Pemanasan Global Meningkat Tajam, Dunia Kian Dekat pada Titik Kritis

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 20 Juni 2025 | 15:07 WIB
Pemanasan Global Meningkat Tajam, Dunia Kian Dekat pada Titik Kritis
ilustrasi kekeringan dampak dari pemanasan global (Pexels/Pixabay)

Suara.com - Dunia memanas. Peningkatannya makin tak bisa diabaikan.

Tingkat pemanasan global akibat aktivitas manusia kini mendekati 0,27 derajat Celsius per dekade. Angka ini bukan sekadar statistik, ini peringatan. Para ilmuwan menyebutnya sebagai “gambaran yang menyedihkan” tentang arah yang tengah kita tuju.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, dunia berisiko mengunci nasibnya pada lonjakan suhu global di atas 1,5 derajat Celsius. Ambang batas itu menjadi simbol penting dalam Perjanjian Paris 2015. Jika terlampaui, risiko krisis iklim, seperti gelombang panas ekstrem, kekeringan panjang, badai lebih besar, dan kenaikan permukaan laut, akan memburuk dan lebih sering terjadi.

Menurut laporan Global Climate Change Indicators yang dirilis Kamis ini dalam jurnal Earth System Science Data, jumlah karbon dioksida yang tersisa untuk dikeluarkan sebelum melewati batas 1,5°C hanya 143 miliar ton. Dengan emisi tahunan global saat ini sekitar 46 miliar ton, dunia bisa melampaui batas itu pada awal 2028, kurang dari tiga tahun dari sekarang.

“Hal-hal tidak hanya memburuk. Keadaan memburuk dengan cepat,” kata Zeke Hausfather, salah satu penulis studi dari Stripe dan kelompok pemantau iklim Berkeley Earth.

Ilustrasi perubahan iklim (Unsplash/Magdalena Kula Manchee)
Ilustrasi perubahan iklim (Unsplash/Magdalena Kula Manchee)

“Beberapa laporan menunjukkan ada hikmahnya. Saya rasa tidak ada hikmahnya dalam laporan ini.”

Suhu bumi saat ini sudah naik sekitar 1,24 derajat Celsius dibanding masa praindustri. Tahun lalu bahkan sempat menyentuh 1,52 derajat. Memang, target Paris dihitung berdasarkan rata-rata jangka panjang, biasanya 20 tahun. Namun data itu memperlihatkan tren yang semakin sulit dibantah.

Mengapa 1,5°C Sangat Penting?

Karena ini bukan hanya angka. Ini batas wajar yang ditentukan dunia untuk menghindari skenario terburuk.

Joeri Rogelj, ilmuwan iklim dari Imperial College London dan salah satu penulis laporan, menjelaskan bahwa melewati 1,5°C berarti memasuki wilayah risiko yang tak proporsional: negara-negara kepulauan kecil bisa hilang, dan masyarakat rentan di seluruh dunia akan menanggung beban terberat.

“Batas itu adalah batas politik yang telah diputuskan negara-negara bahwa di luar batas itu dampak perubahan iklim tidak dapat diterima oleh masyarakat mereka,” ujarnya.

Selain peningkatan emisi dari bahan bakar fosil, faktor lain yang mempercepat pemanasan adalah berkurangnya polusi partikel. Meski berbahaya bagi kesehatan, partikel-partikel seperti jelaga dan kabut asap sempat berperan menahan sebagian panas matahari. Ketika polusi ini dikurangi, efek pendinginnya ikut hilang, dan pemanasan muncul lebih nyata.

Ketidakseimbangan energi Bumi juga makin tajam. Bumi menyerap lebih banyak panas dari matahari dibanding yang dipancarkannya kembali ke luar angkasa. Ketidakseimbangan ini, menurut para ilmuwan, adalah indikator paling nyata dari akumulasi panas akibat krisis iklim.

“Itu jelas-jelas semakin cepat. Ini mengkhawatirkan,” kata Hausfather.

Namun Ini Bukan Akhir Segalanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerugian Miliaran Rupiah akibat Demo di Yamaha Music, Investor Bisa Kabur ke Vietnam & Thailand

Kerugian Miliaran Rupiah akibat Demo di Yamaha Music, Investor Bisa Kabur ke Vietnam & Thailand

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 07:24 WIB

Target Nol Emisi 2050: Indonesia Belajar dari Kanada untuk Masa Depan Berkelanjutan

Target Nol Emisi 2050: Indonesia Belajar dari Kanada untuk Masa Depan Berkelanjutan

News | Kamis, 19 Juni 2025 | 20:55 WIB

Perubahan Iklim Picu Kekerasan pada Anak: Ancaman Tak Terlihat yang Mesti Diwaspadai

Perubahan Iklim Picu Kekerasan pada Anak: Ancaman Tak Terlihat yang Mesti Diwaspadai

Lifestyle | Kamis, 19 Juni 2025 | 16:29 WIB

Terkini

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:27 WIB

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:05 WIB

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:38 WIB