Janji Hemat Anggaran Tapi Defisit Bengkak, Legislator PDIP Cecar Sri Mulyani: Uangnya ke Mana?

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 02 Juli 2025 | 18:20 WIB
Janji Hemat Anggaran Tapi Defisit Bengkak, Legislator PDIP Cecar Sri Mulyani: Uangnya ke Mana?
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Suasana rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memanas saat pemerintah, yang diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dicecar habis-habisan soal postur anggaran negara yang dinilai penuh kontradiksi.

Di satu sisi, pemerintah mengklaim telah melakukan efisiensi besar-besaran, namun di sisi lain, defisit APBN justru membengkak dan utang berpotensi bertambah.

Kritik tajam dilontarkan oleh Anggota Banggar dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie Othniel Frederic Palit. Ia merasa heran dengan logika pemerintah yang telah menginstruksikan penghematan Rp 306,7 triliun melalui Inpres, namun pada akhirnya defisit APBN 2025 justru diperkirakan melebar menjadi Rp 662 triliun dari target awal Rp 616,2 triliun.

Kekesalan Dolfie memuncak saat Sri Mulyani juga meminta izin untuk menggunakan "dana darurat" atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 85,6 triliun untuk menambal kebutuhan anggaran.

"Kenapa tidak jadi dihemat malah utangnya nambah minta izin lagi gunakan SAL, ini narasinya belum jelas," tegas Dolfie kepada Sri Mulyani dalam rapat di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Video detik-detik Dolfie mencecar Sri Mulyani juga ramai beredar di media sosial.

Dolfie juga mempertanyakan keputusan sepihak pemerintah yang membuka blokir anggaran efisiensi sebesar Rp 134,9 triliun tanpa persetujuan DPR.

tidak disebutkan di inpresnya syarat dan ketentuan buka blokir, ini harus dijelaskan dulu dasar dari pembukaan blokirnya," cecar Dolfie.

Menghadapi serangan bertubi-tubi, Sri Mulyani memberikan penjelasan komprehensif. Menurutnya, kondisi APBN saat ini sangat kompleks, dihantam dari sisi penerimaan yang anjlok dan kebutuhan belanja yang mendesak.

Dari sisi penerimaan, Sri Mulyani membeberkan potensi kehilangan pendapatan hingga Rp 150 triliun akibat batalnya kenaikan PPN 12% secara umum dan dialihkannya dividen BUMN ke entitas baru, Danantara.

"Plus ditambah adanya restitusi dan sebagainya serta dari efek penurunan harga komoditas... Itu semua masuk postur penerimaan yang tadi lebih rendah dari target yang pernah kita sampaikan," tutur Sri Mulyani.

Di sisi lain, ada kebutuhan mendesak dari Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan program-program prioritasnya. Menurut Sri Mulyani, pembukaan blokir anggaran efisiensi adalah langkah realokasi untuk mendanai program presiden tersebut. Tanpa langkah ini, defisit justru akan jauh lebih besar.

"Sebetulnya kalau kita enggak melakukan efisiensi sementara presiden ada program-program prioritas yang beliau lihat lebih strategis harusnya defisitnya naik lebih tinggi lagi pak," papar Sri Mulyani.

Ia pun menegaskan bahwa pembukaan blokir itu memiliki landasan hukum yang kuat, yakni melalui mekanisme fleksibilitas dalam UU APBN dan arahan langsung dari presiden dalam rapat terbatas (ratas), sehingga tidak perlu meminta persetujuan DPR untuk setiap perubahannya.

"Pasti ada notulennya, kami tidak mungkin buka blokir karena saya pun sebagai menteri keuangan tidak memiliki kewenangan, makanya harus ada notulis dari presiden itu biasanya melalui rapat terbatas (ratas)," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bisa di Bawah 5 Persen, Ancaman Utang dan Belanja Mengintai!

Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bisa di Bawah 5 Persen, Ancaman Utang dan Belanja Mengintai!

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 13:25 WIB

Rapat Bahas Defisit APBN, DPR Malah Usul Anggaran iPad ke Sri Mulyani

Rapat Bahas Defisit APBN, DPR Malah Usul Anggaran iPad ke Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:10 WIB

Sri Mulyani Ungkap Strategi RAPBN 2026 di Bawah Perintah Prabowo

Sri Mulyani Ungkap Strategi RAPBN 2026 di Bawah Perintah Prabowo

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 16:52 WIB

Sri Mulyani Ungkap Data Anjloknya Rupiah dan IHSG di Akhir era Jokowi

Sri Mulyani Ungkap Data Anjloknya Rupiah dan IHSG di Akhir era Jokowi

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 15:51 WIB

Sri Mulyani Ungkap APBN Tahun Terakhir era Jokowi Bekerja Keras

Sri Mulyani Ungkap APBN Tahun Terakhir era Jokowi Bekerja Keras

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 15:34 WIB

Sri Mulyani "Nyentil" DPR: Tepuk Tangan Loyo Meski Ekonomi Tumbuh, Belum Makan Siang Ya, Pak?

Sri Mulyani "Nyentil" DPR: Tepuk Tangan Loyo Meski Ekonomi Tumbuh, Belum Makan Siang Ya, Pak?

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 15:19 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB