Kemensos Gelar Retreat Untuk 53 Kepala Sekolah Rakyat, Permintaan Prabowo?

Dythia Novianty, Lilis Varwati

Selasa, 17 Juni 2025 | 11:51 WIB
Kemensos Gelar Retreat Untuk 53 Kepala Sekolah Rakyat, Permintaan Prabowo?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (tengah) menggelar retreat selama lima hari untuk 53 Kepala Sekolah Rakyat di selurih Indonesia, Jakarta, Selasa (17/6/2025). [Suara.com/Lilis]

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) gelar acara retreat selama lima hari untuk 53 Kepala Sekolah Rakyat di selurih Indonesia yang baru terpilih. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan kalau tujuan retreat tersebut untuk menyamakan persepsi setiap kepala sekolah mengenai konsep dan makna dari Sekolah Rakyat.

Dia juga menegaskan bahwa acara retreat tersebut bukan permintaan dari Presiden Prabowo. 

Acara retreat tersebut digelar di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Marga Guna, Jakarta Selatan. 

"Tidak ada permintaan secara khusus dari bapak presiden, tapi kita menyadari betapa pentingnya memberikan pemahaman yang utuh tentang Sekolah Rakyat ini kepada para kepala sekolah yang sudah terpilih melalui prosea dan mekanisme yang telah dibuat," kata Gus Ipul saat konferensi pers usai pembukaan retreat tersebut di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Gus Ipul ingin agar seluruh kepala Sekolah Rakyat itu nantinya punya pemahaman yang sama karena pada dasarnya mereka akan akan memiliki tugas yang sama. Sehingga diharapkan standar kualitas setiap kepala sekolah itu bisa setara.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (tengah) menggelar retreat selama lima hari untuk 53 Kepala Sekolah Rakyat di selurih Indonesia, Jakarta, Selasa (17/6/2025). [Suara.com/Lilis]
Kementerian Sosial menggelar retreat selama lima hari untuk 53 Kepala Sekolah Rakyat di selurih Indonesia, Jakarta, Selasa (17/6/2025). [Suara.com/Lilis]

"Intinya kita ingin ini semacam tim, meskipun mereka Kepala Sekolah dari berbagai daerah, tapi mereka pada dasarnya adalah satu tim yang tidak bisa dipisahkan. Ini bagian dari tim building juga, karena ini penyelenggaraan untuk pertama kalinya, kita perlu persepsinya kita harus samakan," tuturnya.

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengingatkan kalau menjadi Kepala Sekolah Rakyat sebenarnya bukan jabatan, melainkan bentuk pengabdian yang besar terhadap negara. 

Lantaran diperuntukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, pendidikan di Sekolah Rakyat itu diharapkan juga bisa memutus mata rantai kemiskinan pada masyarakat.

baca juga

Gus Ipul menyampaikan kalau hal tersebut yang ingin dicapai oleh Presiden Prabowo.

"Kepala Sekolah adalah perpanjangan tangan dari niat mulia tersebut. Membangun Sekolah Rakyat adalah membangun peradaban, transformasi bagi Indonesia emas tahun 2045. Jangan takut susah mengurusi orang susah, karena disitulah kita menjadi manusia," pesannya.

Acara retreat tersebut diikuti oleh puluhan Kepala Sekolah yang akan ditugaskan di 53 titik Sekolah Rakyat untuk tingkat SMP yang tersebar dari Aceh hingga Papua. 

Target dari presiden pada 2025 harus telah dibuat minimal 100 titik Sekolah Rakyat. 

Gus Ipul menyampaikan kalau 47 kepala sekolah lainnya masih dalam tahap akhir seleksi. Setelah selesai, mereka juga turut harus mengikuti retreat susulan yang dijadwalkan pada akhir bulan Juni. Retreat serupa juga akan dilakukan untuk para guru Sekolah Rakyat yang terpilih. 

"Retreat guru Insyaallah nanti Juli sebelum sekolah dimulai," imbuh Gus Ipul. 

Pembelajaran Sekolah Rakyat tahap 1A direncanakan mulai pada 14 Juli 2025 dengan sebanyak 63 titik sekolah yang gedungnya telah siap. 

Sementara itu, 37 titik sekolah lainnya baru akan dilaksanakan pada ditahap 1B yang direncanakan pada sekitar bulan Agustus-September 2025. Sehingga, akan ada 100 titik Sekolah Rakyat yang dibuka selama 2025 ini.

"Untuk yang tahap pertama, 63 itu adalah 247 rombel, 6.000 lebih siswa. Kemudian yang kedua ini 145 rombel, 3.600 siswa. Hampir 10.000 siswa pada 100 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Tahap pertama ini menggunakan gedung yang sifatnya sementara, tapi dinyatakan layak untuk digunakan proses mengajar," paparnya.

Adapun kebutuhan pengajar untuk 100 titik Sekilah Rakyat itu dibutuhkan tenaga kependidikan sebanyak 4.944 orang. 

Jumlah itu sudah termasuk 100 orang Kepala Sekolah serta 1.514 guru umum maupun guru agama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Heboh Link Pendaftaran Guru untuk Program Sekolah Rakyat

CEK FAKTA: Heboh Link Pendaftaran Guru untuk Program Sekolah Rakyat

News | Minggu, 18 Mei 2025 | 09:26 WIB

Sekolah Rakyat Siap Dibuka, 153 Calon Kepala Sekolah Masuki Seleksi Tambahan

Sekolah Rakyat Siap Dibuka, 153 Calon Kepala Sekolah Masuki Seleksi Tambahan

News | Jum'at, 16 Mei 2025 | 09:34 WIB

Butuh 2.000 Guru untuk Sekolah Rakyat, Pemerintah Siapkan Sistem Perekrutan

Butuh 2.000 Guru untuk Sekolah Rakyat, Pemerintah Siapkan Sistem Perekrutan

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 23:01 WIB

Cek Fakta: Tautan Link Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2025 Ternyata Hoaks!

Cek Fakta: Tautan Link Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2025 Ternyata Hoaks!

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 21:35 WIB

Tolak Dijadikan Bakal Calon Ketum PPP, Mensos Gus Ipul Beberkan Alasannya

Tolak Dijadikan Bakal Calon Ketum PPP, Mensos Gus Ipul Beberkan Alasannya

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 16:54 WIB

CEK FAKTA: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2025 Dibuka, Tautan Resmi Pemerintah atau Palsu?

CEK FAKTA: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2025 Dibuka, Tautan Resmi Pemerintah atau Palsu?

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 16:54 WIB

Terkini

Jejak 'Plesiran' Napi Korupsi: Dari Gayus Tambunan hingga Setya Novanto

Jejak 'Plesiran' Napi Korupsi: Dari Gayus Tambunan hingga Setya Novanto

News | Sabtu, 26 September 2026 | 16:24 WIB

5 Cara Sterilkan Puff Cushion Setelah Dipakai di Kulit Berjerawat Aktif agar Tetap Higienis

5 Cara Sterilkan Puff Cushion Setelah Dipakai di Kulit Berjerawat Aktif agar Tetap Higienis

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:20 WIB

Sinopsis Emergency Room 24 Hours 6, Drama Medis Dibintangi Eguchi Yosuke

Sinopsis Emergency Room 24 Hours 6, Drama Medis Dibintangi Eguchi Yosuke

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:15 WIB

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:05 WIB

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:00 WIB

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 15:55 WIB

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 15:53 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 15:52 WIB

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:50 WIB

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:49 WIB

×