat dari Perkiraan, Mengapa Kita Harus Khawatir?

Peneliti Peringatkan Pengasaman Laut Lebih Cepat dari Perkiraan, Mengapa Kita Harus Khawatir?

News | Senin, 09 Juni 2025 | 12:10 WIB

Menanam Harapan di Tengah Krisis Iklim: Bagaimana Cara Libatkan Anak Muda dalam Hidup Berkelanjutan

Menanam Harapan di Tengah Krisis Iklim: Bagaimana Cara Libatkan Anak Muda dalam Hidup Berkelanjutan

Lifestyle | Sabtu, 07 Juni 2025 | 17:04 WIB

Dari Surya hingga Panas Bumi: Menggali Potensi Energi Bersih 3.600 GW di Indonesia

Dari Surya hingga Panas Bumi: Menggali Potensi Energi Bersih 3.600 GW di Indonesia

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Pasar Kripto Semringah Pada Agustus 2026, Transaksi Melonjak 16%

Pasar Kripto Semringah Pada Agustus 2026, Transaksi Melonjak 16%

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:07 WIB

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 09:58 WIB

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:56 WIB

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

×