Akta Lahir Jokowi Kini Jadi Sasaran Ahli Forensik Digital, Curigai Tahun Pembuatannya

Lintang Siltya Utami

Jum'at, 27 Juni 2025 | 15:22 WIB
Akta Lahir Jokowi Kini Jadi Sasaran Ahli Forensik Digital, Curigai Tahun Pembuatannya
Pakar forensik digital Rismon Sianipar. [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar terus menyoroti kejanggalan dalam kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.

Sebelumnya, Rismon Sianipar bersama sejumlah tokoh lainnya seperti Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa menyebut ada banyak keanehan pada ijazah Sarjana Kehutanan Jokowi yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketiganya pun sempat datang langsung ke universitas tersebut untuk meminta keterangan dari pihak rektorat.

Baru-baru ini, Rismon Sianipar menyorot soal akta kelahiran milik Jokowi yang diperolehnya dari salah satu media online. Rismon Sianipar mempertanyakan mengapa Jokowi baru memiliki akta kelahiran pada tahun 1988, sedangkan sebagaimana yang diketahui bahwa Joko Widodo lahir pada 21 Juni 1961.

"Apakah lazim seorang Jokowi (lahir 1961) yang telah berusia 27 tahun baru memiliki akta lahir pada tahun 1988?" cuit Rismon Sianipar melalui akun X @SianiparRismon.

Menurut Rismon Sianipar, hal tersebut patut dicurigai karena jarak umur Jokowi lahir dengan dikeluarkan akta kelahiran cukup jauh.

Rismon Sianipar terlihat mengunggah gambar akta kelahiran milik Jokowi yang dikeluarkan di Surakarta, Jawa Tengah.

"...bahwa di Surakarta pada tanggal dua puluh satu bulan Juni tahun seribu sembilan ratus enam puluh satu telah lahir Joko Widodo," bunyi keterangan pada akta kelahiran tersebut.

Namun, secara jelas terlihat bahwa nomor pencatatan akta kelahiran Jokowi tertera tahun 1988.

Saat ditelusuri melalui situs Dukcapil, akta kelahiran adalah dokumen penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Jika mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, akta kehaliran harus dibuat selambat-lambatnya 60 hari sejak kelahiran anak. Jika lebih dari batas waktu yang ditentukan, maka akta kelahiran termasuk terlambat dan harus membayar denda.

Namun, dalam praktiknya, ketentuan denda keterlambatan pelaporan kelahiran dan pembuatan akta kelahiran ini secara khusus tertuang dalam peraturan daerah masing-masing.

Walau begitu, ada banyak faktor mengapa pembuatan akta kelahiran baru dilakukan setelah dewasa, terlebih kasus ini tampaknya lebih umum dilakukan oleh orang tua zaman dulu. Beberapa alasan utamanya adalah keterlambatan laporan kelahiran, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya informasi, kendala administrasi di masa lalu, hingga kelalaian orang tua.

Ada kemungkinan bahwa beberapa daerah memiliki birokrasi yang rumit atau akses informasi yang terbatas sehingga menyebabkan keterlambatan dalam pengurusan akta kelahiran.

Unggahan Rismon Sianipar itu pun sontak menuai beragam tanggapan dari publik. Menariknya, beberapa warganet berpendapat jika keterlambatan mendaftar akta kelahiran bisa saja terjadi, bahkan warganet lainnya menceritakan pengalamannya sendiri yang telat mengurus akta kelahiran.

"Bisa saja, Pak Rismon. Karena orang dulu, banyak yang belum punya akta lahir. Ketika akta lahir itu diperlukan, barulah mereka mengajukan permohonan ke Disdukcapil," tulis akun @mosll******

"Istri saya lahir tahun 1981 (wong ndeso di Kalimatan Tengah), tak punya surat keterangan lahir (terbitan bidan), apalagi akta kelahiran (terbitan Dukcapil berdasar surat keterangan lahir terbitan bidan). 'Wong ndeso' di Kalimantan bikin akta kelahirna untuk anak-anaknya baru mulai tahun 2000," komentar @budi_****

"Saya bukan pendukung Jokowi tapi ungkap fakta kalau saya lahir tahun 1983 dan punya akta kelahiran tahun 2002 waktu mau masuk kuliah. Bagi orang desa telat daftar akta lahir itu sudah biasa," tambah @rungka*******

"Gue nggak mau bela Pak Jokowi atau apa tapi emang hal itu mungkin aja. Kenapa? Karena buktinya aja kakek gue sendiri. Saking nggak punyanya akta kelahiran, dia sampai bingung lahir bulan dan tanggal berapa. Bahkan di KTPnya pernah dia ganti bulannya dan dimudain setahun," sambung @jaja********

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gambar Jokowi di Ucapan Tahun Baru Islam Jadi Sorotan: AI Terlalu Halus, Netizen Bahas Alergi Kulit

Gambar Jokowi di Ucapan Tahun Baru Islam Jadi Sorotan: AI Terlalu Halus, Netizen Bahas Alergi Kulit

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 14:52 WIB

Hasto Kristiyanto Ngaku Diancam Orang Tak Dikenal untuk Tak Pecat Jokowi

Hasto Kristiyanto Ngaku Diancam Orang Tak Dikenal untuk Tak Pecat Jokowi

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 00:17 WIB

'Ada Apa dengan Beathor?' Politisi PDIP Pertanyakan Motif di Balik Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

'Ada Apa dengan Beathor?' Politisi PDIP Pertanyakan Motif di Balik Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 21:55 WIB

Terkini

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:18 WIB

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:11 WIB

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:06 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:53 WIB

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:34 WIB

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:31 WIB

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:27 WIB

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB