Dubes Iran di Indonesia: Kami Selalu Targetkan Militer Israel, Bukan Warga Sipil

Selasa, 24 Juni 2025 | 20:22 WIB
Dubes Iran di Indonesia: Kami Selalu Targetkan Militer Israel, Bukan Warga Sipil
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat melakukan sesi wawancara dengan Redaksi Suara.com di Jakarta, Senin (23/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Iran dipastikan selalu memperhitungkan dengan matang ketika melancarkan serangan balasan ke Israel. Tujuannya, tak ingin perang menjadi meluas. 

Kepada Suara.com, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengatakan pihaknya ketika menyerang tidak pernah menargetkan pemukiman warga, rumah sakit, dan sekolah.  

Prinsip tersebut, Boroujerdi melanjutkan, berbeda dengan apa yang dilakukan Israel selama ini, termasuk ketika rumah sakit di wilayah Kemansyah, Iran, jadi target. 

Boroujerdi juga menyinggung tindakan bejat Israel yang kerap menargetkan rumah sakit Indonesia yang ada di Indonesia. 

"Tetapi yang terjadi adalah rezim ini, rezim zionis, sangat pandai untuk menjalankan kampanye agar bisa mengubah tempat dan posisi siapa yang menjadi korban dan siapa yang pelaku dan pihak yang zalim," kata Boroujerdi, Senin, 23 Juni 2025. 

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara.com di Jakarta, Senin (23/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara.com di Jakarta, Senin (23/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut Boroujerdi, Israel selalu bedalih rumah sakit yang diserang terdapat banker persembunyian tentara Hamas. Padahal, hal itu cuma klaim saja karena faktanya tidak ada bunker. 

"Mereka setelah menyerang rumah sakit Indonesia, mempublikasikan foto-foto bahwa di bawah rumah sakit Indonesia ada kamp, ada tempat persembunyian dari Hamas, dan lain sebagainya," katanya.

Sementara Iran selama ini, setidaknya saat tensi memanas, selalu menargetkan pangkalan militer Israel, alih-alih pemukiman warga, rumah sakit, atau sekolah. 

"Kondisinya berbeda bagi Iran, yang kami jadikan sasaran adalah target militer dari mereka," ujarnya. 

Baca Juga: Arie Untung Ingatkan Bahaya Senjata Nuklir Kalau Konflik Iran dan Israel Picu Perang Dunia 3

Boroujerdi melanjutkan, Israel kini terus melakukan perang urat syaraf atau propaganda melalui media. Salah satunya, Israel membuat narasi seolah-olah mereka korban karena warganya terdampak perang. 

"Yang dijalankan oleh Rezim ini adalah perang urat syaraf, perang media yang mana mereka sangat pandai," katanya.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat melakukan sesi wawancara dengan Redaksi Suara.com di Jakarta, Senin (23/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat melakukan sesi wawancara dengan Redaksi Suara.com di Jakarta, Senin (23/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sebagaimana diketahui, Iran dan Israel mulai saling bertukar serangan rudal sejak 13 Juni 2025 kemarin.

Israel menyerang lebih dulu, dengan menargetkan berbagai lokasi termasuk depot rudal, fasilitas nuklir dan daerah pemukiman di Teheran, Isfahan, Qom, Khorramabad dan kota-kota lainnya.

Sementara serangan balasan Iran memanfaatkan pesawat nirawak dan rudal terkoordinasi ke Israel, yang berhasil menembus Iron Dome, pertahanan udara mereka yang selama ini dikenal kokoh.

Terbaru, Amerika Serikat ikut turun tangan membantu Israel menyerang Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut angkatan bersenjatanya berhasil melumpuhkan tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Isfahan.

Sempat beredar pernyataan Donald Trump soal gencatan senjata Israel dan Iran pada Senin waktu Amerika Serikat, atau sehari setelah mereka ikut melancarkan serangan.

Namun, pemerintah Iran melalui Seyed Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri memastikan bahwa belum ada kesepakatan gencatan senjata antara mereka dengan angkatan bersenjata Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI