Pengakuan Calo di Pasar Pramuka soal Dokumen Palsu: Bikin Ijazah Hanya Butuh 2 Jam

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 14:15 WIB
Pengakuan Calo di Pasar Pramuka soal Dokumen Palsu: Bikin Ijazah Hanya Butuh 2 Jam
Ilustrasi membuat ijazah. [Ist]

Suara.com - Publik baru-baru ini dibuat heboh dengan pernyataan politisi senior PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi perihal ijazah mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi yang dicetak di kawasan Pasar Pramuka pada 2012.

Alhasil, lokasi Pasar Pramuka yang terletak di Jalan Pramuka Raya, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, menjadi perbincangan. Bahkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Roy Suryo sempat mengunjungi Pasar Pramuka untuk melihat kondisinya saat ini.

Terbaru, Rismon Hasiholan Sianipar membagikan video yang merekam kesaksian calo di Pasar Pramuka Pojok perihal pembuatan dokumen palsu.

Wawancara tersebut dilakukan secara singkat dan tayang di kanal YouTube Balige Academy pada 3 Juli 2025 dengan judul "Kesaksian Calo Pasar Pojok Pramuka Dokumen Palsu".

Rismon Sianipar mengobrol dengan narasumber yang sebelumnya pernah mengurus dokumen palsu di Pasar Pramuka Pojok.

"Bisa dijelaskan sedikit tentang bagaimana dokumen-dokumen palsu itu dibuat di sekitar Pojok Pramuka?" tanya Rismon Sianipar kepada seorang lelaki dengan inisial GNT.

Pria tersebut lalu menceritakan salah satu pengalamannya ketika ia membantu membuat visa Australia untuk seseorang yang ingin bepergian ke luar negeri. Ia menjelaskan alur pembuatan dokumen palsu tersebut.

Menurut pernyataannya, ia hanya membutuhkan foto klien, di mana foto tersebut digunakan untuk membuat KTP palsu, Kartu Keluarga palsu, dan akta kelahiran palsu sebagai syarat pembuatan paspor.

Selain akta lahir, GNT juga mengatakan ijazah juga bisa digunakan untuk membuat paspor. Namun kala itu, biaya pembuatan ijazah palsu lebih mahal daripada akta kelahiran.

"Saya dulu bikin dokumen palsu itu dari orang yang mau bikin visa Australia atau visa Taiwan. Orang hanya menyerahkan foto ke saya. Foto itu saya bawa ke Pasar Pramuka, saya bikinlah KTP dulu. KTP sama KK. Setelah itu, saya bikin akta lahir. Karena kalau kita mau bikin paspor, syaratnya tiga (yaitu) KTP, KK, akta lahir, kalau enggak ijazah. Karena ijazah itu terlalu mahal, akta itu kan murah, waktu itu cuma 50 ribu atau 100 ribu. Makanya saya bikin akta lahir," ucap GNT.

GNT mengaku bahwa ia menjalankan bisnis calo tersebut pada tahun 1990 hingga 2001. Setelah berhasil membuat dokumen penting yang dibutuhkan, ia lantas membawanya ke imigrasi Jakarta Timur.

"Saya sebagai penghubung. Jadi nanti saya yang bikin ke Pasar Pramuka, tetapi setelah dokumen palsu itu jadi, saya bikin paspor asli ke imigrasi Jakarta Timur," tambah GNT lagi.

Jalur yang harus ditempuh selanjutnya setelah ia berhasil mengantongi paspor asli dari imigrasi adalah membuat surat pengantar atau sponsor dari instansi apapun. Pria tersebut mengaku bahwa para pemilik kios di Pasar Pramuka memiliki blangko dari semua universitas di Indonesia bahkan di luar negeri.

"Setelah paspor asli keluar, saya bikin lagi visa itu orang mau kemana. Nanti ada surat pengantar atau sponsor lah dari universitas mana. Jadi, dulu saya punya blangko dari universitas seluruh Indonesia, Trisakti, UGM, UI, Unpad, sama stempelnya," sambung GNT.

Tak berhenti sampai di sana, pria itu juga mengaku membuat rekening koran palsu di Pasar Pramuka yang akan diserahkan ke kedutaan terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Perkara Ijazah Jokowi Ditunda, Kenapa TPUA Minta Roy Suryo Dihadirkan?

Gelar Perkara Ijazah Jokowi Ditunda, Kenapa TPUA Minta Roy Suryo Dihadirkan?

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:42 WIB

Otak Pemalsuan Ijazah Jokowi? Sosok Kunci 'Widodo' Akhirnya Buka Suara Lawan Tuduhan Politisi PDIP

Otak Pemalsuan Ijazah Jokowi? Sosok Kunci 'Widodo' Akhirnya Buka Suara Lawan Tuduhan Politisi PDIP

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:55 WIB

'Jokowi Satu-satunya Presiden di Dunia Tak Berani Tunjukkan Ijazah': Rismon Kritik Bareskrim Polri

'Jokowi Satu-satunya Presiden di Dunia Tak Berani Tunjukkan Ijazah': Rismon Kritik Bareskrim Polri

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:40 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB