Kritik Proyek Menbud Tulis Ulang Sejarah, Asvi Warman Adam: Terlalu Membesar-besarkan Jasa Soeharto

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Selasa, 01 Juli 2025 | 15:18 WIB
Kritik Proyek Menbud Tulis Ulang Sejarah, Asvi Warman Adam: Terlalu Membesar-besarkan Jasa Soeharto
Kolase wajah Soeharto dan Sejarawan Asvi Warman Adam. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Proyek penulisan ulang sejarah nasional yang tengah digarap pemerintah dinilai berpotensi terlalu menglorifikasi masa pemerintahan orde baru di bawah kepemimpinan Presiden ke-2 Soeharto. 

Sejarawan senior, Asvi Warman Adam menyatakan meski proyek itu telah diklaim mencapai 80 persen, namun publik hingga kini belum mengetahui secara jelas perubahan apa saja yang telah dilakukan. Ia khawatir adanya penghilangan aspek-aspek penting dalam sejarah Indonesia yang berdampak besar secara internasional.

"Mereka mengatakan itu sudah 80 persen, tapi kita kan tidak tahu yang berubah itu apa. Tapi kalau dari konsep bulan Januari itu terlihat betul itu membesar-besarkan jasa orde baru ya, Soeharto, yang penuh dengan pembangunan di berbagai bidang," kata Asvi kepada Suara.com, dihubungi Selasa (1/7/2025). 

Lebih lanjut, Asvi memperingatkan bahwa narasi sejarah yang disusun tanpa keseimbangan akan menyesatkan generasi muda. Ia mencontohkan bagaimana pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang terjadi pada 1965 dan 1968 justru berpotensi disamarkan jika hanya menonjolkan keberhasilan ekonomi Orde Baru.

Menbud Fadli Zon
Menbud Fadli Zon

Dampak dari tindakan itu, kata Asvi, akan membuat generasi muda mendapatkan informasi yang keliru terhadap sejarah.

"Hal-hal yang terjadi pada masa lalu mestinya diketahui oleh generasi muda. Misalnya pelanggaran HAM berat yang terjadi pada tahun 1965, yang terjadi pada tahun 1968 itu kan harus diketahui oleh generasi muda gitu. Supaya itu tidak terulang lagi," tegasnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan sejarawan Asep Kambali. Ia menilai proses penulisan ulang sejarah yang dilakukan secara tertutup dan tanpa pelibatan luas komunitas sejarawan berpotensi besar menjadi alat politik kekuasaan.

"Kekhawatiran itu sangat beralasan. Bila penulisan ulang sejarah dilakukan secara tergesa-gesa dan tertutup, apalagi diklaim mendekati rampung tanpa pelibatan luas komunitas sejarawan, maka patut dicurigai ada kepentingan politik di baliknya," ujar Asep.

Ia menekankan pentingnya menjadikan sejarah sebagai alat pendidikan, bukan propaganda. Menurutnya, sejarah versi negara cenderung menyederhanakan kompleksitas masa lalu dan menghapus sisi-sisi gelap demi membangun citra ideal penguasa saat ini.

baca juga

"Sejarah versi negara seringkali melupakan kompleksitas dan menghapus sisi-sisi gelap masa lalu demi membangun narasi ideal masa kini. Ini berbahaya, karena bangsa yang besar justru adalah bangsa yang berani mengakui luka-lukanya dan belajar darinya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tudingan Beathor ke Jokowi Dinilai Keji, Hensa: Masa UGM Nyetak Ijazah di Pasar Pramuka? Itu Bahaya!

Tudingan Beathor ke Jokowi Dinilai Keji, Hensa: Masa UGM Nyetak Ijazah di Pasar Pramuka? Itu Bahaya!

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 14:13 WIB

Viral Detik-detik Polisi Gerebek Pesta Gay di Puncak Bogor, Puluhan Pria Tertangkap Telanjang Bulat!

Viral Detik-detik Polisi Gerebek Pesta Gay di Puncak Bogor, Puluhan Pria Tertangkap Telanjang Bulat!

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 11:08 WIB

Imbas Isu Pemakzulan, Rocky Gerung: Gibran dan Jokowi Diolok-olok Anak SD

Imbas Isu Pemakzulan, Rocky Gerung: Gibran dan Jokowi Diolok-olok Anak SD

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 16:59 WIB

Tak Layak jadi Ban Serep Prabowo, Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Gibran Jabat Wapres

Tak Layak jadi Ban Serep Prabowo, Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Gibran Jabat Wapres

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 16:07 WIB

Terkini

Pratikno Tinggalkan Menko PMK, Kini Dilantik Jadi Ketua Wantimpres

Pratikno Tinggalkan Menko PMK, Kini Dilantik Jadi Ketua Wantimpres

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Jadi Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Jadi Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Review Venom: The Last Dance, Penutup Trilogi Antihero yang Sangat Kocak!

Review Venom: The Last Dance, Penutup Trilogi Antihero yang Sangat Kocak!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Bahas Self Love! Yuqi i-dle Rangkul Nilai Diri di Lagu Terbaru, I Like You

Bahas Self Love! Yuqi i-dle Rangkul Nilai Diri di Lagu Terbaru, I Like You

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Tak Bisa Asal Berlayar, Kemenhub Pelototi Keselamatan Kapal

Tak Bisa Asal Berlayar, Kemenhub Pelototi Keselamatan Kapal

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Bukan Sekadar Tempat Rekreasi, Taman Kota Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Bukan Sekadar Tempat Rekreasi, Taman Kota Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Rupiah Berotot Hingga Akhir Perdagangan ke Level Rp17.882

Rupiah Berotot Hingga Akhir Perdagangan ke Level Rp17.882

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Berhenti Jadi Budak Produktivitas: Lawan Ekspektasi Semua Harus Selesai Hari Ini dengan Jeda Sejenak

Berhenti Jadi Budak Produktivitas: Lawan Ekspektasi Semua Harus Selesai Hari Ini dengan Jeda Sejenak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Berawal dari Teguran Knalpot Bising, 'Bang Jago' di Bekasi yang Geruduk Rumah Warga Ditangkap Polisi

Berawal dari Teguran Knalpot Bising, 'Bang Jago' di Bekasi yang Geruduk Rumah Warga Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Dapat Rating di Atas 9, "Warga Rusun 609" Bikin Penonton Ngakak Brutal dan Nonton Dua Kali

Dapat Rating di Atas 9, "Warga Rusun 609" Bikin Penonton Ngakak Brutal dan Nonton Dua Kali

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:04 WIB

×