BNPT Ungkap Belasan 'Kitab Suci' Kelompok Teroris: Kuatnya Peran Literatur Bentuk Ideologi Berbahaya

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 17 Juni 2025 | 06:02 WIB
BNPT Ungkap Belasan 'Kitab Suci' Kelompok Teroris: Kuatnya Peran Literatur Bentuk Ideologi Berbahaya
BNPT Ungkap Belasan 'Kitab Suci' Kelompok Teroris: Kuatnya Peran Literatur Bentuk Ideologi Berbahaya. (Foto: Dok BNPT)

Suara.com - Demi menangkal adanya embrio gerakan terorisme di dunia pendidikan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut menggandeng universitas. Salah satu bentuk pencegahan BNPT yakni berkolaborasi dengan civitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC).

Wujud kerja sama itu, BNPT menggelar acara Bedah Buku Seri Tercerahkan dalam Kedamaian di kampus UINSSC pada Senin (16/6/2025) kemarin.

Direktur Penegakan Hukum BNPT Brigjen Sigit Widodo menyampaikan tujuan pihak ikut menggelar acara bedah buku dengan pihak kampus untuk menangkal gerakan radikalisme di dunia pendidikan.

“Fakta empiris, dari proses penegakan hukum tindak pidana terorisme selalu tidak lepas dan diawali dengan proses radikalisasi," ungkap Brigjen Sigit Widodo dikutip pada Selasa (17/6/2025).

Demi menangkal adanya embrio gerakan terorisme di dunia pendidikan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut menggandeng universitas. Salah satu bentuk pencegahan BNPT yakni berkolaborasi dengan civitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC). (Foto: Dok BNPT)
Demi menangkal adanya embrio gerakan terorisme di dunia pendidikan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut menggandeng universitas. Salah satu bentuk pencegahan BNPT yakni berkolaborasi dengan civitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC). (Foto: Dok Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Apalagi, kata dia, kegiatan bedah buku di UINSSC terkait beberapa buku bermuatan paham ekstrem yang disita oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dari penangkapan terhadap kelompok teroris.

Menurutnya, buku-buku yang disimpan kelompok teroris ini menjadi bukti masih maraknya proses radikalisasi melalui literatur dalam membentuk ideologi kekerasan.

"Buku-buku radikal ini ditemukan dalam jumlah besar di lokasi penangkapan. Ini menunjukkan betapa kuatnya peran literatur dalam membentuk ideologi kekerasan,” sambung Sigit Widodo.

Sebagai langkah kontra radikalisasi, lanjut Sigit, BNPT turut menggandeng sejumlah pihak untuk melakukan kajian terhadap belasan buku paling berpengaruh di kalangan kelompok teroris.

Adapun pihak-pihak yang dilibatkan dalam kajian literasi itu di antaranya seperti akademisi, peneliti, birokrat hingga dan mantan narapidana kasus terorisme alias napiter.

Dari hasil kajian mendalam itu, BNPT akhirnya mengeluarkan dua buah buku reflektif dan edukatif berjudul: "Tercerahkan dalam Kedamaian: Secercah Kisah Mantan" dan "Tercerahkan dalam Kedamaian: Menggali Akar Radikal Terorisme di Indonesia."

“Jika buku bisa digunakan untuk menyebar kebencian dan kekerasan, maka buku pula yang harus digunakan untuk menyebarkan kedamaian dan pencerahan,” beber Sigit Widodo.

Dengan adanya acara bedah buku di kampus UINSSC, diharapkan seluruh mahasiswa termasuk para dosen dapat menjadi bagian dari upaya bersama melawan dan mencegah masuknya paham radikal terorisme di Indonesia.

“Mari kita bangun kolaborasi yang tercerahkan dalam keikhlasan. Kita ingin Indonesia maju, damai, dan terbebas dari ideologi kekerasan,” ungkap Sigit Widodo. 

Rektor UINSSC Gembira

Sementara itu, Rektor UINSSC Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag., mendukung kegiatan bedah buku di kampusnya sebagai sinergi upaya pencegahan paham radikal terorisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Korban Tragedi Semanggi Khawatir Pembelokan Sejarah, Sumarsih Ultimatum Menbud Fadli Zon

Keluarga Korban Tragedi Semanggi Khawatir Pembelokan Sejarah, Sumarsih Ultimatum Menbud Fadli Zon

News | Senin, 16 Juni 2025 | 16:10 WIB

Tepis Fadli Zon? Viral BJ Habibie Bongkar Fakta Pemerkosaan Massal 98: Kita Mengutuk Tindakan Biadab

Tepis Fadli Zon? Viral BJ Habibie Bongkar Fakta Pemerkosaan Massal 98: Kita Mengutuk Tindakan Biadab

News | Senin, 16 Juni 2025 | 12:52 WIB

Nihilkan Korban Pemerkosaan 98? Sosok Fadli Zon Dikuliti Netizen: Dari Dulu Memang Pro Cendana

Nihilkan Korban Pemerkosaan 98? Sosok Fadli Zon Dikuliti Netizen: Dari Dulu Memang Pro Cendana

News | Senin, 16 Juni 2025 | 09:08 WIB

Sebut Pemerkosaan Massal 98 Cuma Rumor, Fadli Zon Diskakmat Dosen UGM: Pak Menteri Nyalakan Otak...

Sebut Pemerkosaan Massal 98 Cuma Rumor, Fadli Zon Diskakmat Dosen UGM: Pak Menteri Nyalakan Otak...

News | Minggu, 15 Juni 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:25 WIB

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:17 WIB

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB